Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
meminta bantuan jeje


__ADS_3

yang membuat Ratih pun sedikit terkejut dengan ucapan suaminya itu


"maksudmu apa? kau bilang begitu? " tanya Ratih pada budi dengan wajah penasarannya


"Eksekutif dika, sudah tahu semua, semua masalah di rumah ini ,dia sudah tahu semuanya! " triak budi dengan wajah kesalnya , yang membuat Ratih pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap suaminya dengan wajah seriusnya


"dia tahu apa? maksudnya dia tahu kondisi anak kita dan perusahaan?.. " tanya Ratih sekali lagi untuk memastikannya dari mulut suaminya itu


"iya, sudah tahu semuanya, dan kita akan celaka!.. " saut budi sembari menenangkan dirinya duduk di atas sofa dengan tangannya memijat keningnya beberapa kali yang sedikit berat kebanyakan beban , yang membuat Ratih pun sedikit shok dengan apa yang dia dengar itu dari suaminya


"itu tidak mungkin! bagaimana mungkin dia tahu segalanya?.. " tanya Ratih dengan cerewetnya menatap suaminya itu dengan wajah tidak percaya nya yang membuat budi pun sedikit stress mendengar istrinya itu yang selalu bertanya padanya


"diamlah! jangan cerewet! habislah! semuanya habis!... bukkk... bukk... bukk... " ujar budi yang kesal langsung memukul-mukul dingding tembok yang begitu kuat sehinga dirinya pun merasakan linu dijemari tangannya yang sudah kebiruan bercampur kemarahan


beberapa menit kemudian..


"aku sudah pulang.. " saut jeje yang baru pulang kerja seperti biasa langsung masuk dengan wajah bingungnya melihat keluarganya yang sudah berantakan, dan budi pun langsung menoleh dan melihat anak sulungnya itu


"jeje , ikutlah denganku?.." pinta budi pada anaknya yang sudah berjalan menuju ruang kerjanya


" ah! baiklah.. "saut jeje yang sudah menatap ayahnya dengan wajah herannya


" sebenarnya ada masalah apa si, sebaiknya aku harus cari tahu sendiri! jeje! l bawa lalisa ke kamarnya . . "pinta Ratih dengan suara juteknya langsung bergegas masuk menyusul suaminya itu ke dalam ruang kerjanya dan jeje pun tak banyak bicara lagi langsung membawa adik tirinya itu kedalam kamarnya


"apa kau tidak apa-apa? " tanya jeje pada lalisa yang sudah terbaring di rajangnya


"apa kau pikir aku terlihat tidak apa-apa? .. " saut lalisa dengan wajah kesalnya menatap jeje sembari memegang pipinya yang sudah merah

__ADS_1


"uhu...


"kau menertawakanku!


"tidak ada! sudahlah kau istirahat saja.. "saut jeje dengan wajah malas bercampur lelahnya langsung berjalan keluar kamar adik tirinya itu


brak... (suara pintu)


"ada apa dengan semua orang di rumah ini aiihh..." gerutu jeje sembari memijat lekul lehernya yang sedikit pegal beberapa kali sembari melangkah berjalan keruangan ayahnya


tak berselang lama..


tok... tok... tok...


"aku masuk. . " saut jeje yang sudah masuk secara perlahan dan melihat ayah dan ibu tirinya itu yang sudah duduk menatap dirinya , yang membuat Ratih pun yang sudah tahu langsung beranjak bangun dan menghampiri jeje dengan wajah kesalnya


"apa??


" jangan banyak bicara, cepat kau keluar! "bentak budi pada istrinya itu , yang membuat Ratih pun langsung berhenti menatap jeje dengan judesnya


" ( ̄ヘ ̄)ᴴᴹᴹ... awas kau!..


brakkk... (suara pintu)


yang membuat jeje pun terdiam dengan wajah dinginya


"duduklah disini.. " pinta budi pada anaknya itu dengan suara pelannya , yang membuat jeje pun tak banyak pikir lagi langsung menurutinya

__ADS_1


"ada apa ini, kenapa orang di rumah ini sangat tegang sekali?.. " tanya jeje pada ayahnya yang sudah duduk di sampingnya


"jeje, apa kau kenal Eksekutif dika ?..


"ya, aku lihat dia sekali di pesta?


"benar, dia orangnya. .


" lalu!?..


"awalnya ayah mau menikahkan dia dengan lalisa , tapi kemudian timbul masalah. . " saut budi yang sudah menujukan wajah keputusasaan, yang membuat jeje pun terdiam memperhatikan ayahnya itu dengan wajah datarnya


"jeje..


" iya..


"ayah minta tolong padamu satu hal . . " ujar budi yang sudah menatap anaknya itu dengan wajah seriusnya


"minta tolong padaku? masalah apa?.. " saut jeje yang sudah menatap ayahnya itu dengan wajah penasarannya


"Eksekutif dika, dia... " ujar budi yang sedikit ragu


"katakan saja, ada apa?.." saut jeje yang sudah memegang tangan ayahnya itu dengan wajah seriusnya


"Eksekutif dika, dia.... ingin bertemu denganmu.. " ujar budi yang sudah menatap anaknya itu yang langsung terdiam sejenak


"sudah kuduga pasti dia akan terus menggangguku.. (batin jeje) sembari menghembuskan nafas beratnya

__ADS_1


__ADS_2