
"tunggu sebentar, tunggu sebentar! apa magsudnya ini?! " tanya dika pada jeje dengan wajah kaget dengan mata melototnya yang tidak percaya sama sekali dengan apa yang ada dipikiranya itu
"kau mengatakan sebelumnya belom pernah pacaran sama sekali, berarti saat ini apa kau masih perawan? apakah kau berharap aku memperlakukanmu lebih special ? meskipun itu lebih baik dibandingkan punya banyak mantan pacar, tapi aku juga tidak pernah berpikir memperlakukanmu lebih special? "ujar dika dengan suara khasnya menatap jeje dengan seriusnya
"aku pun tidak meminta di perlakukan special, aku akan makan pil KB dulu! setelah itu baru aku akan memikirkan alat kontraksepsi, oke? " saut jeje dengan wajah pasrahnya yang langsung beranjak bangun dari duduknya
"aku sudah selesai makan .. " ujar jeje dengan wajah malasnya yang membuat dika pun langsung terdiam dingin
"duduk!"pinta dika dengan tatapan tak sukanya
"aku tidak selera makan lagi, jika dipaksa makan aku akan muntah, aku takut muntah didepanmu, dan kau akan merasa jijik padaku? " tolak jeje dengan wajah datarnya yang membuat dika pun sedikit marah disaat dirinya belom selesai bicara kepadanya yang keras kepala
"aku bilang duduk! aku tidak akan memaksamu makan, dudukLah "pinta dika dengan wajah memohonya yang membuat jeje pun dengan terpaksa duduk kembali dengan diamnya
"baiklah, jangan khuwatir hamil, aku bisa menjegahnya? " ujar dika dengan suara khasnya yang membuat jeje pun terdiam sejenak mendengar itu
"sekarang sudah oke, kan? sebaiknya kau makan lagi? " bujuk dika dengan wajah pasrahnya yang sudah memijat keningnya yang amat sakit sebelah
"aku sudah tidak selera makan lagi! " saut jeje dengan wajah malasnya yang membuat dika pun langsung manatap dengan wajah datarnya
"apa kau tahu ?aku datang kesini, hanya karena ingin makan bersamamu?" ujar dika dengan wajah kecewanya
"mungkin aku belom memiliki perasaan, atau mungkin terlalu tegang, dan mungkin juga belom bisa menerima semua kondisi ini, agak rumit, lingkungan yang tiba-tiba berubah , dan beberapa hari lagi akan lebih baik, mungkin akan terbiasa !?. . " saut jeje dengan wajah datarnya yang membuat dika pun tak bisa berkata apa-apa lagi yang sedang mengunyah makanannya yang mulai tak berselera
" baiklah,aku mengerti , sebaiknya kau jangan makan lagi "pinta dika yang sudah menaruh sendok di samping piringnya
__ADS_1
"letakan saja , aku akan membereskannya " saut jeje dengan suara khasnya
''baiklah.. "saut dika sembari mengelap bibirnya dengan tisu yang sudah ada di atas mejanya
"oh.. iya, apa mau aku buatkan teh? " tanya jeje pada dika
"ya..
" baiklah, kalau begitu aku bereskan sebentar ! "ujar jeje yang sudah beranjak bangun dari duduknya sembari membereskan alat makannya di atas meja, yang membuat dika pun tak suka melihatnya
"sudah, letakan saja disana? "pinta dika dengan wajah kesalnya , namun jeje pun tak bergeming ataupun mendengar perkataan dika padanya , yang membuat dirinya pun semakin jengkel,dengan sontak dika pun menangkap dan memegang tangan kanan jeje yang begitu erat
"letakan! aku bilang letakan saja! tolong berikan aku teh sekarang juga!"pinta dika dengan wajah memohonnya yang sudah cape dan lelah berdebat dengannya yang dari tadi , yang membuat jeje pun yang tak banyak bicara langsung berjalan menuju dapur sembari membawa piring dan gelas kotornya dengan kedua tangannya , yang membuat dika pun langsung beranjak bangun dari duduknya dan mengikuti dari belakangnya sembari menghelang nafas beratnya
" uhu~~~
"kau tidak banyak bicara? ataupun cerewet seperti wanita lainnya? bukankah kau mengatakan ingin terlihat seperti pasangan normal pada umumnya? dan bukankah kau menyuruhku untuk mencintaimu ? meskipun itu hanya ekting saja? jika aku berpura-pura mencintaimu, bukankah seharusnya kau begitu juga padaku? . . " tanya dika beruntun yang sudah berdiri dibelakangnya sembari melipat kedua tangannya di dadanya yang sudah menatap punggung jeje yang masih cuek dan dingin padanya, yang sudah bersandar didepan lemari piringnya
"aku akan berusaha! "saut jeje singkat sembari mencari teh setiap laci lemarinya
grekkkkss... (suara geseran laci)
" ini dia? oh ..iya, kau mau minum teh apa ? "tanya jeje sembari melihat beberapa macam teh didalam laci nya
"teh chRsanthenum.. " saut dika singkat yang membuat jeje pun langsung menaikan halisnya mendengar itu
__ADS_1
"sungguh aneh ! " cibir jeje dengan wajah juteknya, yang membuat dika pun yang mendengar itu sedikit kesal
"apa kau bilang ?
"hari ini aku baru datang kerumah ini, tetapi semua sudah serba lengkap? magsudku perlengkapan rumah tangga, teh saja sampai ada 9 macam , seperti pindah rumah yang sudah lama berpenghuni , sungguh aneh bukan? "ujar jeje sembari menatap teh yang ada di tangannya, yang membuat dika pun langsung melangkah menghampirinya sembari membalikan tubuh jeje kearahnya
"lain kali tatap wajahku disaat berbicara? "pinta dika dengan suara lembutnya sembari mengambil teh dari tangannya dan menaruhnya disamping dirinya
trak...
"dan jangan membelakangi ku? " ujar dika yang sudah memegang tangannya yang begitu lembut yang membuat jejepun semakin terdiam sejenak dengan wajahnya yang sudah tertunduk gugup
"baik..
"dan saat ini pun kau masih tidak menatapku? " tanya dika yang sudah menatapnya begitu lekat sembari tangannya yang sedang memegang dagu kecilnya menarik kearahnya secara perlahan
"aku mengerti.. " saut jeje dengan perlahan mengadahkan wajahnya dengan sorot matanya yang begitu dingin
"tatap aku! sekali saja? " pinta dika yang semakin menatapnya yang begitu dekat yang membuat jeje pun dengan ragunya menatapnya yang begitu hangat
"bolehkah aku menciummu ? " ijin dika dengan wajah berharapnya , yang membuat jeje pun langsung terdiam sejenak dengan gugupnya
"iya.. " saut jeje dengan tatapan lekatnya..
yang membuat mereka pun terdiam sejenak dengan nafas mereka yang sudah bersahutan yang begitu dekat hanya beberapa centi saja, dengan sontak jejepun langsung memejamkan matanya dan dika pun dengan rasa senangnya langsung mengecup bibir imutnya yang begitu dalam dengan permainan lidahnya yang begitu dominan yang sudah mengespos seluruh dalam mulut jeje dengan lidahnya yang begitu agresif , dan dika pun dengan kedua tangannya langsung menekan dan memegang lekuk leher jeje yang begitu erat
__ADS_1
"mmmmuuuaaccccchhh💕~mmmmuuuuuuaaahhh💕~