
beberapa menit kemudian..
dengan perlahan dika pun melepaskan ciumannya sembari menatap jeje dengan dinginnya sama halnya dengan jeje yang sudah terdiam sejenak sembari mengatur nafasnya menatap dika dengan dinginnya
"aku akan menghubungimu " ujar dika yang sudah membalikan tubuhnya berjalan pergi meninggalkan jeje yang masih terdiam membeku
"aku tunggu jawabanmu.. " saut jeje yang sudah beranjak pergi keluar kantor dengan hati hampanya yang begitu gulandah dan galau berjalan begitu lambat dengan pikiranya yang begitu kacau
tap... tap... tap...
pagi pun tiba.. pukul 10:23 menit
yang saat ini jeje sedang sibuk dengan pekerjaan dan melupakan kejadian tadi malam,namun dengan tiba-tiba ponselnya pun berbunyi diatas mejanya
kring... kring... kring..
yang membuat jeje pun langsung melihat dan mengakat no layar ponselnya yang dia harapkan
"haloo..
" keluar!
"keluar kemana? " tanya jeje dengan wajah penasarannya
"keluar saja dari kantormu! " saut dika dengan suara tegasnya, yang membuat jeje pun langsung menghelang nafas beratnya sembari menutup ponselnya dan bergegas mengambil tasnya beranjak bangun dari duduknya dengan tergesa-gesa menuju lobby dengan wajah sedikit penasaran, dan benar saja dika pun sudah menunggunya di dalam mobil , dan pintu mobil pun sudah di bukakan oleh supir yang sudah berdiri menunggunya, yang membuat jeje pun dengan wajah datarnya langsung berjalan masuk kedalam mobilnya
__ADS_1
brukk... (suara pintu mobil)
dan mereka berdua pun sudah duduk dengan nyamannya menuju kesebuah restoran yang sudah di tujukan oleh dika sebelumnya kepada supirnya, jeje dan dika pun hanya bisa terdiam dingin tanpa ada sepatapun pembicaraan diantara mereka berdua yang sudah sibuk masing-masing melihat pemandangan di luar jendela sana
brummm.... brummm.. (suara mohon)
beberapa menit kemudian..
mereka pun sudah sampai di tempat tujuan dan berjalan masuk kedalam restoran bernuansa Jepang yang sudah dika pesanankan sebelumnya, dan melangkah masuk keruangan khusus vif yang sudah dihidangkan beberapa menu diatas meja makan yang masih hangat dan mereka pun langsung duduk dengan posisinya yang sudah disiapkan untuk dua orang, dan tak lupa pelayan pun menuangkan air sake ke dalam gelas mereka masing-masing dan lalu beranjak pergi meninggalkan mereka berdua
"brakk... (suara pintu)
"mari makan, ohh, iya hubungan kita hanya 1 tahun saja, dalam 1 tahun ini, jika aku menikah , maka hubungan kita selesai. . " ujar dika sembari menyuap makanannya kedalam mulutnya, yang membuat jeje pun yang mendengar itu hanya bisa terdiam sembari memakan makanannya
"aku akan mengatur rumah untuk pak budi tinggal dan sekeluarga, dan aku juga akan membayar biaya pengobatan dan rehabilitasinya . . " ujar dika yang sudah menatapnya serius
"bagaimana dengan rumah yang lama? " tanya jeje pada dika dengan wajah penasarannya
"apa kau tidak tahu berapa besar utang ayahmu itu? aku tidak mau mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan rumah itu, biaya pemeliharaannya juga sangat besar . . " ujar dika dengan suara tegasnya yang membuat jeje pun sedikit kecewa dengan keputusannya
"maaf, aku setuju menjadi kekasihmu Eksekutif dika, karena kau berjanji padaku akan menyelamatkan rumah itu ? " protes jeje dengan wajah datarnya menatap dika
"jika kau tidak mau, ya sudah, tidak jadi menjadi kekasihku selama 1 tahun, pengeluaranku pun juga dapat hemat ! . . " saut dika dengan cetusnya , yang membuat jeje pun sedikit kesal namun dia tahan yang langsung menundukkan wajahnya
"baiklah, tapi bisakah kau membantuku selama perawatan ayahku Sampai sembuh? "tanya jeje yang sudah pasrah dengan keputusan laki-laki itu padanya
__ADS_1
"aku bisa sanggupi itu.. " saut dika sembari meminum sakenya didalam gelasnya , yang membuat jeje pun sedikit lega
"baguslah ..
"aku lupa satu hal lagi, tidak ada uang santunan disaat kita berpisah nanti! "pinta dika yang sudah menatapnya dingin..
"aku tidak butuh itu.. " saut jeje cuek
"selama 1 tahun bersamaku, kau tidak boleh kencan dengan pria lain, setelah kita bubar , kau bebas kencan dengan siapapun, selama 1 tahun itu kau tidak boleh punya pacar atau kencan buta . . " pinta dika dengan seriusnya
"baiklah..
"mulai saat ini, jangan bocorkan hubungan kita kepada siapapun , setelah berakhir, jangan libatkan aku dalam masalah mu. . " pinta dika dengan suara tegasnya memperingatkan jeje yang masih terdiam mendengarkannya
"kau tidak perlu khawatirkan itu . . " saut jeje dengan wajah cuteknya
"betulkah tidak perlu khawatir? " tanya dika dengan wajah penasarannya
"tidak usah khawatir, tidak ada hal seperti itu . . " saut jeje yang sudah menampakan wajah santainya sembari mengunyah makannya
"baguslah, aku percaya padamu yang terpenting jangan mimpi ingin menang dariku, lakukanlah tanpa syarat , aku bisa mengakhiri kesepakatan kapan saja bila kau masih keras kepala dan arogan, dan tentunya bantuan keuanganku akan berhenti juga apa kau mengerti?.. "ujar dika dengan suara sedikit menekannya yang membuat jeje pun terdiam sejenak
"aku akan berhati-hati. .
"ckk.. kau bilang akan berhati-hati? baiklah, aku tunggu!.. " ujar dika yang sudah tersenyum licik yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan pikiran kacaunya
__ADS_1