Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kesalahpahaman diantara mereka berdua


__ADS_3

malam pun tiba di apartment ..


yang saat ini mereka berdua pun sudah ada diruang tamu yang sedang membicarakan dengan seriusnya


"jeje, aku ingin kita pergi ke kanada? apa kau mau? " tanya dika yang sudah menatap istrinya itu dengan wajah berharapanya


"kenapa? kita harus kesana?" tanya jeje balik menatap suaminya itu dengan wajah herannya


"kita bisa main ski di Sana ! " saut dolken dengan suara khasnya yang masih menatap istrinya itu


"kita tidak perlu kesana hanya untuk main ski, bukankah pusat ski dekat sini akan dibuka bulan ini? " tolak jeje dengan lembutnya tersenyum kepada suaminya itu, yang membuat dika pun semakin kesal mendengar istrinya itu yang selalu menolak


"bukankah kau bilang, kau terlalu banyak kenalan disini, dan kau tidak suka berjalan denganku kan? " protes dika yang sudah menampakan wajah sedikit kecewanya kepada istrinya itu


"belakangan ini aku sibuk kerja, sulit untuk meminta izin dan pergi main ski diluar negri ! " ujar jeje dengan alasanya yang ingin menghindar dari suaminya itu

__ADS_1


"apa kau tidak menyadarinya petapa ragunya dirimu setiap kali aku menganjakmu pergi kesesuatu tempat bersamaku? "sindir dika yang sudah amat kesal dan marah kepada istrinya itu


"kau tidak masuk diakal! aku sudah bilang padamu aku tidak bisa dan sangat sibuk! "cetus jeje yang sudah menampakan wajah sedikit Kesalnya kepada suaminya itu


"kalau begitu kenapa kau tidak keluar saja dari pekerjaanmu, dan pergi bermain ski bersamaku! " ujar dika dengan Suara tegasnya yang masih kukuh dengan keputusanya kepada istrinya itu


"kau aneh, keluar dari pekerjaanku agar aku bisa main ski denganmu!kau pikir aku apa, orang bodoh?"protes jeje dengan cetusnya menatap suaminya itu


"kau menolak menonton pertunjukan musical atau main ski denganku?kau juga bilang tidak mau menghabiskan waktu denganku, dan kau juga tidak mau melakukan apapun denganku! "ujar dika yang amat kesal kepada istrinya itu yang tidak mau mengerti perasaannya saat ini


"kau selalu melakukan apapun yang kau mau! dan tidak pernah mempertimbangkan perasaanku sama sekali! "cetus dika yang langsung beranjak bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan istrinya itu dengan wajah marahnya, yang membuat jeje pun tak banyak bicara hanya bisa terdiam memperhatikan sikap suaminya itu yang tak biasanya


"saat tanggal dan bulan berakhirnya kontrak semakin dekat, dia semakin jadi aneh!dan gampang pemarah! .. "(batin jeje) yang masih duduk terdiam sembari bersandarkan kepalanya diatas sofa melihat atap langit-langit dengan pikiran kacaunya


dan pagi pun tiba..

__ADS_1


jeje pun sangat terkejut melihat suaminya itu yang tiba-tiba membawa beberapa barang begitu banyak kedalam apartmentnya yang sudah ditaruh diatas meja dan sofanya yang sudah di bantu oleh supir dan pelayan apartmentnya


"ada apa ini? " tanya jeje yang sudah menampakan wajah bingungnya menoleh kepada suaminya itu yang sudah engos-engosan menurunkan beberapa barang lagi dari tangannya itu


"aku tidak tahu apa yang kau suka, jadi aku meminta penjaga toko untuk memilih beberapa barang yang cocok denganmu? "saut dika yang sudah memperjelaskan kepada istrinya itu dengan wajah berharapanya agar jeje mau menerimanya


"aku tidak suka hadiah semacam ini! " tolak jeje dengan wajah datarnya , yang membuat dika pun lagi-lagi sangat kesal dan kecewa kepada istrinya itu


"kau bahkan tidak mau menerima hadiahku sekarang ini? " ujar dika dengan suara khasnya menatap istrinya itu yang amat kesal


"semuanya terlalu Mahal, untuk dibuang , dan jujur saja , ini semuanya bukan kebutuhan hidup, semuanya akan mengingatkan hari-hari yang aku habiskan denganmu! "saut jeje dengan alasan pribadinya yang tak mau mengenang kenangan dengannya yang begitu sangat baik


"apa kau pikir masa lalu dan kenangan kita , membuatmu muak, iya, kan? "humphh... " ujar dika dengan marahnya langsung membalikkan tubuhnya dengan juteknya meninggalkan istrinya itu , yang membuat jeje pun sedikit merasa bersalah kepada suaminya itu


"tunggu! dika.. "triak jeje yang masih melihat punggung suaminya itu yang terus berjalan keluar apartmentnya dan tak menoleh kepada istrinya lagi yang sudah memangil dirinya

__ADS_1


"aku tidak bermaksud seperti itu.. dan aku tidak menyesalinya kenangan yang aku miliki denganmu, aku hanya takut kalau aku sangat merindukanmu nanti... (batin jeje) dengan perasaannya yang terlalu rumit saat ini kepada suaminya itu


__ADS_2