Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
permohonan jeje pada dika


__ADS_3

1 jam kemudian..


krekkk... (suara pintu)


tak.. tak.. tak..


"ternyata kau wanita tangguh juga.. " ujar dika yang sudah berjalan menuju ruangannya yang membuat jeje pun akhirnya bisa bernafas lega melihat sosok laki-laki itu yang sudah datang tempat waktu , dan beranjak bangun dari duduknya mengikuti langkah laki-laki itu menuju ruangannya


"ayo masuklah.. " pinta dika yang sudah mempersilahkan tamunya


tak.. tak.. tak...


"duduklah..


dan jeje pun langsung duduk di atas sofa yang dika unjuk dengan jarinya dan dirinya pun berdiri dan bersandar di depan mejanya menatap jeje dengan wajah seriusnya


"aku ingin bertanya sekali lagi, dengan pasti dari mulutmu apa kau nyakin menerima tawaran ku itu? " tanya dika kepada jeje dengan wajah penasarannya


"ya..

__ADS_1


"karena apa? " tanya dika lagi yang masih menatap jeje dengan wajah herannya


"apa aku harus memberitahumu alasannya? " saut jeje dengan wajah juteknya


"kalau kau memohon belas kasihku, sebaiknya bersikaplah baik , apa kau sudah tidak sanggup lagi menanggung biaya rumah sakit?" ujar dika dengan suara tegasnya yang membuat jeje pun langsung terkejut dengan wajah melototnya dengan sadar jeje pun langsung menundukkan wajahnya sembari menghempaskan nafas beratnya


"huftt~~


"sebenarnya ,aku punya cukup uang untuk biaya rumah sakit selama beberapa bulan kedepan .. " saut jeje yang sudah menampakan wajah melasnya


"kalau begitu karena apa? " tanya dika yang masih kukuh ingin mendengar alesannya sembari mengkerutkan halisnya


"sepertinya aku juga pernah bilang kalau kau bukanlah wanita yang baik , bukan? " ujar dika dengan rasa sombongnya sembari menaruh tangannya ke dalam saku celananya yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan wajah pasrahnya


"ya benar, aku bukanlah seorang wanita yang baik..


"kenapa kau mau rumah ayahmu kembali? bukankah kau pernah bilang , masalah ayahmu dan keluarganya bangkrut bukan urusanmu? "saut dika yang sudah menatap jeje dengan wajah bingungnya


"aku tidak perduli dengan keluarga yang lain, tapi, ayahku tidak bisa berjalan, dan tidak bisa kemana-mana lagi, kalau rumah itu masih ada.. " ujar jeje yang sudah tertunduk dengan wajah keputusan asaan

__ADS_1


"lalu bagaimana dengan biaya pemeliharaan rumah itu? apakah aku harus membayarnya? " tanya dika menatap jeje yang sudah duduk terdiam mendengar jawabannya


"mohon bantuannya , Untuk membayarnya.. "saut jeje yang sudah menundukan wajahnya kearah dika dengan wajah memohonnya yang membuat dika pun sedikit tidak puas dengan apa yang di harapkan dari wanita itu


"ckk.. lalu bagaimana kalau aku menolak? " tanya dika dengan wajah dinginya menatap jeje yang sudah mengadahkan wajahnya dengan terkejutnya menatap laki-laki itu


"seseorang direktur yang gagal dalam bisnisnya, aku rasa tidak cukup pantas tinggal di rumah mewah itu .." sindir dika dengan rasa angkuhnya yang membuat jeje pun yang mendengar itu terdiam menahan rasa kesalnya yang sudah geregetan dari tangannya yang sudah mengempal kuat


"mau aku bantu? tapi sikapmu berubah jauh menjadi begini dan lembek di bandingkan 2 bulan yang lalu, benar-benar mengejutkan. . " sindir dika dengan wajah kesalnya menatap jeje yang lebih pendiam dan penurut , yang membuat jeje pun semakin serba salahnya


"tolong bantu aku.. " saut jeje yang tak perdulikan laki-laki itu bicara apa tentang dirinya tapi di dalam hatinya seperti gunung yang ingin meletus kapan saja


"bukankah kau bilang aku bukan pria tipemu?sungguh aneh tiba-tiba aku menjadi pria tipe kesukaan jeje janey? " sindir dika yang sengaja memutar balik omongan jeje padanya yang membuat jeje pun merasa sedikit termakan omongan sendiri kalau tidak karena terpaksaan melihat kondisi ayahnya saat ini


"memang benar pria sepertimu bukanlah tipeku, tapi aku tidak ada jalan lain lagi " cetus jeje yang sudah menampakan wajah aslinya , yang membuat dika pun langsung terkejut dan kesal sembari memegang rambutnya yang sok ganteng itu


"apa! baiklah kalau begitu, kalau aku bukanlah tipe pria yang kau suka, lalu kalau aku memintamu melepaskan pakaian mu, apakah kau mau melakukannya? "tanya dika dengan rasa sombongnya dan angkuhnya langsung berjalan kearah kursinya


"jika memang harus aku lakukan apa boleh buwat.. " saut jeje yang sudah mengeretakan giginya yang sedikit kesal mendengar itu

__ADS_1


"aku pikir kau adalah wanita yang rela mati daripada bersama pria yang dicintainya, aku sungguh kecewa, jeje, ternyata kau kalah oleh masalah uang, sekarang aku sudah tidak tertarik dengan dirimu lagi!.. " saut dika yang sudah duduk bersandar di kursinya sembari menatap wanita itu dengan liciknya yang membuat jejepun sedikit kesal dan marah dengan sikap laki-laki itu


__ADS_2