Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
mendadak romantic


__ADS_3

tak... tak... tak..


"tunggu! " triak zidan kepada mereka berdua yang sudah berhenti dan menoleh pada adiknya itu yang sudah berjalan dengan cepat menghampirinya sembari membawa minuman hangat dari tangannya yang begitu hati-hati , yang membuat jeje pun sedikit menghidar dari adik suaminya itu


"sebaiknya aku tunggu di Sana! " pinta jeje yang sudah berjalan lebih dulu, yang membuat dika pun langsung menoleh melihat adiknya itu


"ada apa lagi? " tanya dika yang sudah melihat adiknya itu


"siapa juga yang memanggilmu! " saut zidan yang sudah tersenyum ledeknya melewati kakanya itu yang langsung mengejar kekasih dari kakanya itu dengan cepat


tap... tap... tap...


"tunggu! kaka iPar! "triak zidan kepada jeje yang sudah berhenti berjalan sembari menoleh dan membalikan tubuhnya melihat adik dari suaminya itu berjalan menghampiri dirinya


" ah, iya! ada apa? "tanya jeje yang sudah tersenyum ramahnya melihat adik iparnya itu


"maaf apa kau merasa kedinginan sepanjang pertandingan tadi ? " tanya zidan dengan wajah sedikit bersalahnya pada kaka iParnya itu


"ya, sedikit! " saut jeje singkat yang sudah tersenyum pada adiknya itu


"ini cobalah, ini teh jelai mutiara , aku membeli dari mesin penjual otomatis, aku tidak dapat menemukan minuman yang lebih baik disana maafnya!" ujar zidan yang sudah tersenyum sedikit rasa bersalahnya sembari menyodorkan minuman nya pada kaka iParnya itu, yang membuat jeje pun langsung menerimanya dengan kedua tangannya


"wah! terimaskasih banyak.. "saut jeje yang tersenyum ramahanya menerima teh dari adik iparnya itu


"aku menantikan kunjunganmu berikutnya! "ujar zidan yang sudah tersenyum menantap kaka iparnya itu


" baiklah! aku juga tidak sabar lagi hahah... "saut jeje yang tersenyum sembari menganggukan kepalanya


"ngomong-ngomong apa kau punya saudara perempuan? " tanya zidan yang sudah tersenyum dengan wajah berharapanya yang membuat jeje pun sedikit terkejut mendengarnya


"apa?


"kau terlihat sangat cantik! aku ingin tahu apakah kau memiliki adik peremuan mungkin kau bisa memperkenalkan pada ku hehe... " ujar zidan yang sudah tersenyum malunya sembari menggaruk lekuk lehernya yang tak gatal itu beberapa kali , yang membuat dika pun langsung menghampiri adiknya itu dengan kesalnya yang langsung mejitak kepala zidan dengan tangannya


takkkk....


"awww!! kaka! apa yang kau lakukan? sakit tahu!! " triak zidan yang sudah amat kesakitan dikepalannya yang sudah megusapnya beberapa kali dengan tangannya sembari menoleh menatap kakanya itu, yang membuat jeje pun yang melihat itu langsung tertawa geli melihat tingkah mereka berdua


"hahaha...


" apa sudah cukup! "tanya dika pada adiknya itu yang sudah menampakan wajah kesalnya yang amat geregetan


"iya, aku balik masuk !dah.. kaka iPar ! " saut zidan yang sudah tersenyum malunya membalikan tubuhnya sembari melambaikan tangannya kearah jeje dan berjalan cepat kembali lagi ke asramanya


tak.. tak... tak...


"iya, dah.. "ujar jeje yang sudah tersenyum sembari melambaikan tangannya kearah adiknya itu

__ADS_1


"apa yang terjadi jika kau membiarkan dia berkencan dengan adik peremuanmu? "tanya dika yang sudah menoleh melihat istrinya itu


"itu akan menjadi bencana , bukan?" saut jeje ledek dengan senyumannya, yang membuat dika pun langsung tertawa geli sembari berjalan bergandengan tangan kearah mobilnya yang begitu harmonis


"hahahaha....


beberapa menit kemudian..


brumm... brumm..


