
"aku sedang cuci tangan sehabis makan, ketika perutku mulai sakit , aku berbaring sebentar tapi sakitnya semakin hebat, aku ingin meneleponmu jadi aku mengambil ponselku dengan sekuat tenagaku, tapi aku terlalu panik disaat membuka kunci lanyar ponselku!dan aku dengan kesulitanya menelepon petugas Keamanan digedung dan memintanya menghubungi ambulance untukku, saat itu aku sangat kesakitan hingga aku tak bisa berpikir melakukan yang lain kecuali menunggu ambulance, aku sangat kesakitan yang begitu hebat,seakan mau mati saat itu juga !" ujar jeje yang sedang memperjelaskan dan memberitahukan disaat dirinya kesakitan 3 hari yang lalu seorang diri yang pegitu panik , yang membuat dika pun masih berdiri terdiam dengan wajah datarnya mendengar perkataan istrinya itu
"rumah sakit juga memperlukan persetujuan wali untukku melakukan operasi, jadi aku menyuruh perawat untuk meneleponmu.. tapi sepertinya saat itu ponselmu tidak aktip, dan terpaska menghubungi menejerku yang menjadi waliku untuk mendata tangani berkas data pasien! "ujar jeje yang memberitahukan lagi kepada suaminya itu dengan wajah datarnya yang membuat dika pun menampakan wajah rasa bersalahnya yang sudah tertunduk lemasnya
" maafkan aku saat itu aku sedang ada rapat mendadak! "saut dika dengan suara pelannya
" pantas saja, aku pikir kau belom kembali dari ceko, mungkin kau tidak menjawab telephonenya saat itu, jadi perawat menelepon menejerku, sehinga dia pun dengan tergesa-gesanya datang untuk mengurus dokumenku! "ujar jeje yang meluruskan kesalahpaham 'itu kepada suaminya
"saat itu aku sudah kembali dari ceko, tapi... tiba-tiba ada saja ada rapat yang mendesak.. tapi waktu itu aku meneleponmu sesudahnya, tapi sayang ponselmu mati, yang membuat aku pun saat itu sangat khawatir dan sedikit gelisah! "saut dika yang sudah duduk disamping istrinya itu dengan tatapan rasa bersalahnya
__ADS_1
"aku tidak mematikannya, hanya saja ponselku kehabisan daya , aku pun tak sempat mengisinya saat itu! " ujar jeje yang sudah memberitahukan keadaan ponselnya saat itu sembari melirik suaminya itu yang sudah duduk disampingnya , yang membuat dika pun langsung menghelang nafas beratnya
" uhu~~aku pikir kau memilih untuk tidak meneleponku! " sindir dika yang sudah menatap istrinya itu
"tidak, aku ingin seseorang bersamaku saat itu, aku memperlukan seseorang untuk mendata tangani persetujuan itu, aku berharap bisa ditemani meski harus wali paslu! " ujar jeje dengan kejujurannya kepada suaminya itu meski sedikit kecewa
"apa kau tahu,aku juga sama pernah mengalami kesulitan? tidak seseorang pun yang menjagaku ! kau seharusnya meneleponku berulang kali! " saut dika dengan suara pelannya sembari menatap lurus mengingat dirinya dulu
" jadi, saat itu kau tidak ada seseorang pun yang menemanimu? lalu,bagaimana kau dalam dua hari itu ? "tanya dika yang sudah menatap istrinya itu dengan wajah sedikit penasaranya bercampur iba di dalam hati kecilnya itu
__ADS_1
"itu hanya operasi sederhana, rekan-rekan sekantorku menjengukku meski terbatas, aku baik-baik saja, selama ini aku hanya bergantung pada diriku sendiri sejak aku masih kecil, Menurutku itu sudah kebiasaanku ! " saut jeje yang sudah tertunduk diamnya meski sangat berat yang dia rasakan saat itu , yang membuat dika pun terdiam menatap istrinya itu dengan wajah rasa bersalahnya
"dia mengatakan itu seolah tidak terjadi apa-apa, jeje kau ternyata gadis yang malang.. (batin dika) yang langsung mengelus pucuk rambut istrinya itu beberapa Kali dengan rasa sayangnya
"itu bukan masalah besar, kan? " tanya dika dengan suara pelannya menatap istrinya itu untuk memastikannya
"doctor bilang itu hanya operasi usus buntu yang sederhana .. jadi tak usah khawatir! " saut jeje yang sudah menoleh menatap suaminya itu dengan senyuman Kecilnya
"aku minta maaf saat itu aku tak bisa menjawab telephonemu? " ujar dika dengan suara pelannya menatap istrinya dengan rasa bersalahnya
__ADS_1
"sudahlah, aku sudah memaafkanmu! " saut jeje yang tersenyum kecil menatap suaminya itu yang masih merasakan belaian rambutnya oleh tangan suaminya yang begitu lembut