Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
keputusan jeje kepada dika


__ADS_3

beberapa menit kemudian..


jeje pun yang sudah selesai dengan memasaknya langsung bergegas merapihkan meja makannya yang saat ini dika pun sudah duduk sembari menunggu istrinya selesai


"ohh iya, besok Lusa aku akan pergi! " ujar jeje sembari mengeser kursinya dan duduk dengan posisinya yang membuat dika pun terkejut menatap istrinya itu


"pergi kemana? " tanya dika yang sudah menampakan wajah seriusnya menatap istrinya itu

__ADS_1


"aku sudah menemukan sebuah apartmentku meski gak sebesar ini! " saut jeje sembari menuangkan minuman kedalam gelas suaminya itu


"bukankah aku, sudah membelikanmu sebuah apartement atas namamu? " tanya dika sekali lagi menatap istrinya itu dengan wajah herannya


"aku tidak Mau, lagian sebentar lagi aku akan pergi ke jepang ! " saut jeje yang sudah menampakan wajah murungnya yang membuat dika pun langsung menghelang nafas beratnya mendengar perkataan istrinya itu barusan


"maksudku, dengan menyuruhmu menunggu adalah.. kontrak nikah diantara dua pihak, aku ingin memberhentikannya, sampai aku bisa menanganinya ! "saut dika yang memberitahukan alasanya kepada istrinya itu dengan seriusnya yang membuat jeje pun menampakan wajah rasa sedihnya menatap suaminya itu

__ADS_1


"kau bisa mengatakan kata-kata seperti ini sudah cukup, terimakasih.. " saut jeje dengan wajah diamnya yang sudah merasakan hatinya yang sedikit kecewa, yang membuat dika pun langsung beranjak bangun dari duduknya dan menghampiri istrinya itu yang sudah berdiri di belakangnya dengan rasa sayangnya yang begitu dalam


"apakah kau tidak ingin menikah denganku? apakah tidak Ada rasa seperti itu didalam hatimu, bahkan sekecil kuku jari sekali pun? selain kuku jari, sisanya... Aku ingin sekali tingal bersamamu selamanya.. jeje.. "ujar dika dengan suara pelannya memeluk istrinya itu dari belakang yang sudah menampakan wajah sedihnya yang tak rela, yang membuat jeje pun memejamkan matanya yang sudah mengeluarkan butiran air matanya yang tertahankan


"lalu kenapa? hal yang tidak mungkin , kau lebih tahu dari orang lain.. " saut jeje yang menahan rasa pilu dibibirnya yang gementar hebat yang tertahankan, yang membuat dika pun merasa sedih dan kecewa dengan ucapan istrinya itu barusan, yang membuat dirinya pun secara perlahan melepaskan pelukan dari istrinya itu dengan wajah diamnya


"baiklah, kalau memang itu sudah keputusanmu, sebaiknya kau pergi dari sekarang saja! Aku tak Mau kau semakin menyakitiku! " ujar dika dengan rasa tak relanya langsung membalikan tubuhnya berjalan pergi dengan perasaanya yang begitu sakit dan pilu , tanpa disadari air matanya pun terjatuh dipipinya begitu saja sembari matanya melihat cincin yang dika bawa lagi dan di masukan kedalam saku jasnya yang sesekali mengelap air matanya yang tak bisa terbendung lagi, sama halnya dengan jeje yang masih duduk dimeja makannya yang termenung dengan perasaanya yang tak bisa terbendung lagi yang sudah menangis sejadi-jadinya

__ADS_1


"ihkss... ihks.... ihkss.... apakah sesakit ini! ya tuhan.. rasanya jatuh cinta dengan seorang pria yang bahkan bukan untuk takdirku! ihkss..... ihkss....


__ADS_2