
dan tanpa pikir panjang lagi jeje pun yang bosan langsung membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi menuju kamarnya
"mau kemana? " tanya dika yang sudah menoleh kearah belakangnya dengan wajah herannya
"aku ingin menyusun bajuku sebentar? " saut jeje yang terus berjalan tanpa melihat kebelakang lagi
"apakah harus sekarang? " tanya dika yang sudah beranjak bangun dari duduknya
"bukankah dengan begini , baru terasa seperti rumah sendiri? " saut jeje sembari menaiki anak tangga dengan hati-hati , yang membuat dika pun dengan rasa kesalnya langsung mengikuti dari belakangnya menuju kamarnya
tap... tap... tap...
dan jeje pun dengan wajah bengongnya melihat ruang lemarinya yang begitu luas sembari membuka kopernya yang sudah menghelang nafas beratnya
"uhu~~~
"apakah hanya ini semua bajumu? " tanya dika yang sudah berdiri di belakangnya sembari melipat kedua tangannya yang sudah bersandar di depan pintunya
"bukan bajuku yang sedikit, tetapi kamarnya yang terlalu besar, perlukah ruangan baju sebesar ini ? " saut jeje sembari menyusun bajunya satu- persatu kedalam lemarinya yang sudah menampakan wajah dinginya
"apakah ruangan baju yang kau sering gunakan kecil? " tanya dika dengan wajah herannya
"aku tidak punya ruangan untuk bajuku hanya untuk satu orang saja! " saut jeje dengan suara khasnya, yang membuat dika pun dengan tiba-tiba merasakan perutnya yang amat sakit dan perih yang sudah memegangnya dengan wajah diamnya
__ADS_1
"apa kau mau makan malam? " tanya dika yang masih berdiri memperhatikan jeje yang masih merapihkan bajunya
"aku tidak mau makan " saut jeje malas
"jika begitu, berarti kau belom makan , bukan? " tebak dika yang sudah menampakan wajah datarnya
"tadi aku langsung kemari setelah pulang kerja " saut jeje yang masih fokus dengan bajunya
"kalau begitu ayo kita keluar untuk makan? " ajak dika kepada jeje dengan wajah berharapnya , yang membuatnya jeje pun langsung menoleh melihatnya
"aku tidak ingin makan " tolak jeje dengan wajah malasnya
"tapi aku ingin makan? " saut dika dengan kukuhnya
"apakah ada tempat yang bisa mengantar makanan kesini? " pinta jeje dengan wajah memohonnya yang membuat dika pun sedikit kesal dibuatnya
" aku benar-benar tidak ingin keluar "ujar jeje yang sudah merasakan cape dan lelahnya
"ckkk..
yang membuat dika pun dengan rasa kesalnya langsung mengeluarkan ponselnya dari saku celananya untuk menghubungi seseorang diluar Sana
"Dani, bisakah kau Belikan aku makanan sushi untuk porsi 2 orang direstoran jepang sekitar sini.. " pinta dika pada seketarisnya itu disebrang Sana
__ADS_1
"baik, tuan.. " saut Dani disebrang Sana yang langsung melucur ke tempat tujuan , yang membuat jeje pun yang mendengar itu sedikit kesal yang sudah menggeretakan giginya
"sama sekali tidak bertanya padaku ingin makan apa! (batin jeje) Cetus
"aku tidak bertanya padamu ingin makan apa , kau jangan terlalu banyak berpikir , karena kau bilang tidak ingin makan , sushi jika diletakan beberapa lama juga masih bisa di makan, jadi aku memesannya! " ujar dika dengan suara tegasnya melangkah menghampiri jeje dengan wajah dinginya , yang membuat jeje pun yang mendengar itu sedikit kaget dengan wajah juteknya yang masih berdiri membelakanginya
"oh iya, apa kau menyuruh supir untuk menunggumu? " tanya jeje sembari membalikan wajahnya melihat dika yang sudah berdiri dihadapanya
"iya.." saut dika santai
"lalu, apa kau pergi setelah makan? " tanya jeje sembari menatap dengan seriusnya
"mungkin akan tinggal sebentar lagi! "saut dika dengan wajah diamnya
"apakah kau juga akan tidur disini? " tanya jeje dengan hati was-wasnya
"tidak! " cetus dika jutek sembari membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi , namun dengan tiba-tiba jeje pun tak sengaja melihat isi lemari sebelahnya yang trasparan melihat gaun dan Sepatu wanita yang sudah berjejer rapih sembari menghelang nafas beratnya
"uhu~~apa ini semua bajumu? buku tidak bisa dibawa kemari, meskipun bajuku tidak banyak tapi buku dikamarku cukup banyak ! " sindir jeje dengan wajah kecewanya yang membuat dika pun yang mendengar itu membalikan wajahnya
"hummph.. sungguh pintar berakting sekali kau! "cetus dika yang langsung beranjak pergi dari kamarnya yang membuat jeje pun yang mendengar itu tidak terima yang langsung membalikan tubuhnya mengejar dika dari belakangnya
tap... tap... tap...
__ADS_1
krakkk... (suara pintu)
yang membuat dika pun terkejut dengan wajah melototnya melihat jeje yang tiba-tiba langsung datang didepannya dan mengkunci kamarnya dengan wajah dinginya