
2 hari kemudian..
siang pun tiba menujukan pukul 11:22 menit, yang saat ini jeje pun sudah didalam kantornya yang sedang bergulet dengan komputernya yang amat serius dimeja kerjanya ,
tik... tik.. tik..
"wah, masih belom selesai juga? " dumel jeje yang masih mengecek laporanya yang belom kelar diatas meja kerjanya, namun dengan tiba-tiba ponselpun berbunyi didalam tasnya
kring... kring.. kring..
yang membuat jeje pun sedikit kesal yang sudah mengganggu konsentrasinya mendengar ponselnya itu
"siapa lagi ah! " dumel jeje yang langsung merogoh ponselnya didalam tasnya dengan cepat sembari mengkerutkan halisnya melihat nomor yang dikenalnya itu
"halo..
"kenapa kau harus berkerja dihari pekan ? bukankah itu melanggar aturan ketenagakerjaan? " tanya dika dengan suara protesnya yang sudah berada diluar Sana yang belom diketahui oleh istrinya itu
"sebagai seorang manajer senior , tidak seharusnya kau berkata seperti itu bukan? " sindir jeje dengan suara cetusnya memberitahukan pada suaminya itu tentang jabatannya
"sekarang aku sedang berada di supermarket dekat kantormu , cepatlah keluar! "pinta dika dengan suara khasnya memaksa kepada istrinya itu didalam Sana, yang membuat jeje pun langsung mengkerutkan matanya yang sedikit kesal itu
"apa! sekarang? " tanya jeje dengan sedikit malasnya
" iya ,kenapa emangnya , apa pekerjaanmu belom selesai? "tanya dika dengan suara sedikit penasarannya kepada istrinya itu
"belom, dan aku harus pergi ke sesuatu tempat setelah pulang kerja! "saut jeje yang sudah memberitahukan pada suaminya itu
__ADS_1
"batalkan, aku akan ajak kau pergi ke sesuatu tempat? " pinta dika dengan suara tegasnya
"aku tidak bisa membatalkannya...
" keluar! cepat! "bentak dika dengan wajah kesalnya memotong kalimat jeje begitu saja sembari mematikan ponselnya dengan kasarnya diluar Sana , yang membuat jeje pun langsung sedikit terkejut sembari menghelang nafas beratnya mendengar kelakuan suaminya itu yang suka memaksa, yang membuat jeje pun dengan terpaksa mengikuti apa yang suaminya itu pinta ,sembari berjalan cepat keluar pintu utama kantor yang sebelumnya sudah meminta ijin pada menejernya itu
tak.. tak... tak...
dan jeje pun dengan cepat berjalan lurus menuju supermarket yang suaminya itu bilang tadi , dan benar saja pak supir itu pun sudah berdiri sembari menunggu dirinya yang sudah membuka pintu mobilnya, yang membuat jeje dengan cepat langsung menghampirinya
tak... tak... tak...
"masuklah! " pinta dika pada istrinya itu yang sudah berdiri melongo melihat suaminya itu
"yah ,dika, sekarang aku...
brakkk... (suara pintu mobil)
brummm.... brumm...
"dika, aku harus pergi ke sesuatu tempat? " pinta jeje yang sudah memberitahukan pada suaminya itu yang membuat dika pun sudah tahu apa yang di masudkan istrinya itu di dalam kepalanya
"aku tahu! " saut dika singkat dengan wajah datarnya yang membuat jeje pun langsung membuang wajahnya kearah lain dengan juteknya
"humphhh...
"kita akan pergi kesana sekarang! " ujar dika yang sudah memberitahukan pada istrinya itu dengan suara tegasnya , yang membuat jeje pun langsung menoleh melihat suaminya itu dengan wajah sedikit penasarannya
__ADS_1
"sebenarnya, kita mau pergi kemana sih ? " tanya jeje yang sudah menatap suaminya itu
"ke tempat dimana yang kau inginkan? " saut dika dengan sengajanya yang belom bilang pada istrinya itu dengan tujuannya
"aku ingin bertemu dengan ibuku! " ujar jeje dengan suara khasnya menatap suaminya itu dengan wajah berharapnya
"ya, kita sebenarnya mau pergi kesana? " saut dika yang sudah tersenyum kecil menatap istrinya itu, yang membuat jeje pun sedikit terkejut mendengar suaminya itu yang berinsiatif ingin bertemu dengan mertuanya
"jadi, apa kau kesini hanya untuk pergi bersamaku ke Sanatorium ibuku? " tanya jeje menatap suaminya itu dengan wajah seriusnya yang ingin memastikanya
"ya! " saut dika singkat dengan wajah datarnya
"tapi, kau bilang tadi ada rapat penting hari ini? " tanya jeje yang masih penasaran dengan sikap suaminya itu yang tiba-tiba
"aku membatalkannya! "saut dika singkat yang membuat jeje pun semakin bingung dengan wajah penasarannya
" memang bisa kau membatalkannya?"tanya jeje lagi dengan suara khasnya menatap suaminya itu dengan seriusnya
"palingan, aku akan dimarahin , itu bukan masalah besar, tapi aku sudah menyewa mobil ini ? "saut dika yang biacara apa adanya pada istrinya itu yang membuat jeje pun sedikit terkejut mendengarnya
" apa! batalkan saja! "ujar jeje jutek
"aku sudah membayarnya full teng?" saut dika yang tak mau kalah debat dengan istrinya itu
"kalau begitu ya sudah lupakanlah ! " cetus jeje yang sudah menatap dengan juteknya
dan mereka pun akhirnya pergi bersama menjenguk ibu sekaligus mertua dari dika yang sudah bersiapan maksimal sebelumnya yang tidak diketahui jeje istrinya itu saat ini
__ADS_1