Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
berdebatan masalah status


__ADS_3

yang membuat dika pun terdiam dengan wajah bengongnya mendengar ucapan istrinya itu barusan


"ya, setidaknya dalam setahun kita harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih , atau benar-benar menjadi kekasih sungguhan, bukannya kita sudah memutuskan untuk begitu? " tanya dika yang sudah berdiri tegak menatap istrinya itu dengan wajah bingungnya


"masih tersisa 7bulan lagi ! " saut jeje singkat yang sudah mengkerutkan matanya, yang membuat dika pun semakin marah dan kesal yang tertahankan dengan sikap istrinya itu


"kau.... terus saja menghitung bulan ? dan tak terlewatkan kau juga selalu menghitung hari disaat bersamaku! " sindir dika dengan wajah datarnya menatap istrinya itu


"bukan menghitung bulan atau hari, hanya saja merasakan waktu begitu berjalan! " saut jeje dengan wajah diamnya menatap suaminya itu yang penuh rasa ketakutan didalam dirinya yang dia rasakan nanti


"wanita pada umumnya .... akan mengingat sudah bersama berapa lama... bulan ini, hari ini dan hari pertama kita bertemu, seharusnya menghitung hari kebersamaan kita yang sudah dilalui, tapi , sedangkan kau... malah menghitung hari dimana kita akan berpisah ! " sindir dika kepada istrinya itu yang tidak masuk akal dalam pikiranya selama ini


"pasangan pada umumnya tidak punya waktu telah ditentukan, jadi tidak akan menghitung waktu akan berpisah, karena mengira akan selamanya , tapi kita punya batas waktu yang sudah ditentukan diatas kontrak! "ujar jeje yang pinter membalikan fakta yang membuat dika pun semakin pusing dibuatnya


"sudah tahu, dan jangan bilang lagi, kau memang jago sekali dalam hal bicara! aku hari ini baru tahu, wanita sepertimu ternyata sangat melelahkan "cibir dika yang sudah memegang kepalanya yang sedikit pusing lalu diapun munurunkan tangannya dan menatap istrinya itu dengan tatapan meremehkannya, yang membuat jeje pun langsung membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi dihadapanya suaminya itu


"justru setelah bersamamu, aku sepertinya akan sedikit lebih berubah!" "dumel jeje sembari berjalan meninggalkan suaminya itu yang masih berdiri dengan posisinya


"berubah? apa? " tanya dika dengan wajah sedikit penasarannya menoleh melihat punggung istrinya itu yang terus berjalan

__ADS_1


"menjadi cerewet! " saut jeje sembari mengangkat kedua tangannya didadanya


"apa? kau bilang jadi cerewet ? kau berubah? setelah bersamaku nanti? sudahlah, kau tetap saja tidak punya perasaan!" sindir dika yang sudah tersenyum miring menatap istrinya , yang membuat jeje pun langsung berhenti melangkah dan menoleh melihat suaminya itu


"apa ? aku saja tidak pernah mendengar kata-kata aku tidak punya perasaan! " saut jeje yang sudah mengkerutkan matanya menatap suaminya itu dengan santainya


"ya , baiklah kalau begitu kau hanya kejam padaku dan tidak berperasaan! "saut dika yang sudah menampakan wajah kesalnya, yang membuat jeje pun langsung membalikan tubuhnya lagi


"aku juga terhadapmu tidak keterlaluan! itu... bukan tidak punya perasaan, tapi tidak suka padamu! " sindir jeje yang sudah melirik suaminya itu dengan wajah juteknyan yang membuat dika pun dengan cepat melangkah meraih dan MENGGENGAM tangan istrinya itu , yang membuat jeje pun langsung berhenti dan menoleh dan melihat suaminya itu lagi


"tidak suka padaku, kenapa? " tanya dika yang sudah mengangkat wajahnya dengan seriusnya


"kenapa harus begitu? jawab?" tanya dika dengan suara tegasnya menatap istrinya itu yang masih belom terima


"kadang, dika, kau sepertinya selalu lupa hubungan kita ini seperti apa? mungkin karena dari dulu hingga sekarang, wanita yang kau pacari, mencintaimu tanpa syarat, jadi, kau juga mengira aku juga harus menyukaimu tanpa syarat! " sindir jeje yang sudah memberitahukan alasanya kepada suaminya itu,yang membuat dika pun terdiam dengan kesalah pahaman selama ini


"kita sudah tidur bersama dan menghabiskan waktu yang cukup lama! apa itu tidak termasuk kau tidak menyukaiku! " tanya dika dengan wajah bingungnya menatap istrinya itu


"ada hal yang kau tidak tahu, lelaki pada umumnya mengira dengan ciuman dan tidur bersama seperti suami istri, berarti akan langsung mencintainya! itu salah besar!.. " saut jeje dengan pemikiranya dan prinsipnya saat ini kepada suaminya itu

__ADS_1


"baik, meski tidur bersama tidak ada artinya , lalu 5 bulan itu waktu yang lama juga ? apa waktu segitu tidakkah kau menyukaiku sekali saja? " tanya dika dengan suara tegasnya menatap istrinya itu yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan pikiranya


"aku benar-benar seharusnya tidak membicarakan ini, tapi, bisa bagaimana lagi aku tidak bisa berbohong kepadanya !.. (batin jeje) yang serba salahnya menghadapi suaminya itu


" waktunya tidak singkat, tapi tidak cukup panjang , sampai kita bisa lupa bahwa kita adalah pasangan normal, tapi punya hubungan yang khusus! " ujar jeje dengan suara khasnya menatap suaminya itu yang membuat dika pun semakin bingung dengan apa yang di maksudkan istrinya itu kepadanya


"apa sih, apa sesusah itu? kita berdua hanya suami istri sirih sekaligus sepasang kekasih , tidak kurang tidak lebih! "cetus dika dengan tatapan tak senangnya yang membuat jeje pun langsung menghelang nafas beratnya


"uhu~~kadang... aku juga berpikir kalau kau benar-benar kekasihku +suamiku itu bagus juga, tapi, begitu juga tidak bisa dua-duanya pasti akan sangat kelelahan ! " ujar jeje yang sudah tertunduk dengan wajah malasnya


"kau bilang ,kau bisa berpikir kalau alangkah baiknya jika aku menjadi kekasihmu yang sesungguhnya ? tapi tidak ada sedikit suka padaku? "ujar dika yang terkejut dengan mata melototnya menatap istrinya itu , yang membuat jeje pun langsung membalikan wajahnya kearah lain dengan juteknya


" cih~~makanya ! "saut jeje singkat


"kapan? kapan kau mulai berpikir seperti itu? " tanya dika dengan wajah penasarannya memegang erat tangan istrinya itu ,yang membuat jeje pun terdiam sejenak lalu menoleh menatap suaminya itu


"saat kau menggenggam tanganku! ketika tanganmu begitu hangat , seperti sekarang ini! " ujar jeje dengan suara khasnya sembari menatap tangan suaminya itu yang masih memegangnya yang begitu erat yang membuat dika pun langsung terdiam dengan wajah bengongnya menoleh dan melihat tangannya itu


"apa?..

__ADS_1


__ADS_2