Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kegugupan jeje


__ADS_3

beberapa menit kemudian..


jejepun yang sudah selesai berjalan masuk sembari membawa secangir teh dari tangannya


klik... (suara pintu)


yang membuat jeje pun sedikit lega mendengar suara air dikamar mandi sana


"sepertinya dia lagi mandi.. (batin jeje) sembari menaruh tehnya diatas naskah ,yang membuat dika pun dengan sengajanya berteriak didalam sana yang sudah mendengar istrinya itu yang sudah masuk kedalam kamarnya


"apakah kau ada didalam kamar " triak dika didalam sana yang membuat jeje pun sedikit kaget dan langsung menjawab triakan suaminya itu


"iya, ada apa emangnya? " saut jeje dengan wajah penasarannya


"tolong ambilkan CD dan pakaian tidurku ? " pinta dika dengan suara kerasnya, yang membuat jeje pun sedikit terkejut mendengar itu


"emang bajumu ada disini? " tanya jeje dengan wajah bengong nya


"kau bukalah laci yang ada dilemari sebelah kiri, disitu semua ada bajuku? " saut dika yang sudah tersenyum licik didalam sana , yang membuat jeje pun dengan penasarannya langsung melangkah berjalan menuju lemarinya yang dimaksudkan suaminya itu

__ADS_1


"lemari! lemari, ah! ini dia...


grekkk... (suara laci)


"wow.. ternyata semua yang diperlukan ada disini . . " ujar jeje sembari mengambil yang di perlukan suaminya itu dan dengan cepat jeje pun langsung menutup kembali dan berjalan menuju suaminya yang masih di dalam kamar mandi , tapi setelah berjalan tiba-tiba dika pun keluar


klikk... (suara pintu)


yang membuat jeje pun terdiam kaku dengan wajah (⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) malu merahnya menatap dan melihat suaminya itu yang sudah telanjang dada yang hanya memakai handuk saja yang sudah melingkar di pinggangnya itu


"kenapa malah bengong begitu? sebentar lagi juga kau akan melihat semuanya , kau tidak perlu malu begitu? "sindir dika dengan suara khasnya menatap istrinya itu dengan tatapan rayuannya , yang membuat jeje pun yang mendengar itu langsung melangkah dengan wajah datarnya


" hufff..


beberapa menit kemudian..


dika pun yang sudah selesai menggunakan baju tidurnya berjalan menuruni anak tangga dengan hati-hati dan berjalan menuju istrinya yang sedang berada di dapur sembari membawa tehnya yang sudah ada ditanganya


"asing? " sindir dika sembari melangkah menuju meja makannya dengan santainya menatap istrinya itu yang sedang mencari sesuatu didalam kulkasnya

__ADS_1


grubak... gribakk...


"kau sedang apa? " tanya dika menatap istrinya itu dengan wajah herannya


"cari sapu! " saut jeje singkat


"sapu? bukanya sapu ada di balik pintu kenapa mencarinya dikulkas? " tanya dika dengan wajah bingungnya


"kalau sudah tahu kenapa malah naya! " saut jeje jutek , yang membuat dika pun menghelang nafas beratnya


" uhu ~~pergilah mandi ! "pinta dika dengan wajah datarnya yang membuat jeje pun terkejut dan panik mendengar itu yang sudah menampakan mata melotonya


"kenapa ekpresi mu seperti itu? apakah tidak mau mandi? seharian kau beraktivitas apa kau tidak merasa gerah sama sekali? " tanya dika yang sudah menatap istrinya itu dengan wajah herannya , yang membuat jeje pun langsung melangkah menghampiri suaminya itu sembari melipat kedua tangannya di dadanya


" apakah hari ini kau tiba-tiba datang ingin tidur bersamaku? "tanya jeje dengan tutup poinnya


"tentu saja , apa aku salah ingin tidur bersama istriku ? apa Jangan-jangan kau mau katakan masa menstruasimu lagi yang belom berhenti? . . " saut dika dengan suara tegasnya yang membuat jeje pun tak bisa berkata apa-apa lagi yang sudah melepaskan kedua tangannya didadanya dengan pasrah ya


"bukan!

__ADS_1


"jika begitu, ya sudah kau tidak ada alesan lagi untuk menolak ku, kan? "ujar dika dengan suara khasnya menatap istrinya itu dengan wajah seriusnya


__ADS_2