
"terimaskasih hatiku sedikit lega mendengar nya, oh iya, apa kau tidak istirahat dan tidur siang dikamar?" ujar dika yang tersenyum leganya menatap istrinya itu, yang membuat jeje pun langsung menoleh dan melihat suaminya itu dengan tatapan tak biasanya
"sesaat yang lalu kau bergumam dan berteriak padaku, tapi sepertinya sekarang kau menjadi orang yang sangat berbeda? sungguh aneh sekali! " tanya jeje balik yang sudah menatap dengan herannya kepada suaminya itu
"Aku pikir kau sengaja tidak meneleponku atau tidak menjawab meneleponku, Aku ketakutan ketika petugas Keamanan mengatakan kau dijemput oleh ambulance, Aku marah ketika Aku tidak mendapat telephone darimu, Aku tak bisa menahanya! " saut dika yang bicara apa adanya disaat itu, yang membuat jeje pun langsung beranjak bangun dari duduknya
"makanya jadi orang jangan gampang marah! " sindir jeje kepada suaminya itu
"itu juga karena kau,Aku menjadi pemarah ? " ujar dika dengan suara khasnya menatap punggung istrinya itu, yang membuat jeje pun langsung terkejut dan menoleh kepada suaminya itu
"apa! Aku?kenapa? " tanya jeje yang sudah mengkerutkan halisnya menatap suaminya itu sembari membalikan tubuhnya kearah suaminya itu yang masih duduk diatas sofanya
"kau tak pernah membuka hatimu untukku! "saut dika dengan wajah melasnya menatap istrinya itu , yang membuat jeje pun langsung menurunkan halisnya yang sudah menampakan wajah datarnya menatap suaminya itu
__ADS_1
"Aku mungkin akan salah menganggap perhatianmu padaku, dan jangan memberikan sinyal yang salah padaku! " cetus jeje yang sudah membalikan tubuhnya berjalan pergi menuju Kamarnya dan meninggalkan suaminya itu yang masih duduk terdiam dengan ucapan istrinya itu barusan
"sebenarnya itu bukan sinyal yang salah jeje, kapan kau bisa memahami perasaanku!.. (batin dolken ) yang langsung beranjak bangun dari duduknya dan mengikuti langkah istrinya itu menuju Kamarnya
tak... tak... tak...
"ada apa lagi? " tanya jeje yang sudah terbaring diatas ranjangnya sembari menyelimuti tubuhnya itu
"coba biar kulihat! " saut dika yang sudah duduk dipinggir ranjangnya , yang membuat jeje pun terkejut dengan wajah bengongnya menatap suaminya itu
"dimana lukanya Aku juga ingin melihat nya? " pinta dika dengan wajah penasaranya menarik selimut istrinya itu yang membuat jeje pun yang sedikit malunya langsung menahan dengan tanganya sembari mengelengkan kepalanya beberapa Kali kearah suaminya itu
"jangan, lagian itu bukan masalah besar, kau tidak perlu melihatnya? "pinta jeje yang sudah merasakan sedikit canggungnya
__ADS_1
"tapi Aku ingin melihatnya! " saut dika yang masih kukuh dengan pendiriannya langsung menyingkirkan kedua tangan istrinya itu dari perutnya dengan perlahan membuka bajunya yang sudah terlihat dibagian kanan perutnya, yang membuat dika pun mengelusnya dengan lembutnya diatas perbannya dengan tatapan diamnya
"gimana, bukankah ini keren? " ledek jeje kepada suaminya itu
"diamlah, itu tidak lucu! " saut dika dengan suara pelannya langsung menutup baju istrinya lagi dengan perlahan
"Aku sekali lagi minta maaf , karena tidak menjawab telephonemu! "ujar dika yang sudah tertunduk menatap istrinya itu yang begitu lekat
"sudahlah, bukankah tadi sudah membicarakannya ? "saut jeje yang sudah tersenyum kecil menatap suaminya itu
"jika saja waktu itu Aku bersamamu, pastinya Aku akan menjagamu dengan baik! "ujar dika yang sudah menampakan wajah bersalahnya sembari mengusap wajah istrinya itu yang begitu lembut , yang membuat jeje pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya
"Aku tahu itu..
__ADS_1
"sekarang tidurlah dan istirahatlah!" bujuk dika dengan suara lembutnya langsung mengecup jidat istrinya itu yang begitu lembut , yang membuat jeje pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya menatap suaminya itu yang sudah beranjak bangun dari duduknya sembari membantu menyelimuti tubuh istrinya itu