Meraka pun akhirnya perjalan pulang menuju apartmentnya yang sudah duduk begitu rapat didalam jok belakang penumpang yang begitu erat didalam dekapan suaminya itu yang masih memeluknya yang tak biasa itu , yang membuat dika pun semakin senang dan bahagia termasuk jeje yang begitu sudah biasa berada didalam dekapan suaminya itu saat ini


"ini pertama kalinya kita, iya kan? "tanya dika yang sudah tersenyum menatap istrinya itu, yang membuat jeje pun langsung mengadahkan wajahnya kearah suaminya iTu


"pertama kalinya apa? " saut jeje yang sudah menatap suaminya dengan bingungnya


"kencan pertama kita ? aku ingin sekali memperkenalkan kau pada saudaraku , aku sangat romantis bukan? " ujar dika dengan isi perasaannya saat ini yang amat senang dan bahagia kepada istrinya iTu yang sudah menampakan wajah malunya yang sudah Semu merah dipipinya yang sudah memberitahukan keinginannya iTu, yang membuat jeje pun terkejut dengan wajah bengongnya mendengar perkataan suaminya iTu yang langsung terdiam sejenak dengan pikiranya


"aku ingin melakukannya, aku ingin menujukan pada orang-orang betapa beruntungnya aku! . . (batin dika) yang sudah amat bahagia malam ini bersama istrinya iTu


pagi pun tiba..


seperti biasa ditempat kantor perusahaan kontruksi yang begitu heboh tak biasa melihat beberapa macam bunga mawar sudah berderetan rapih , yang membuat karyawan lainnya pun ikut heboh melihat bunga yang begitu banyak di depan jeje yang sudah terkejut dengan wajah bengongnya


" apa-apa ini..siapa yang mengirimkan bunga sebanyak ini apa dia gila! (batin jeje) yang sudah amat malu bercampur kesalnya ..


" sepertinya,ini pria yang berbeda , aku juga tidak bisa menemukan kartu apa pun, siapa yang membawanya? "saut tata yang sudah kepoin bunga-bunga iTu sembari mencari pengirim bunga-bunga iTu , yang membuat jeje pun terkejut melihat pengirim dari ponsel kurir iTu


" dika nasution Abrams.. (batin jeje) yang langsung menaikan halisnya sembari menyodorkan ponsel kurirnya iTu


"ini , terimakasih mas!..


"sama-sama , baiklah,kalau begitu saya permisi dulu.. " saut kurir iTu yang sudah selesai langsung pergi meninggalkan bunga-bunga nya, yang membuat yudi pun sangat terkejut bukan main..


"apa! bunga lagi?.. (batin yudi) yang sudah amat kesal pada sepupuhnya iTu yang sudah salah paham


"apa pria ini gila! bunga-bunga begitu banyak apa dia akan memandikan kekasihnya dengan bunga-bunga ini!? " triak yudi yang tak percaya bukan main pada sepupuhnya iTu, yang membuat jeje pun langsung menoleh melihat menejer iTu yang sudah tersenyum kikuknya


"heheh... menejer ini bukan dari sepupuhmu, tapi orang lain yang mengirimkannya padaku.. "ujar jeje yang sudah memberitahukan pada menejernya iTu agar tak salah paham


"apa? benarkah iTu , orang lain? " tanya yudi yang sedikit terkejut mendengar perkataan karyawannya iTu


"iya! menejer.. " saut jeje tersenyum sembari menganggukan kepalanya


"siapa pria iTu? " tanya yudi yang semakin kepo kepada karyawannya iTu


"ehM... aku punya teman yang...

__ADS_1


"kau seharusnya memberitahuku lebih awal.. kukira kau tidak memiliki orang yang kau sukai? "ujar yudi yang sudah memotong kalimat jeje yang sudah paham dan mengerti dengan sikap karyawannya iTu yang begitu canggung


"kukira aku juga begitu hehe... " saut jeje yang tersenyum canggungnya sembari menggaruk pipinya yang tak gatal iTu


"sepertinya orang ini sangat suka padamu! kenapa tidak menerimanya? mungkin dia akan menghabiskan semua uangnya untuk membelikan bunga padamu jika kau membuatnya terus menunggu! " saran yudi yang sudah melipat kedua tanganya didadanya sembari memberitahukan pada karyawannya iTu dengan perasaan pria iTu, yang membuat jeje pun mengeluarkan ponselnya sembari membalikan tubuhnya iTu


"tidak, dia pantas di perlakukan dengan buruk! " saut jeje yang sudah beranjak pergi kehalaman belakang untuk menelepon seseorang yang tak lain adalah suaminya sendiri, yang membuat yudi, tata dan Sisi pun hanya bisa terawa geli melihat ekpresi wajah teman rekannya iTu


"hahah.... hahaha...


tak.. tak... tak..


