
beberapa jam kemudian..
di tempat hotel 🏨
"dika... malam ini ku pastikan kau akan jadi milikku.. (batin lalisa) yang sedang berpura-pura dengan tubuhnya yang sudah lemas karena mabok anggur yang dari tadi meminumnya di saat dika sedang keluar dari restoran
tak... tak... tak...
brakk... (suara pintu)
"ah! kepala ku pusing sekali!..
"apa yang kau lakukan?.. " tanya dika pada lalisa yang sudah di papah dan membantunya berjalan menuju sofa
"kau sungguh tidak tahu, aku bilang malam ini aku mau bersamamu.. " saut lalisa yang sudah menatap dika yang begitu dekat sembari membelai pipinya itu yang sudah berada di dekapannya
__ADS_1
"kau mau bersamaku?..
" kenapa? apa kau meragukanku ? jangan terlalu egois, meskipun kau luar biasa , tapi aku adalah lalisa , banyak pria yang suka padaku, tapi aku hanya mau bersama mu, aku juga sangat malu, tapi aku harus bagaimana lagi ? aku sudah terlanjur suka dan cinta padamu, aku tidak mau pulang , aku mau bersamamu malam ini.. " ujar lalisa dengan suara maboknya memaksa dan memegang tangan dika yang begitu erat yang membuat dika pun sedikit kewalahan , namun dengan paksa dika pun melepaskan pegangannya dari tangan wanita itu yang sudah duduk atas sofa , dan dengan cepat melangkah berjalan menuju mejanya dan mengambil minuman anggurnya kedalam gelas miliknya
"dika, kemarilah duduk bersamaku!.. " pinta lalisa dengan suara manjanya beberapa kali namun dika mengabaikan ajakannya itu, yang saat ini sedang menikmati anggurnya
"ckk... dia berpura-pura mabok, dikira aku bodoh.. (batin dika) yang sudah tersenyum sinis sembari menikmati minumannya dengan santainya
" oh!! panas sekalii.. kenapa mendadak panas sekalii!!... " ujar lalisa yang memulai aksinya di depan dika yang tanpa pikir panjang lagi dirinya pun membuka bajunya satu persatu , yang membuat dika pun sedikit terkejut dengan keberanian wanita itu yang sudah mengkerutkan halisnya dengan wajah herannya
"walaupun perusahaan keluarganya akan bangkrut, tetapi sebagai putri pemilik perusahaan, bukankah godaan begini terlalu kekanak-kanakan? walaupun menjengkelkan , tapi dia terlihat cukup lumayan menarik, oh, aku mau lihat siapa yang akan kalah lebih dulu dari permainan ini.. (batin dika) yang sudah tersenyum licik melihat aksi wanita itu yang sedang berjalan menghampiri dirinya yang hanya menggunakan pakaian dalaman saja yang begitu seksi , dengan rasa PDnya lalisa pun langsung mengeluarkan jurusnya yang sudah berdiri dan duduk di pangkuan laki-laki itu yang tanpa perlawanan
"apa sudah cukup?.. " tanya dika pada lalisa yang masih menciumi dirinya dan menggigit telinganya beberapa kali yang membuat dika pun semakin geregetan dengan tingkah wanita itu yang seperti ulet bulu
"aku ingin bersamamu!.. " saut lalisa yang sudah menatap dika yang begitu dekat sembari membelai pipinya yang begitu menggoda di matanya, dengan rasa penasaran lalisa pun menghampiri bibir seksi dika yang ingin menciumnya tapi dengan sadar dika pun langsung membalikan wajahnya kearah lain, tapi lalisa tak pantang menyerah begitu saja dia pun langsung menggoyangkan badannya diatas pangkuan dika yang begitu erotis dan tak segan-segan lagi lalisa pun membuka branya yang berwarna hitam itu dan di lemparkan ke sembarang arah dan memainkannya dengan tangannya yang cukup lumayan montok dan besar , yang membuat dika pun langsung panas dengan wajahnya yang sudah merah padam di saat lalisa dengan sengajanya menyodorkan buah dadanya kearah wajahnya dengan singgap dika pun langsung membalikan wajahnya sembari memejamkan matanya sejenak
__ADS_1
"apa sudah cukup!lebih baik, kau berhenti sampai disini !.. " ujar dika yang sudah membalikan wajahnya dan menatap lalisa dengan dinginnya
"dika ,bukankah kau mau juga? .. " saut lalisa sembari membukakan kancing baju laki-laki itu satu persatu dan berlahan kebawah yang ingin membuka gesper yang ada di pinggang laki-laki itu yang sudah memposisikan dirinya yang sudah berjongkok yang membuat dika pun langsung menepis tangan wanita itu darinya
"sudah cukup!
"apakah kau malu ? karena aku lebih agresif darimu , apakah kau tidak mau bergerak? . . " bisik lalisa yang sudah menempelkan bibirnya kearah telinga laki-laki itu dan menggigitnya pelan, yang membuat dika pun langsung menarik tangannya dengan wajah kesalnya
"lalisa, sebaiknya kau berhenti sebelom semuanya terlambat!.. " ujar dika dengan suara tegasnya menatap lalisa dengan wajah dinginya
"ahh!! jangan berpura-pura! bukankah kau juga sudah merencanakan malam ini datang ke hotel bersamaku! aku hanya mengikuti keinginanmu! .. " ujar lalisa yang sudah menampakan wajah kesalnya dengan tangannya yang sudah di pegang begitu erat oleh laki-laki itu
"aku tidak berencana apapun terhadap dirimu! . . " saut dika yang sudah menatap lalisa yang sedikit menekan
"tidak mungkin! playboy sepertimu mana mungkin tidak tertarik dengan diriku! apa lagi saat ini aku sudah telanjang di depanmu! dan tidak terhitung pria yang selalu mengajakku berkencan ! .. " ujar lalisa yang sudah menatap dika yang begitu sombongnya, yang membuat dika pun langsung menghempaskan pegangan tangannya dari wanita itu yang begitu kasar sehingga lalisa pun terjatuh kebawah dengan wajah kecewanya
__ADS_1
"ahh!!!..
"kalau begitu kau kencan saja dengan mereka, aku tidak sama dengan pria-pria yang kau sebutkan itu!.. " saut dika dengan wajah dinginya langsung membenarkan baju kancingnya satu persatu dan mengabaikan lalisa yang masih terdiam dengan rasa malunya