Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
dika yang rajin membuatkan bubur untuk istrinya


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


jeje pun yang masih dalam mimpinya tiba-tiba tersadar dari mimpinya yang sudah mendengar kebisikan diluar Sana yang cukup keras


brakkk.... brinkkk... brukkk...


"Aarghh... ribut sekali! ah!. apa yang dia lakukan? (batin jeje) yang sudah membuka matanya sembari beranjak bangun dari tidurnya dan turun dari ranjangnya menampakan wajah kesalnya


klikkk... (suara pintu)


"kenapa dia tidak pergi? apa dia mau bertahan disini, yang dicari tidak sedikit kelihatannya , meski harus mengatakan hal yang tidak mengenakkan pun tetap harus membuatnya pergi! .. (batin jeje) yang sudah berjalan menuju suara itu berasal namun dengan tiba-tiba jeje pun seketika mencium aroma gosong diarah dapur sembari mengendus-endus dengan hidungnya beberapa Kali dengan wajah paniknya


"ah!ini bau apa? " ujar jeje dengan suara pelannya langsung menoleh dan berjalan cepat menuju kompor


blupp... blupp... blupp..


"astaga! ini apa? " triak jeje dengan suara kerasnya melihat isi panci yang sudah gosong tak berbentuk sembari mematikan kompornya dengan cepat, yang sudah mengeluarkan asap hitam diruang dapurnya, yang membuat dika pun yang mendengar itu langsung lari dengan cepat menghampirii istrinya itu dengan wajah paniknya


"sudah gosong! kenapa bisa begini ? " saut dika dengan wajah bengongnya sembari memegang kepalanya yang yang begitu terkejut melihat isi panci yang dia masak dari tadi dengan susah payahnya , yang langsung menoleh melihat istrinya itu yang sudah menampakan wajah bersalahnya


"padahal hanya sebentar saja! tadi Aku tinggal menelepon sebentar... " ujar dika dengan suara pelannya sembari mempratekkan tangan jemarinya yang berbentuk C dengan wajah cemasnya , yang membuat jeje pun langsung memijat lekuk lehernya yang sedikit berat itu sembari menghelang nafas beratnya


"uhu~~setiap 2-3 menit hpmu berbunyi terus sampai membuatku tak bisa tidur, kau bisa bilang sebentar saja ? tapi nyatanya hampir 2 jam penuh ! " sindir jeje yang sudah menampakan wajah malasnya kepada suaminya itu


"bukan begitu, aku terus berada disamping kompor kok! . . " protes dika kepada istrinya

__ADS_1


"terus kau sebenarnya melakukan apa sehingga tidak tahu kalau yang kau masak sampai gosong begitu! "tanya jeje yang sedikit meninggikan suaranya menatap suaminya yang sudah berdiri dihadapanya


"tadinya aku ingin membuatkan bubur untukmu!dan memberimu makan.." saut dika dengan suara pelannya yang sedikit kecewanya yang membuat jeje pun terkejut terdiam mendengarnya


"apa? memberiku makan? "tanya jeje yang sudah terdiam dengan wajah bengongnya


" iya.. "saut dika singkat sembari menganggukan kepalanya


"apa kau tidak terlalu baik hati kepadaku? " sindir jeje kepada suaminya itu yang tak biasanya, yang membuat dika pun menghelang nafas beratnya


"uhu~~bukan untuk berbaik hati baru masak, kau baru saja selesai operasi , jadi kurasa kau harus makan bubur , dan aku juga sudah tanya kepada seketarisku juga!, jelas-jelas sudah mau matang tapi kenapa bisa gosong? " saut dika yang sudah menampakan raut wajah tak senangnya sembari mengangkat dan melebarkan kedua tangannya


"jadi tetap saja kau memasak bubur untukku! "ujar jeje dengan suara pelannya menatap suaminya itu


"tentu, padahal aku juga tidak suka bubur! " saut dika sembari menganggukan kepalanya yang tersenyum kikunya


"orang percaya atau tidak aku tidak perduli sama sekali, asalkan kau tahu saja, aduh bagaimana ini? aku benar-benar ingin memberimu makan ? " saut dika yang sudah menampakan wajah rasa bersalahnya melihat istrinya itu yang sudah menyalakan kompornya


cklek... (suara kompor)


"apa kau mau minum teh juga? " tanya jeje kepada suaminya itu


"ayo makan , aku sudah laper juga? " pinta dika yang sudah memegang lengan istrinya itu yang begitu Lembut


"aku tidak ingin makan, aku hanya ingin minum teh saja! lagian apa kau tidak masalah tidak pergi ke kantor? " ujar jeje yang sudah bersandar dibalik meja dapurnya menatap suaminya itu , yang membuat dika pun melangkah mendekati istrinya itu yang begitu dekat

__ADS_1


"tidak pergi juga tidak masalah bukan? " tanya Dika yang sudah menatap istrinya itu yang semakin dekat yang membuat jeje pun langsung memundurkan wajahnya sedikit sembari menatap suaminya itu


"sebaiknya pergi saja! " saran jeje kepada suaminya itu yang membuat dika pun mengkerutkan halisnya


"kenapa? " tanya Dika yang masih menatap istrinya itu dengan wajah bengongnya


"aku khawatir ponselmu akan bunyi terus tak berhenti! " sindir jeje yang sudah mengkerutkan matanya sembari melirik ponsel suaminya itu, yang membuat dika pun langsung menoleh melihat ponselnya yang masih ada digenggamannya


"ah! baiklah, aku sudah matikan ponselku! lalu apa lagi? " saut dika yang sudah mematikan ponselnya dengan cepat dan langsung menaruhnya didalam saku celananya lalu menatap kembali kepada istrinya yang sudah ada di dekapannya


"lalu bagaimana dengan orang-orang yang akan mencarimu? " tanya jeje yang sudah memegang dan menatap dada suaminya itu agar tidak terlalu dekat dengannya


"tidak tahu, aku hanya tahu kau saat ini butuh aku! "saut dika enteng yang sudah menatap istrinya itu yang membuat jeje pun tersenyum canggung


" hehe... seandainya aku bilang tidak butuh kau saat ini, apa kau akan Marah padaku?"ujar jeje yang bicara tutup pointnya yang membuat dika pun menahan rasa kesalnya menatap istrinya itu


"kau sepertinya orang yang tidak memikirkan perasaanku sama sekali! " sindir dika yang sudah menampakan raut wajah tak senangnya menatap istrinya itu


"aku tidak memikirkan perasaanmu bukan berarti aku tidak menaruhmu dihatiku! "cetus jeje yang begitu naif dengan raut wajah datarnya,yang membuat dika pun semakin kesal mendengarnya


"kenapa kau mengira aku tidak menaruhku dihatimu? "tanya dika yang sudah menatap dengan seriusnya


" mengganggu! "saut jeje singkat sembari melipat kedua tangannya didadanya


"mengganggu?kenapa? apa karena kau kekasihku? "tanya dika dengan sengajanya menyodorkan wajah nya ke arah istrinya itu yang begitu lekat didepan hidungnya menatapnya begitu tajam , yang membuat jeje pun langsung memundurkan wajahnya sedikit dengan nafasnya yang sudah terasa dipipinya

__ADS_1


"bukannya kau sudah tahu, aku hanya berpura-pura saja menjadi kekasihmu , dan juga bukan kekasih sesungguhanmu ! "saut jeje dengan suara tegasnya menatap suaminya itu yang begitu dekat dengan kegugupannya menatap kedua bola mata suaminya itu yang begitu banyak pertanyaan didalamnya


__ADS_2