
"apa kau bilang sekali lagi!.. " triak Ratih yang sudah menampakan wajah marahnya yang tidak terima
"aku tidak mau bertengkar dengan ibu, tapi, kalau anda menyerangku , aku tidak akan diam saja! " ujar jeje yang sudah menahan rasa kesalnya , yang membuat Ratih pun dengan emosinya melayangkan tangannya kearah wajah anak tirinya itu
"kau! kira aku main-main ? " triak Ratih
plakk...
namun jeje pun dengan singgap langsung menangkap dan memegang tangan ibu tirinya itu dengan sekuat tenaganya
"perusahaan sudah mau bangkrut, tapi ibu masih mau bertengkar denganku disini" saut jeje yang menatapnya dengan tajam
"apa! beraninya kau! lepaskan tanganku! " triak Ratih dengan rasa kesalnya menarik tangannya dari pegangan anak tirinya itu sekuat tenaganya, dengan leflek jeje pun melepaskannya dengan secara perlahan yang membuat Ratih pun sedikit kurang keseimbangan tubuhnya yang sudah semponyongan
"ahhh! .. kau beraninya ingin memukulku ! " triak Ratih yang tidak Terima sembari menujuknya dengan jarinya kearah wajah anak tirinya itu
"apa kau mau mencobanya? " tangtang jeje yang sudah mengempalkan tangannya dengan posisi ingin meninju ibu tirinya itu, yang membuat Ratih pun semakin terkejut ketakutan
"apa!!kau!! 😤..
"yang seharusnya di peringatan adalah ibu sendiri, perusahaan sudah mau kolaps tapi ibu malah ingin cari ribut disini! . . " sindir jeje dengan suara tegasnya
"apa kau tak ingat kalau aku ini siapa? beraninya kau tak hormat padaku! hah!!.. " triak Ratih dengan mata melototnya
__ADS_1
srekkk....
yang membuat jeje pun berhenti dan menoleh kearah semak-semak yang membuatnya mencuri perhatiannya dan mengabaikan ocehan ibu tirinya itu yang terdiam sejenak dan tanpa pikir panjang lagi jeje pun langsung menoleh lagi pada ibu tirinya itu dengan wajah datarnya
"terimakasih telah mengajariku bagaimana caranya memandang rendah orang lain " ujar jeje yang tak mau berdebat lagi berjalan pergi meninggalkan ibu tirinya yang belom selesai dengannya yang masih berdiri dengan wajah marahnya pada dirinya
"EKSEKUTIF dika menginginkan diriku? apa magsudnya laki-laki itu? ckk... (batin jeje) yang sudah berjalan masuk menuju kamarnya dengan wajah sedikit kesalnya
1 hari kemudian..
di perusahaan eagle
"sudah janji ketemu jam 12 siang, tapi kenapa tuan mu belom juga muncul? " tanya jeje yang sudah berdiri dengan rasa kesalnya kepadaada seketaris dika dengan wajah sedikit serba salahnya
"mohon maaf, bisa menunggu 10 menit lagi.. " pinta dani pada jeje dengan wajah cemasnya
"maaf,maaf ,tunggu sebentar aku akan periksa lagi" ujar dani dengan suara pelannya dengan segera berjalan menuju ruang rapat dengan hati cemasnya dan jeje pun dengan rasa sabarnya mau tak mau akhirnya menunggu lagi sembari berdiri melipat kedua tangannya didadanya
toktoktok~~
krakk.. (suara pintu)
dan dani pun segera masuk menemui tuanya itu yang sedang rapat dengan beberapa kliennya
__ADS_1
beberapa menit kemudian..
pintu pun terbuka lebar dan sepertinya rapatnya pun selesai begitu cepat disaat dika mendengar kedatangan jeje ke perusahaannya dengan segera dika pun menyuruh dani untuk segera masuk
"nona jeje silahkan masuk, tuan sudah menunggunya.. " pinta dani yang sudah berdiri di depan pintu untuk mempersilakan masuk dengan wajah ramahnya, dan jeje pun dengan wajah datarnya segera masuk ke ruangan rapat
"Halo.. "sapa dika dengan wajah senyum kecilnya
" hmm...
"apa kau sedang sibuk? " tanya dika pada jeje
"jam makan siangku sudah mau habis jam 13:30, dan aku juga harus cepat kembali ke kantorku "saut jeje dengan wajah juteknya
" baiklah, ayo silahkan duduk.. "pinta dika yang sudah mempersilahkan jeje duduk di sofanya dan melihat seketarisnya yang sudah berdiri di belakang jeje
"oia, dani tolong ambilkan 2 cangkir kopi . .
" baik, tuan "saut dani dengan segera membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi namun dengan segera jeje menghentikanya
" tunggu! apa tuan dika tidak bertanya lebih dulu kepadaku? 1 cangkir kopi itu untuk EKSEKUTIF dika semua, aku hanya cukup 1 gelas air putih saja "ujar jeje yang sudah menatap dika dan menoleh lagi kearah seketarisnya dengan wajah datarnya, yang membuat dani dan dika pun terkejut dengan wajah bengongnya
" ah?
__ADS_1
"baiklah, nona.. " saut dani dengan rasa sedikit herannya langsung bergegas berjalan keluar , dan dika pun terdiam sejenak dengan wajah bengongnya
"ternyata... dia adalah seorang wanita luar biasa.. (batin dika)