Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
mengolok-olok satu sama lainnya


__ADS_3

"benarkah? tetapi apakah begitu caranya berciuman? seperti anak SD saja? " sindir dika dengan wajah meledeknya


"mungkin pria yang tidak merasa puas akan begitu! " cetus jeje dengan wajah kesalnya , yang membuat dika pun langsung terdiam dengan wajah kesalnya


"kemari, kita bicarakan, dan duduklah! " pinta dika dengan wajah seriusnya menatap istrinya itu sembari menepuk-nepuk sofanya beberapa kali , yang membuat jeje pun dengan wajah juteknya langsung melangkah menghampiri suaminya itu yang sudah duduk sembari membuang muak kearah lain


"tidak puas pun juga harus berpura-pura puas, bukankah ini kesepakatan kita? " ujar dika yang sudah menatap istrinya itu yang sudah buang muka kearah lain


"mana bisa semudah itu mengontrolnya? " saut jeje jutek


"apakah jika merasa puas apakah bisa dapat dikontrol? " tanya dika yang sudah menatap istrinya itu dengan wajah datarnya, yang membuat jeje pun langsung menoleh kearah suaminya itu


"tentu saja begitu.. " cibir jeje dengan sengajanya yang membuat dika pun sedikit terkejut mendengarnya


"jangan berbohong, itu tidak cocok denganmu? "saut dika dengan suara khasnya


"bukankah ini pengalaman pertamamu? baik berciuman maupun tidur bersama?.. benar, kan? "tanya dika dengan suara tegasnya menatap istrinya itu dengan wajah seriusnya yang membuat jeje pun tak bisa berkata apa-apa hanya bisa terdiam membeku yang sudah beranjak bangun dari duduknya


"pengalamanmu sudah banyak bukan, sungguh membuat orang kagum! "cetus jeje dengan wajah juteknya yang membuat dika pun terkejut dengan wajah melototnya


"apa? aku tidak bermaksud seperti itu? . .


"masuklah kedalam dan tidurlah sekarang! " pinta jeje dengan suara juteknya yang membuat dika pun kaget tak Terima mendengarnya sembari melihat punggung istrinya yang sudah melangkah berjalan begitu cepat meninggalkan dirinya


"apa yang kau katakan? " protes dika dengan wajah bengongnya


brammm!!!... (suara pintu)

__ADS_1


yang membuat dikapun langsung berjalan menghampiri istrinya itu yang sudah menutup pintu kamar mandi belakang


tok... tok... tok...


"tidak bisa begitu! kau melanggar kontrak jika begini! .. cepat keluar! " triak dika dengan wajah kesalnya sembari mengedor-ngedor pintu kamar mandinya beberapa kali


tok... tok... tok...


namun jeje pun tak bergeming sama sekali ataupun respon pada suaminya itu yang sudah didalam sana dengan wajah kesal bercampur marahnya


"cepat keluar! baiklah. jika tidak mau bercinta, maka sebaiknya kau bergadang saja semalaman didalam sana ! " triak dika dengan suara ancamannya yang membuat jeje pun langsung membuka pintunya itu dengan wajah cemberutnya


krekktttt.... (suara pintu)


yang membuat dika pun yang melihat istrinya itu sedikit lega


tap... tap... tap...


yang membuat dika pun tersenyum kecil melihat ekpresi wajah istrinya itu


"pffftttt... pura-pura imut . . (batin dika)


beberapa jam kemudian..


mereka berdua pun kembali lagi kedalam kamar yang sudah berbaring lurus diatas ranjang yang sudah menatap atap langit-langit dengan Diam-diam man, dan tak lupa dika pun selalu meluruskan tangan satunya lagi untuk jadikan bantal istrinya itu yang sudah terbaring disampingnya yang tidak saling pandang satu sama lainnya


"sungguh tidak masuk akal! " cetus dika yang memulai pembicaraan kepada istrinya itu

__ADS_1


"kenapa? " saut jeje jutek yang masih menatap lurus kearah atap langit-langit


"bisa-bisanya aku mencari wanita yang membosankan sebagai istri simpanan! "sindir dika dengan suara khasnya , yang membuat jeje pun tak mau kalah debat dengannya


"aku juga berpikir begitu! " saut jeje singkat dengan suara cetusnya , yang membuat dika pun yang tak tahan langsung menoleh kearah istrinya itu


"apakah kau tidak pernah berpikir untuk berusaha? "tanya dika menatap istrinya itu dengan wajah penasarannya, yang membuat jeje pun yang mendengar itu langsung memejamkan matanya


"mungkin aku tidak berbakat dalam hal ini! ..


"apakah aku sangat menyebalkan? " tanya dika yang masih menatap istrinya itu yang seperti patung dan cuek


"masalah ini seharusnya tanya pada dirimu sendiri! "saut jeje yang sudah membuka matanya dengan wajah cemberutnya


"kau renungkanlah sejenak, dirimu sendiri adalah orang bagaimana? apakah kau mengira, kau adalah wanita yang mempesona ! ? " sindir dika dengan suara khasnya yang membuat jeje pun tertegun dengan wajah melototnya


"kau... ! ? (batin jeje) yang terdiam sejenak sembari memejamkan matanya


"magsudmu mempesona sebagai seorang manusia? " tanya jeje dengan wajah menahan rasa kesalnya yang membuat dika pun langsung mengkerutkan halisnya dengan wajah herannya


"apakah kau mempesona sebagai wanita?


"bukankah kau juga sudah pengalaman sebelumnya ,bukan ? "tanya jeje dengan sabarnya


"kau selalu bertanya seperti itu? apa karena ini kali pertamamu? "saut dika dengan wajah heran dan bingungnya menatap istrinya itu, yang membuat jeje pun tak Terima mendengar itu yang langsung beranjak bangun dari tidurnya


"sudah kukatakan bukan! " protes jeje dengan wajah kesalnya

__ADS_1


__ADS_2