
dan mereka pun akhirnya berdansa dan menari mengikuti irama yang sudah disesusaikan dengan tema kostum Hari ini didalam pesta itu yang membuat jeje dan dika pun sangat amat senang yang begitu lekat
"ohh iya, dimana macam tutulnya? bukanya kau tarzan? " tanya jeje dengan ledeknya menatap suaminya itu sembari mengikuti irama musik yang begitu sedikit pelan
"sial!kebun binatangnya tidak mengizinkanku memijam macam tutulnya, bahkan untuk Satu malam saja, justru aku sudah menawarkan 20 miliyar tetapi sayang mereka menolaknya! " saut dika yang sedikit kecewa sembari menggerakan kakinya kekanan dan kekiri mengikuti irama musiknya yang membuat jeje pun sangat terkejut mendengar perkataan suaminya barusan
"apa? kau bilang akan membayar 20 miliyar hanya untuk menyewa 1 ekor macam tutul? " tanya jeje sekali lagi dengan wajah sedikit terkejutnya
"iya, aku akan memberikan apapun yang diperlukan untuk membuatmu bahagia ! " saut dika yang sudah tersenyum manis kepada istrinya itu yang membuat jeje pun langsung tersimpuh malu
"lalu siapa orang-orang ini? " tanya jeje yang masih sedikit penasaran kepada suaminya itu
"mereka hanya staff paruh waktu ditempat ini! " saut dika dengan suara khasnya
"apa? staff paruh waktu? " saut jeje yang sudah mengkerutkan halisnya menatap suaminya itu
__ADS_1
"aku tahu kau takut bertemu dengan kenalanmu kan? jadi kau tidak pernah mau pergi kebioskop denganku!" ujar dika yang sudah tersenyum menatap istrinya itu yang membuat jeje pun langsung menggelengkan kepalanya beberapa Kali dengan sedikit terkejutnya mendengar perkataan suaminya itu yang sudah paham
"jadi maksudmu kau memperkerjakan mereka ..? "tanya jeje sekali untuk memastikannya kepada suaminya itu
"aku harap kau bisa menikmatinya? "saut dika dengan bangganya menatap istrinya itu
"kau sungguh mengejutkanku itu sungguh adalah rencanamu bukan? maka kau sudah berhasil, tapi, kenapa ada yang salah dengan halismu yang begitu tebal? " ujar jeje yang tersenyum dengan ledekannya kepada suaminya itu, yang membuat dika pun langsung tersenyum miring menatap istrinya itu
" cckk..apa kau tahu,Karena dalam acara ini aku bisa saja melepaskan pakaianku didepan umum! " bisik dika yang sudah mendekatkan bibirnya kearah telinga istrinya itu dan langsung memutarkan tubuh istrinya itu yang mengikuti irama musiknya yang membuat jeje pun amat senang
"apa kau lupa, aku yang mengatur acara pesta hari ini, apakah kau sangat menyukainya? "tanya dika yang sudah merangkul tubuh istrinya itu yang sudah membalikan tubuhnya kearahnya lagi yang begitu lekat yang membuat jeje tersenyum menatap suaminya itu
"dengan senang hati! " saut jeje dengan keberanianya mencium bibir suaminya itu yang lebih dulu yang membuat dika pun sedikit terkejut namun dengan cepat dirinya pun langsung menahan wajah istrinya itu agar sedikit lama mencium bibir mungil istrinya itu dengan musik yang sudah disesusaikan dengan kondisi saat ini yang begitu romantic yang membuat para staff pun bersorak bahagia melihat tuanya bersama kekasihnya yang sudah bertepuk tangan dengan meriahnya yang membuat jeje dan dika pun tersenyum , tertawa bahagia yang sudah ditaburi bunga-bunga dengan semburan kertas yang berwarna warni dimana-mana oleh beberapa staff yang sudah diatur oleh dika sebelumnya di acara pesta dansanya dengan pujaan hatinya
"hahaha!... hahah!...
__ADS_1
beberapa jam kemudian..
akhirnya pesta pun selesai dengan rasa puasnya sekaligus rasa senangnya bagi jeje dan dika yang sudah duduk di belakang joknya , namun dengan tiba-tiba jeje pun terkejut melihat sosok jombi yang pertama Kali jumpa di depan pintu dengan wajah bengongnya
"tunggu!apa itu heru supirmu kan? "tanya jeje yang sudah menatap suaminya itu dengan suara pelanya yang membuat dika pun hanya cukup tersenyum sembari menganggukan kepalanya dengan puasnya
"ternyata dia juga mengubah supirnya menjadi jombi sungguhan? . . (batin jeje) dengan wajah diamnya memperhatikan supirnya yang sudah membuka topengnya dan menoleh kepadanya yang sudah tersenyum tidak bersalahnya
" hahahaha!.. maaf nona! " ujar heru yang sudah duduk kembali didepan pengemudinya
"gimana bukankah itu seru? " tanya dika melirik istrinya itu yang sudah ada didekapannya
"oooaamm...tentu saja seru! "saut jeje yang sudah bersandar di bahu suaminya itu yang sudah terasa capek dan ngantuk yang membuat dika pun langsung memegang tangan istrinya itu yang begitu lembut
" jeje, aku ingin sekali memelukmu selamanya , sampai maut memisahkan kita , aku juga berharap kau senang.. (batin dika) yang sudah tersenyum bahagia sembari mencium kening istrinya yang begitu lembut yang sudah terlelap dari dekapanya
__ADS_1