Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
dijegat hujan


__ADS_3

tak butuh lama..


mereka pun berjalan kepintu utama gedung teater yang sudah berdiri dengan wajah bengongnya melihat cuaca diluar sana yang sedang hujan begitu deras


"siapa yang kau telepone? " tanya jeje melihat suaminya Itu yang sudah berdiri disampingnya


"aku menelepon supirku untuk menjemput Kita.. " saut dika dengan suara khasnya menoleh pada istrinya Itu yang membuat jejepun merasa tak senang mendengarnya


"sudahlah, ayo, Kita bisa membeli panyung Dan berjalan pulang.. " pinta jeje dengan wajah datarnya yang membuat dika pun terkejut dengan wajah bengongnya menatap istrinya Itu


"hujan begitu deras! apa kau selalu pulang dengan berjalan kaki? " tanya dika dengan suara terkejutnya menatap istrinya Itu


"apa salahnya jalan kaki, lagian jaraknya dekat dari appartement, bukan? " saut jeje yang ingin berjalan menuju toko yang tak jauh dari gedung teater yang mereka berdiri saat ini


"lalu kenapa? ini masih hujan ! " protes dika melihat istrinya Itu


"sebaiknya belikan aku kopi saja! " pinta jeje dengan santainya menoleh pada suaminya yang ingin beranjak pergi


"apa? kau bilang? " tanya dika dengan wajah bengongnya


"ketika aku beli panyung, kau seharusnya membelikan aku kopi, bukan? " pinta jeje dengan wajah khasnya langsung berjalan menuju toko yang dia incar yang membuat dika pun semakin terkejut dengan keinginan istrinya Itu yang tak masuk akal

__ADS_1


"apa? lalu dimana tokonya! " triak dika menatap punggung istrinya Itu


" aku ingin kopi rasa kapusobrigade bikin dua yah! "triak jeje sembari menoleh sejenak kepada suaminya Itu yang peka terhadap romatis di saat hujan bagi sepasang kekasih pada umumnya Dan dirinya pun langsung membalikan tubuhnya lagi berjalan menuju toko


"sialan! aku harus beli dimana? hujan seperti ini ,sungguh sial! kenapa tadi tak bawa móbil saja kemari Dan minum kopi di kafe yang aku suka!. " dumel dika dengan wajah kesalnya sembari membalikan tubuhnya melihat sekelilingnya mencari kedai yang masih buka 24 jam dengan cuaca hujan yang begitu deras , yang membuat dirinya pun mau tidak mau langsung berjalan kaki menuju kedai kopi yang tak jauh darinya begitu cepat Dan memesan kopi yang istrinya Itu inginkan


tak butuh lama..


dika pun yang sudah selesai memesan kopinya yang sudah Ada dikedua tangannya bergegas berjalan menghampiri istrinya Itu yang sudah berdiri menungunya sembari membuka payungnya Itu, lalu kedua kopinya pun diberikan pada istrinya Itu Dan dirinya pun memegangi payungnya sembari memeluk istrinya Itu agar tak kehujanan


"sebaiknya Kita minum di sana ? " pinta jeje sembari menujuk dengan jarinya ditempat teduh


"kau kenapa mengutuk sepanjang jalan? " tanya jeje dengan wajah herannya menatap suaminya Itu


"aku berharap hujan seperti ini bisa mengajakmu minum di kafe! " saut dika dengan wajah kecewanya sembari melirik istrinya Itu yang sudah menampakan wajah juteknya


"aku mengutuk hujan bukan kau! " protes dika dengan wajah kesalnya


"bilang saja jika tidak mau berjalan dengan ku! kau berhak untuk menolak apapun yang tidak kau inginkan! " Cetus jeje dengan wajah kecewanya


"aku tidak bermagsud seperti Itu! "protes dika dengan pemikiran istrinya Itu terhadapnya sembari berjalan Dan menggandeng pundak istrinya Itu dengan hati-hati

__ADS_1


"tapi, di dalam hatimu kau benar-benar tidak mau berjalan denganku Sama sekali benar bukan? "Cetus jeje yang sudah menepi sembari duduk dengan wajah diamnya


"Itu tidak benar Sama sekali! " protes dika dengan wajah heranya yang sudah menaruh payungnya ditepi Dan duduk disamping istrinya Itu


"aku tidak pernah melakukan Hal yang tidak aku inginkan Sama sekali! " ujar dika yang sudah menatap istrinya sembari mengibaskan bajunya yang sedikit basah beberapa kali


"aku iri padamu, ini... " saut jeje sembari menyodorkan kopinya kearah suaminya Itu


"karena aku pria yang tegas, benar Kan? " ujar dika dengan PDnya sembari menerima kopinya dari tangan istrinya Itu


"bukan, aku iri padamu karena kau punya hãk untuk menolak apapun yang tidak ingin kau lakukan? "sindir jeje dengan santainya sembari meminum kopinya yang masih panas Itu


"lagian orang biasa seperti aku, tidak punya pilihan Sama sekali, Dan bahkan jika Itu sesuatu yang dibenci! " ujar jeje yang sedikit merendahkan dirinya saat ini yang membuat dika pun merasa kesal Dan marah mendengar istrinya Itu yang mengeluh padanya dengan hubungan mereka berdua saat ini


"apa kau ingin merusak suasana seperti ini? " Cetus dika dengan wajah kesalnya menatap istrinya Itu


"aku hanya teringat ketika kau bilang kalau kau ingin menonton film denganku! "protes jeje dengan wajah juteknya menatap suaminya Itu yang terlalu peka terhadap dirinya Itu yang membuat dika pun terdiam dengan wajah bingungnya


"aku tidak tahu apa yang kau bicarakan Itu? " saut dika Sembari meminum kopinya dengan perlahan


"bisakah kau hidup seperti ku? mungkin kau Akan paham Dan mengerti apa yang aku ucapkan barusan! " pinta jeje dengan suara khasnya sembari meminum lagi kopinya Itu dari tangannya dengan santai

__ADS_1


__ADS_2