
"aku sudah menelepon dia dua kali tapi ponselnya tidak tersambung juga? dia tak akan menyalahkan aku karena tidak memberitahu kepadanya tentang penyakitku kan? .. (batin jeje) yang berusaha bangun dari duduknya dan berdiri sembari mendorong infusanya
" ah! perutku!..sakit sekali!.. ah! sebaiknya aku harus cepat duduk dan berbaring di ranjanhku! "gerutu jeje yang bicara sendiri namun tanpa disengaja diirinya pun menyimbakan gordeng sebelahnya yang terbuka sedikit namun alangkah terkejut melihat kunjungan setiap pasien yang ada diruangannya yang begitu rame, yang membuat jeje pun berdiri terdiam sejenak dengan tatapan sedihnya
"semua pasienya lainnya punya teman dan keluarga sekitarnya! sedangkan aku hanya seorang diri, rasanya sedih banget tidak ada yang merawatku di saat sakit seperti ini! .. (batin jeje) dengan wajah murungnya langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya sembari memejamkan matanya , namun dalam sempintas ingatannya mengingat ibunya yang saat ini masih menjalani perawatan khusus
"pasti ibuku juga merasa kesal.. pasti ibuku juga sangat kesepian bertahun-tahun disaat sakit tidak ada siapapun yang mengunjunginya! . . (batin jeje) dalam diamnya yang penuh rasa bersalahnya dari ingatanya saat ini yang sudah memejamkan matanya dan akhirnya dirinya pun ketiduran dengan lelapnya
dan malam pun pun tiba ..
dan jeje pun terbangun dari mimpinya disaat teman-teman sekantornya datang menjenguknya
__ADS_1
"jeje, aku sudah sampai! " sapa Sisi yang tersenyum ramahnya berdiri di samping meja sembari menaruh buah-buah dan makanan untuk sahabatnya itu
"ah, kalian terimaskasih banyak sudah mau menjengukku! dan tak usah repot-repot membawakan aku makanan hehehe..." saut jeje yang sudah tersenyum senangnya melihat beberapa temannya datang sembari menggantikan posisinya menjadi duduk dan bersadar diatas ranjangnya
"wah, aku hampir iri, kau sudah langsing, sekarang saja berat badanmu bahkan turun banyak setelah operasi! " ujar Sisi dengan candaanya menoleh kepada sahabatnya itu yang membuat tata pun langsung tersenyum lebarnya mendengar sahabatnya
"kalau kau mau , kau harus menjalani operasi usus buntu dulu jika ingin menurunkan berat badanmu! " saran tata kepada Sisi yang sudah tersenyum ledeknya yang membuat Sisi pun menoleh kepada sahabatnya dengan wajah cemberutnya
"kuharap begitu, tapi usus ku baik-baik saja ! " saut Sisi dengan rasa sedikit kesalnya kepada sahabatnya itu yang sudah berdiri disampingnya
"ehemm...lebih baik aku Menyerahkan makan siangku saja, supanya aku bisa langsing secepatnya! " saut Sisi sembari membuang muka kearah lain yang membuat jeje pun tertawa melihat tingkah sahabatnya itu yang cukup menghibur dirinya
__ADS_1
"hahah.. kalian lucu juga, oh iya, dimana menejer kita? " tanya jeje kepada mereka
"dia pergi ke situs kontruksi, tadi dia ingin ikut dengan kami , tapi tak bisa, dia bilang dia minta maaf kepadamu! " saut tata dengan suara cemprengnya memberitahukan kepada sahabatnya itu, yang membuat jeje pun terdiam dengan wajah sedikit tak enak hatinya
"seharusnya dia tidak bilang begitu, berkat dia juga aku bisa menjalani operasi dengan lancar! "ujar jeje dengan suara pelannya terdiam termenung , namun dengan tiba-tiba sisi pun memegang bundak sahabatnya itu yang membuat jeje pun langsung menoleh pada sahabatnya itu
"bukankah kau menelepon keluargamu? " tanya Sisi dengan wajah penasaranya yang membuat jeje pun langsung menganggukan kepalanya
"iya , mereka datang tadi pagi! " saut jeje yang sedikit berbohong pada sahabatnya itu dengan senyuman kecilnya
"apa kau menjalani operasi tanpa kehadiran walimu? "tanya tata yang sudah menatap sahabatnya itu dengan wajah sedikit penasaranya juga
__ADS_1
"ini bukan operasi yang rumit, kurasa pihak rumah sakit tidak menganggapnya serius, aku masuk dan keluar ruang operasi lumanyan cepat, aku bahkan bisa pergi ke kemar mandi sendirian!"ujar jeje yang tersenyum dengan kepura-puraannya kepada sahabatnya itu
"memang aku tak punya wali yang aku andalkan, aku hanya sendirian, tapi aku tidak mau mereka tahu statusku saat ini !.. (batin jeje) dalam diamnya tersenyum kepada sahabatnya itu