
"ya, aku bukan pengecuwalian , tapi aku merasa lebih nyaman saat aku membayar barang-barangku sendiri! " sindir jeje dengan pikiran negatifnya Pada suaminya itu yang membuat dika pun terkejut dengan wajah bengongnya menatap istrinya itu dengan perkataanya barusan
"kenapa memangnya? " tanya dika yang sudah mengkerutkan halisnya dengan wajah bingungnya
"melihat barang yang kau belikan untukku , akan mengingatkanku mengenai kontrak yang aku miliki denganmu, bahkan sekian lama sudah berlalu! tidak ada yang ingin mengingat menjadi kekasih ataupun selir rahasia seseorang! " ujar jeje dengan perasaannya saat ini mengatakannya Pada suaminya itu, yang membuat dika pun langsung tersenyum kecil Sembari memegang tangan istrinya itu dengan lembut
"aku akan mmencoba untuk tidak meninggalkan kenangan buruk apapun terjadi padamu! " bujuk dika dengan suara lembutnya menatap istrinya itu , yang membuat jeje pun langsung tertuduk melihat tangannya yang sudah digemgam erat oleh suaminya itu
"tapi aku sudah meninggalkan kesan yang buruk? " saut jeje yang sedikit ragunya
"kau tidak pernah benar-benar tersenyum disaat bersamaku? " sindir dika Pada istrinya itu dengan wajah herannya
"tidak ada hal yang patut untuk merasa senang! saut jeje dengan suara khasnya
__ADS_1
"bukanya kau selalu tersenyum bahagia disaat kau makan malam dengan atasanmu yudi bukan? aku masih mengingat senyuman itu? " ujar dika yang sudah memberitahukan Pada istrinya yang mengingat di otaknya disaat direstoran beberapa bulan yang lalu , yang membuat jeje pun langsung tercengang mendengar perkataan suaminya itu
"benarkah!? aku tidak tahu itu? " saut jeje yang sudah tersenyum kikuk
"faktanya bahwa bibiku menemui hari ini bukan? sehinga kau bersikap dingin dan cuek pada ku! " tanya dika yang sudah menatap istrinya itu dengan seriusnya
"itu akan buruk untuk kita berdua jika hubungan kita terbongkar, dia datang kesini hanya untuk memintaku tetap harus merahasiakannya! aku pikir sebelumnya dia tidak tahu kesepakatan apa yang sudah kita buat, tapi, aku memberitahu dia untuk tidak perlu mencemaskan kita!? " saut jeje yang sudah memberitahukan Pada suaminya itu yang dari tadi menutupinya
"kenapa? apa karena ayah ibu tiriku itu bukan berbisnis terkaya? " tanya jeje menatap suaminya itu dengan wajah penasarannya
"kukira begitu! ..
" dan begitu juga dengan ayahmu dan kakemu, mereka bukan berbisnis kaya saat mereka baru lahir? " tanya jeje lagi yang semakin penasarannya Pada suaminya itu
__ADS_1
"tapi mereka memiliki pandangan berbeda disaat mereka sudah menjadi jutawan? " saut dika yang sudah memijat lekuk lehernya yang sedikit pegal beberapa kali , namun dengan tiba-tiba ponsel pun berbunyi diatas sofa Sana
kring.. kring... kring...
yang membuat meraka pun terkejut mendengar suara itu , yang membuat jeje pun dengan sadar langsung menoleh melihat ponselnya yang berdering beberapa kali
"ah! telephone ku berdering! " ujar jeje dengaN suara pelannya Sembari berjalan cepat mengambil ponselnya disudut sofa Sana, yang membuat dika pun merasa kesal yang sudah menggangu mereka berdua yang sedang asik bicara
"ini sudah lalut malam, siapa lagi yang menghubungi mu malam -malam begini? " triak dika pada istrinya itu yang masih berdiri diruang dapurnya dengan wajah penasarannya, yang membuat jeje pun terdiam dengan wajah bengongnya
"ini perawat ibuku? " saut jeje dengan suara pelannya, yang membuat dika pun terkejut mendengar mertuanya itu
"apa! ibumu?..
__ADS_1