Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kedatangan dika yang marah tertahankan


__ADS_3

"lalu kapan kau boleh meninggalkan rumah sakit? " tanya rafi yang sudah berdiri disamping tata dengan wajah sedikit penasaranya juga


"mungkin besok atau lusa! setelah itu , aku hanya harus kembali sekali sehari untuk membersihkan lukanya! " saut jeje sembari menatap mereka semua sahabatnya yang sudah terdiam berdiri mendengar ucapannya dengan seriusnya


"syukurlah, kalau begitu ngomong-ngomong kami tidak akan lama , jam waktu besuk pasien sudah habis , sebaiknya kami pamit pergi dulu, jaga dirimu, sampai jumpa lagi ditempat kerja kami menunggumu dah... " ujar rafi, tata dan Sisi yang sudah berpamitan sembari melambaikan tanganya kepada sahabatnya itu


"baiklah, terimaskasih banyak sudah mau datang dah... hati-hati dijalan.. " saut jeje yang tersenyum senangnya sembari membalas lambainya tangan teman-temannya itu yang sudah berjalan pergi meninggalkan ruangan itu , yang membuat dirinya pun langsung berbaring lagi diatas ranjangnya sembari menghelang nafas beratnya menatap atap langit-langit


"uhu~~~mereka sudah pergi, sepi sekali rasanya , dan kenapa aku tidak meneleponnya lagi? sudahlah, lagipula dia tidak akan menjawab panggilan dariku! sebaiknya aku tidur sajalah!.. " dumel jeje dengan perasaannya saat ini yang sedikit kecewa kepada suaminya itu sembari memegang ponselnya dari dekapannya yang sudah memejamkan matanya lagi


2 hari kemudian..


jeje pun yang sudah pulih dan bisa beraktivitas seperti biasanya langsung bergegas merapihkan baju-bajunya kedalam tasnya namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang yang sudah menampakan wajah marahnya berjalan menghampiri dirinya dengan diamnya , yang membuat jeje pun sangat terkejut melihat kedatangan suaminya itu


"eh! dia akhirnya datang juga ! tapi raut wajah nya sepertinya dia sedang marah?.. (batin jeje) dengan wajah bengongnya melihat suaminya itu yang sudah berdiri dihadapanya , yang sudah menampakan wajah dinginya yang tak bicara sedikit pun kepada istrinya itu


tak... tak... tak...


" maaf, apa anda nyonya jeje janey? "tanya perawat itu yang sudah berjalan menghampirii pasiennya pas berdiri di samping suaminya yang sudah menampakan wajah sedikit kagetnya yang tiba-tiba

__ADS_1


" iya, saya? "saut jeje dengan ramahnya melihat perawat itu


"ini, silahkan bayar tagihanya di lantai pertama , dan kembali setelah itu ,lalu nanti berikan catatan pasien dan aku akan memberimu obat ketika kau kembali! " ujar perawat itu sembari menyodorkan selembar kertas admintrasi kepada pasiennya,


"baiklah !" saut jeje yang ingin mengambil kertas itu , namun dengan cepat dika pun langsung merampasnya tanpa bicara lalu pergi ke lantai pertama yang di maksudkan perawat itu dengan tatapan dinginya


tap... tap... tap...


yang membuat jeje dan perawat itu pun sangat terkejut melihat tingkah laki-laki itu yang pergi begitu saja tanpa ada bicara sedikit pun


tak berselang lama..


"ayo cepat pergi! " ujar dika dengan tatapan dinginya langsung menggandeng tangan istrinya itu yang begitu erat dan berjalan menuju pintu utama rumah sakit, yang membuat jeje pun hanya bisa terkejut terdiam dengan sikap suaminya itu yang begitu dingin terhadapnya


tap... tap... tap...


dan mereka berdua pun masuk kedalam mobilnya menuju pulang ke apartementnya yang membuat supir itu pun melirik di depan kaca sepionnya yang tak biasa itu melihat mereka berdua yang sedang perang dingin dengan diam-diaman yang menahan rasa kesal dan marahnya yang saat ini dirasakan oleh dika kepada istrinya itu


brumm... brummm....

__ADS_1


beberapa menit kemudian..


akhirnya mereka berdua pun sudah sampai diapartemennya yang masih mengandeng tangan istrinya itu berjalan masuk dengan tatapan marahnya


brakkk... (suara pintu)


"kenapa kau tidak meneleponku?apa aku bukan siapa-siapa bagimu? hah! " bentak dika kepada istrinya itu yang sudah duduk diatas sofanya


"bagaimana kau bisa tahu aku ada dirumah sakit? " tanya jeje balik kepada suaminya itu dengan tatapan datarnya


"ponselmu mati, sepanjang waktu! dan aku menelepon perusahaanmu dan mereka bilang kau tidak pergi berkerja! lalu pertugas Keamanan gedung ini yang mengatakan padaku kalau kau dibawa oleh ambulance, aku mencari ke semua rumah sakit dikota ini! " ujar dika yang bicara panjang lebar menceritakan khawtiranya kepada istrinya itu sembari membuka jas dan dasinya yang amat mencekik lehernya itu yang sudah di lempar diatas sofanya


"sekarang kau hutang penjelasan kepadaku! " pinta dika dengan suara tegasnya kepada istrinya itu yang sudah memegang kepalanya yang sedikit berat dan pusing


"aku kena usus buntu ! " saut jeje singkat yang membuat dika pun semakin marah mendengarnya


"aku ingin kau menjelaskan kenapa kau tidak meneleponku! "bentak dika yang sudah menampakan wajah galaknya sembari berkacak pinggang di hadapan istrinya itu, yang membuat jeje pun mengadahkan wajahnya melihat suaminya itu yang sedang marah


"diam dan dengarkan aku, dan jangan menyelaku ataupun berteriak padaku , kalau tidak aku tidak akan bicara lagi padamu! " pinta jeje dengan suara khasnya menatap suaminya itu dengan tatapan datarnya yang sudah duduk diatas sofanya sembari melipat kedua tanganya didadanya yang membuat dika pun langsung mengkerutkan halisnya dengan diamnya menatap istrinya itu

__ADS_1


__ADS_2