Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
penyesalan budi


__ADS_3

"lalu rumah ini! " tanya jeje yang sedikit penasaran pada ayahnya itu


"jangan khawatir, aku masih sanggup mengusahakan tempat tinggal buat kita. " saut budi yang sudah tertuduk lemas dan mereka pun terdiam sejenak dengan pikiran mereka masing-masing


"jeje..


" iya?..


"ayah sungguh minta maaf, ini salah ayah, terlalu cemas sepertinya ayah sudah tua, aku tahu Eksekutif dika, sangat konyol dan sungguh hina , tetapi aku pikir aku bisa menyelamatkan perusahaan jika menerimanya, aku terlalu cemas! meskipun perusahaan terselamatkan, aku tidak seharusnya membiarkanmu diperbudak olehnya, ayah sungguh merasa bersalah .. " ujar budi yang sudah menampakan wajah bersalahnya dan penyesalan dari lubuk hatinya yang paling dalam pada anak sulungnya itu dengan rasa sedihnya sembari menundukan wajahnya lagi karena malu , yang membuat jeje pun terdiam sejenak mendengar pengakuan ayahnya itu padanya


"tidak masalah, aku sudah menolaknya, semuanya akan baik-baik saja .. " saut jeje yang sudah meraih tangan ayahnya itu dan menaruhnya di pangkuannya sembari menepuk nya beberapa kali dengan lembut


"tidak tahu lagi harus berkata apa? ayah sungguh minta maaf padamu nak? . . Ihks... ihks... "ujar budi yang sudah menampakan wajah sedihnya bercampur air mata yang sudah keluar begitu saja, yang membuat jeje pun terkejut melihat ayahnya itu yang tak bisa mengeluarkan air matanya di depannya


"tenang ayah aku baik-baik saja.." saut jeje sembari mengelus pundak ayahnya itu beberapa kali


" lupakanlah, walaupun mungkin tidak bisa terlupakan. . berusahalah untuk melupakannya"ujar budi dengan suara pelannya


"baiklah, tetapi.. kenapa rumah ini harus kita serahkan juga? " tanya jeje pada ayahnya itu


"semua terjadi dalam waktu singkat, jika kita tidak membayar tagihan besok, perusahaan grup CY akan segera tutup, aku tidak bisa memberi jalan keluar lagi! ayah sudah mempersiapkannya, ini bukan untuk membantumu tertekan, tapi agar kau tahu bahwa kondisi tidak berubah walaupun kau menerima tawaran Eksekutif dika! " saut budi yang sudah memperjelaskan pada anaknya itu yang ingin tahu segalanya

__ADS_1


"maafkan aku, aku tidak bisa membantu apa-apa.. " ujar jeje yang sedikit bersalahnya


"tidak apa-apa jangan bicara seperti itu.. sebenarnya ayah ingin menikahkan mu dengan pria baik-baik, tapi tak disangka akan jadi begini maafkan ayah . . " saut budi yang menatap nanar dengan tangannya sembari mengelus pucuk rambut anak sulungnya dengan lembut


"jangan menghawatirkan diriku , aku akan baik-baik saja, dan jangan minum anggur lagi " pinta jeje yang sudah mengambil tangan ayahnya dari kepalanya dan menaruhnya pangkuannya yang begitu erat


"baiklah..


"jadi ayah makanlah meski sedikit yah? " bujuk jeje yang sudah tersenyum manis menatap ayahnya itu


"ya, ayah akan makan, dan kau pergilah istirahat pasti kau sangat cape seharian kerja..? " pinta budi pada anaknya yang sudah merasa baikan, yang membuat jeje pun tak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa menatapnya iba


"maafkan aku ayah, aku tak bisa melakukan apapun hanya ini saja . . yang aku bisa untukmu.. (batin jeje) yang sudah beranjak bangun dari duduknya berjalan pergi dan meninggalkan ayahnya seorang diri di ruangannya


**"


walaupun bank memberikan tambahan waktu 24 jam kepada grup CY, masalahnya tak terselesaikan, sehingga dinyatakan bangkrut, dikatakan bahwa grup eagle yang selama ini menjadi pendukung kuat mengundurkan diri dari kerjasama, adalah penyebab utama kebangkrutan perusahaan, karena kesulitan finalsial ,grup CY telah meminta grup eagle untuk mengambil alih perusahaan, setelah investigasi mendalam, akhirnya grup eagle setuju untuk mengakuisisi grup CY, setahun lalu, kedua grup mulai negosiasi, tetapi tidak mendapatkan solusi, dan akhirnya grup CY berantakan


***


"aku sudah tidak tahan lagi , kapan orang omong kosong itu selesai? jika tahu dari awal akan diumumkan kebangkrutan, lebih baik kita pergi keluar negeri! mengapa hal ini bisa terjadi ?mau sampai kapan begini terus? . . " cetus Ratih yang amat kesal dan marah sembari berdiri di lantai atas jendela sembari melihat beberapa orang dibawah sana yang sedang sibuk sana sini yang sedang melelang rumahnya

__ADS_1


"mama, sekarang kita harus bagaimana? " tanya lalisa pada mamanya dengan wajah bingungnya yang sudah berdiri tidak jauh darinya


"apanya bagaimana? . . " saut Ratih dengan wajah kesalnya


"apakah kita akan kehilangan segalanya? baru saja diTV mengatakan demikian? "ujar lalisa dengan wajah penasarannya


"siapa bilang? tenang saja, meskipun perusahaan jatuh, tapi kita akan baik-baik saja , dan sampai kapan ayahmu itu akan terus di dalam ruang kerjanya? seharusnya dia memikirkan jalan keluarnya ,bukan? "triak Ratih yang semakin jengkel dan kesal tak karuan yang sudah berjalan bulak balik seperti gosokan


"mama, aku takut , ini sangat memalukan . . " saut lalisa dengan rasa cemas dan gelisahnya yang sudah duduk di atas sofa sembari memeluk bantal sesayangannya


"pergilah ke ruang ayahmu, dan lihat apa masih minum-minum angurnya sekalian buang semua botol-botolnya ckkk.. menyebalkan sekali ! " pinta Ratih pada anak kesayangan itu dengan rasa jengkelnya


"aku tidak mau! "saut lalisa yang enggan kepada mama nya yang amat begitu stress


"aihh~aku sudah hampir gila! lia cepat kau pergi keruang kerja , dan buang semua botol minumannya, jika dia masih minum-minum , sebenarnya dia itu mau apa? coba kau lihat cepat! . . " triak Ratih yang sudah berkacak pinggang dengan wajah marahnya menyuruh pelanyannya untuk melihat suaminya yang tak kunjung keluar


"baik, nyonya.. " saut lia dengan cepat bergegas menuju ruang kerja tuannya, yang membuat Ratih pun semakin seperti orang gila yang mengoceh tak karuan


"aih~~~ sungguh menjengkelkan!


tak berselang lama...

__ADS_1


lia pun berteriak dengan wajah cemas dan panik di dalam sana sembari memanggil -mangil majikannya yang begitu keras beberapa kali, dalam bersamaan jeje pun turun dan mendengar kegaduhan di ruang ayahnya yang terdiam sejenak dengan wajah bengongnya


" nyonya! nyonya! nyonya!.. tuan nyonya , tuan budi dia...


__ADS_2