
beberapa menit kemudian...
Brummm.... brummm... (suara móbil)
Dan akhirnya mereka pun pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kedai yang jeje magsudkan Itu dengan kecepatan sedang
"ngomong-ngomong tadi... kenapa kau sangat terkejut? " tanya dika yang sudah melirik istrinya Itu yang sudah duduk disamping pengemudi dengan wajah diamnya
"aku sedang tidak ingin berpegian denganmu saat ini! " saut jeje dengan suara pelannya
"aku mungkin Akan merasa lebih baik jika kau bilang kau sedang stres Dan ingin ikut denganku? " sindir dika pada istrinya Itu, yang membuat jeje pun hanya bisa terdiam dengan rasa ketakutanya dalam dirinya
"berpegian denganmu Justru Akan membuat ku stres! " Cetus jeje dengan wajah datarnya
"Itu bukan alasan yang kuat, sial! " dumel dika yang sudah Menampakan wajah kesalnya
"aku tidak mau pergi denganmu! " tolak jeje dengan tatapan kosongnya melihat arah depan
"kenapa? " tanya dika yang sudah menaikan halisnya menoleh pada istrinya Itu sekilas
"Itu bukan Sesuatu yang kedengarannya menyenangkan, akupun tidak tahu! "saut jeje dengan hati bingbangnya
"kenapa kau berpikir seperti itu? " tanya dika dengan herannya pada istrinya Itu
__ADS_1
"jika Kita jalan-jalan ataupun berpergian bersama, Kita Akan menciptakan kenangan yang tidak penting bahkan Akan sia-sia! " saut jeje dengan rasa ketakutanya dalam dirinya yang Tak bisa Akan melupakan setiap bersama suaminya Itu disaat berpisah nanti
"tidak penting? sia-sia, maksudmu apa? "tanya dika yang semakin bingung pada istrinya Itu
"maksudku , disaat kontraknya abis , pastinya aku Dan kau Akan membagi banyak kenangan ! Dan aku tidak mau Itu terjadi!" saut jeje yang sudah memberitahukan kepada suaminya Itu alasannya
"apa kau takut akan banyak Hal tentang kenangan Kita? " tanya dika yang sudah Menampakan wajah datarnya sembari fokus menyetir mobilnya
"Iyá! " saut jeje singkat
"apa kau pikir sangat memalukan bila menghabiskan waktu bersamaku?"tanya dika yang Tak mau terima dengan pikiran istrinya Itu padanya
"aku hanya tidak mau menyimpan kenangan apapun ! " saut jeje dengan wajah diamnya sembari menoleh melihat arah lain
"kenangan tidak bisa dihapus dengan mudah, semakin lama kau bersama ku, semakin sulit untuk melupakanku! " ujar dika yang tahu apa maksud istrinya Itu
"kau jangan ragu Akan Hal Itu, kebahagian adalah Hal terpenting disaat Kita bersama !" bujuk dika pada istrinya Itu Agar jangan terlalu merasa ketakutan ataupun ragu menjalani hidup bersamanya
"aku tidak mau dihinggapi dengan kenangan bahagia itu, karena Akan sia-sia bagiku untuk hanya sekedar sebentar saja ! " saut jeje yang masih kukuh dengan keputusannya pada suaminya Itu
"aku Akan perjuang Dan Akan aku usahakan , kalau pikiranmu Itu Salah! " ujar dika yang sudah Menampakan wajah sedikit kesalnya pada keputusan istrinya Itu
"mungkin aku Akan setuju, atau juga tidak, entalah aku juga tidak tahu! "saut jeje dengan pikiran Dan hati bingbangnya
__ADS_1
"kenapa kau Tidak mau kenangan bahagia Itu? " tanya dika pada istrinya Itu yang semakin bingung dengan keputusan Tak masuk Akal Itu
"aku Tidak mau memberitahumu alasanya ?aku punya alasan pribadi Dan aku Tidak mau mengatakannya? "saut jeje dengan wajah diamnya sembari melihat dengan tatapan kosongnya kearah depan sana
"hmph...apa yang Tidak kau sukai lebih banyak dari yang kau sukai! " sindir dika pada istrinya Itu
"dimasa depan aku Tidak mau bersedih karena kenangan bahagia Itu! " Cetus jeje dengan wajah datarnya , yang membuat dika pun menghelang nafas beratnya
"uhu~~oke kalau begitu, aku Tidak Akan memaksamu lagi, kau Akan baik-baik saja, Dan Tidak perlu takut Akan kenangan Itu yang Tidak Akan terjadi! " ujar dika dengan keputusannya yang sedikit rasa kecewanya pada istrinya Itu yang Tidak mau ikut dengannya , yang membuat jeje pun langsung menoleh menatap suaminya Itu dengan wajah diamnya yang Tak bisa berkata apa-apa lagi
beberapa menit kemudian..
mereka pun sudah sampai dikedai kesukaan jeje Dan mereka pun masuk Dan duduk dimeja yang sudah disiapkan oleh pelanyan sebelomnya yang bernuansa lesehan yang membuat dika pun hanya bisa mengikuti arahan dari istrinya Itu yang sudah duduk berhadapan dengan wajah sedikit penasarannya melihat berbagai menu yang belom dia lihat sebelomnya
"biasanya, para gadis Akan memintaku makan malam dengan stek sapi Dan yang lainnya ditempat restoran yang berkelas bintang tujuh , tapi kau sangat mengejutkanku dengan mengundangku ketempat seperti ini Dan memesan makanan belut ! " ujar dika dengan wajah herannya melihat berbagai menu yang sudah dihidangkan diatas mejanya yang belom dia lihat Dan makan sebelomnya
"paman keduaku dulu punya kedai berbagai makanan Dan olahan dari belut sebelomnya!aku suka makan belut pangang Disana bersama Ibuku disaat kedai buka untuk Hari pertama, kemudian, semakin lama semakin sedikit pengunjung yang datang , aku ingin sekali membantu paman ku Itu , jádi aku suka sering kesana, tapi pada akhirnya kedai Itu pun tutup karena bangkrut! hmph.... "ujar jeje yang panjang lebar memberitahukan pada suaminya Itu sembari menyuap makanannya kedalam mulutnya Itu
"haha...hmm..begitu ceritanya,baiklah, kapanpun kau mau makan belut pangang, beritahu saja aku,pasti aku Akan langsung pergi membelikannya untukmu! " ujar dika yang sudah tersenyum senangnya sembari menyuap makanannya kedalam mulutnya Itu
"aku makan belut pangang hampir setiap Hari, aku memakannya disaat aku bersama kolega atau teman-temanku dikantor! " saut jeje yang tersenyum sembari mengunyah makanannya
"apa kau punya banyak teman? " tanya dika pada istrinya Itu sembari menggigit belutnya Itu dengan giginya
__ADS_1
"Iyá! " saut jeje singkat sembari mengambil tisu didepannya
"haha... kau terlihat acuh , kau pikir kau punya banyak rahasia Dan sedikit teman? " sindir dika yang tersenyum ledek pada istrinya Itu sembari menyuap makanannya kedalam mulutnya Itu