
"lepaskan tanganku! " triak jeje yang sudah sedikit berontak dengan wajah galaknya menatap laki-laki itu yang masih memegangi kedua tangannya
"aku tidak akan membiarkan diriku di tampar ke 2 kali! " saut dika dengan suara tegasnya
"mengapa harus aku? mengapa" triak jeje yang masih belom Terima dengan apa yang di inginkan laki-laki itu padanya
"karena aku menginginkan dirimu! " saut dika yang sudah menatap dingin padanya
" ckk.. lepaskan aku! lepaskan tanganku!! "triak jeje yang tak sengaja mengeluarkan air matanya karena kesal dan marah pada laki-laki yang ada di hadapannya itu
"kau boleh menolakku, jika kau memang tidak perduli lagi dengan ibumu , dan jangan menangis di depanku , aku benci wanita cengeng! aku tarik tawaran ku jika kau menangis, aku tidak tertarik dengan wanita cengeng! "ujar dika dengan suara tegasnya sembari melepaskan kedua tangan jeje begitu saja
"kau!! jangan salah, aku tak pernah menangis walaupun lalisa yang lebih muda 5 tahun dariku memarahiku , aku tidak akan menangis di hadapanmu! " saut jeje dengan suara jeuteknya sembari memijat-mijat kedua pergelangan tangannya salih bergantian
"ckk... bagus kalau begitu!..
"kau ingin hidup dengan cara begitu menjijikkan? sebagai direktur grup eagle , kau telah menyalahgunakan kekuasaanmu , aku sudah paham kau orang seperti apa, jangan bercanda, tidak akan berguna pada diriku . . "ujar jeje yang langsung membalikan tubuhnya ke arah pintu yang ingin memegang gagang pintu tapi dengan cepat dika pun langsung menekan pintu itu oleh tangannya yang sudah berdiri di belakangnya
"kau lihat saja , aku akan merobek kehormatanmu pelan-pelan! "bisik dika dengan suara geregetannya yang membuat jeje pun sedikit terkejut
"ckk..coba saja! ..
" pasti!..
"ini adalah pertemuan terakhir kita , Eksekutif dika! "saut jeje dengan suara judesnya dengan segera membuka gagang pintunya dan berjalan keluar dengan wajah rasa kesalnya
brakkk... (suara pintu)
yang membuat dika pun yang masih berdiri di depan pintu dengan rasa kesalnya langsung memukul pintu itu sekuat tenaganya
__ADS_1
bukkk.. (suara pukulan)
"ckk.. aku bukan tipenya?lihat saja nanti ! akan ku pastikan membuatmu berlutut kepada pria yang tidak ideal ini.. (batin dika) yang amat kesal dengan ucapan jeje padanya tadi
malam pun tiba di keluarga grup CY..
tak... tak.. tak..
"baru pulang? " tanya lia pelayan di rumahnya yang sedang mencuci piring
"iya, dimana ayah? " saut jeje dengan wajah penasarannya
"entah kenapa seharian ini tuan tidak makan apapun, hanya minum anggur saja . . " ujar lia dengan wajah sedikit cemasnya, yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan wajah herannya
"minum anggur?
"ya, sudah minum begitu banyak ,padahal tuan belum makan apapun? dari tadi pagi, dan tidak juga berangkat kerja? "saut lia dengan rasa khwatir kepada majikannya itu
"tidak ? " saut lia sembari menggelengkan Kepalanya beberapa kali
"lalu dimana ibu?.. " tanya jeje dengan sedikit penasarannya
"nyonya keluar, Hari ini semuanya sangat kacau, banyak staff perusahaan datang ke rumah , tapi tuan tidak melakukan apapun, hanya minum dan minum di ruang kerjanya "saut lia yang sudah memberitahukan kepada anak majikannya yang begitu dekat dengannya selama ini ,yang membuat jeje pun terdiam dengan wajah datarnya dan berjalan pergi menuju ruang kerja ayahnya
beberapa menit kemudian..
tok.. tok.. tok..
" ayah aku masuk yah? " saut jeje di luar sana sembari membuka pintunya yang tidak di kunci secara perlahan berjalan masuk dengan wajah sedikit terkejut melihat kondisi ayahnya saat ini , yang membuat budi pun langsung membenarkan duduknya melihat kedatangan putrinya yang dia harapkan
__ADS_1
"gimana? apa kau sudah menemui Eksekutif dika? " tanya budi pada anak sulungnya itu dengan wajah penasarannya
"sudah.. " saut jeje yang sudah duduk dengan wajah lelahnya
"lalu, bagaimana? apa dia bicarakan sesuatu?.. " tanya budi yang sudah menampakkan wajah berharapnya
"aku menolak dia! ayah mau aku menerimanya ,buka?" saut jeje dengan wajah malasnya , yang membuat budi pun langsung terdiam sejenak dengan wajah bersalahnya
"sama sekali tidak maafkan ayah . . " ujar budi yang sudah menundukkan wajahnya
"aku tidak bisa menerimanya!
"ayah paham, itu tidak bisa menerimanya begitu saja ! jeje, maafkan ayah, kemarin aku pusing memikirkan nasib perusahaan, ditambah lagi kehamilan lalisa, pikiranku kacau , aku tahu tidak seharusnya aku memperlakukanmu begini, ini salah ayah . . uhu uhu" saut budi yang sudah menampakan wajah bersalahnya di depan anak sulungnya itu dengan rasa penyesalan, yang membuat jeje pun terdiam tak bisa berkata apa-apa dengan tatapan dinginnya
"mengapa aku bisa melakukan hal begini? ayah menghianati kau dan ibumu . . uhuuhuayah sudah gila! maafkan ayah .. " ujar budi yang sudah menampakan wajah sedihnya di depan anaknya itu
"aku dengar perusahaan dalam masalah? " tanya jeje menatap ayahnya itu dengan sedikit penasarannya , yang membuat budi pun langsung mengadahkan wajahnya lurus kedepan
"benar, meskipun kau menerima tawaran Eksekutif dika, perusahaan juga tidak tertolong, Satu-satunya cara adalah menyerahkan kepada pemerintah. . " saut budi yang sudah putus asa yang membuat jeje pun sedikit terkejut
"pemerintah?
"ya, pemerintah tidak selalu tidak bagus, hanya dengan begini grup CY akan terselamatkan? .. " ujar budi dengan wajah diamnya
"lalu bagaimana dengan ayah? " tanya jeje pada ayahnya itu
"aku seharusnya berhenti dari perusahaan mulai sekarang..
" apa tidak masalah? "tanya jeje yang sedikit ragu
__ADS_1
"tidak apa-apa, dan tidak ada masalah.. " saut budi yang sudah pasrah dengan keputusannya yang begitu berat hati di raut wajahnya