" halo..


"bagaimana apa kau suka bunganya? " tanya dika yang sudah tersenyum senangnya disebrang Sana


"kenapa kau mengirimkan bunga begitu banyak? " saut jeje yang sudah duduk bersandar di balik tembok di belakang taman kantornya


"apa kau tidak menyukainya sama sekali? " tanya dika lagi yang sudah menampakan wajah sedikit kecewanya disebrang Sana


"kau tidak perlu melakukan iTu semua! hanya untuk membalas dendammu tempo hari? " saut jeje yang sudah menampakan wajah sedikit kesalnya


"sudah kebiasanku untuk melakukan hal kecil seperti itu ! apa kau sangat keberatan? " ujar dika dengan suara khasnya disebrang Sana


"tidak juga ,tapi kau sangat berlebihan sekali! dengarkan aku jika kau melakukan lagi hal seperti tadi, jangan salahkan aku bila akan kucelotehi kau! abis-abisan! " cetus jeje dengan suara sedikit ancam pada suaminya iTu disebrang Sana


"kau menggeretakku? lagian aku tidak tahu bunga macam apa yang kau sukai dan dikirimkan kepadamu? jadi dengan terpaksa aku mengirimkan semua jenis bunga yang ada di toko iTu! "ujar dika dengan jujurnya berkata pada istrinya iTu disebrang Sana


"ada lebih dari 20 jenis bunga di dunia ini, paling tidak kau harus mengirimkan semua jenis iTu padaku , bukan? " saut jeje yang amat kesalnya dengan sengajanya berkata seperti iTu pada suaminya


"apa! kau serious? aku mengerti, aku akan mengirimkan lagi besok! dengan apa yang kau pinta? " ujar dika dengan sedikit terkejut bercampur senang mendengar perkataan istrinya iTu barusan


"ckkk... apa perkataan ku, kau anggap serius? aku hanya bercanda tadi, jangan mengirimkan aku bunga lagi ! apa kau tahu iTu sangat memalukan dan di tertawain oleh teman-temanku di kantor! " saut jeje yang sudah memijat keningnya yang sudah merasakan pusingnya iTu


"kurasa hanya kau Saja orang di dunia ini yang merasa malu saat menerima bunga? "ujar dika yang sudah menampakan wajah herannya disebrang Sana mendengar perkataan istrinya iTu barusan


"terimakasih atas kebaikanmu iTu, tapi kau benar-benar tidak harus melakukan iTu! " pinta jeje dengan suara khasnya memberitahukan pada suaminya iTu


"aku ingin meletakan namaku diatas bunga nya dan memberikan pita diatasnya, tapi sayang aku tidak kulakukan! " saut dika yang sedikit kecewanya pada dirinya iTu


"jika kau melakukannya, aku takut aku akan memakannya langsung di depan para teman-temanku! " ujar jeje yang begitu sadis mengancam dirinya sendiri yang sudah menampakan wajah kesalnya


"makanya aku tidak mau kau mati karena makan kertas namaku jadi jangan lakukan iTu , baiklah ,aku tutup dulu masih ada perkerjaan lagi, dah... "saut dika yang tersenyum ledek mendengar perkataan istrinya iTu


" ok!.. "ujar jeje yang langsung mematikan panggilan iTu yang sudah terdiam sejenak sembari tersenyum kecil mengingat tingkah suaminya iTu


"hehe... sungguh pria yang konyol!.. (batin jeje) yang sudah merasakan benih cinta tumbun dari lubuk hatinya paling dalam yang baru dirinya rasakan saat ini

__ADS_1


__ADS_2