
1 jam kemudian..
jam menujukan pukul 5 :12 menit waktunya para karyawan pun pulang kantor termasuk jeje yang sudah bersiap dan berjalan menuju lobby namun dengan tiba-tiba ponselnya pun berbunyi didalam tas yang berwarna coklat itu
kring... kring... kring...
yang membuat jeje pun dengan penasaran langsung merogoh dan mengambil ponselnya itu yang sudah melihat nama panggilan yang sudah menjadi suami kontraknya itu
"halo?
"ini aku .. " saut dika disebrang sana
"setelah 1 minggu menghilang dan tak ada kabar , baru kau telepon dan mencariku ? " cibir jeje dengan wajah kecewanya
"kan aku sudah bilang, aku tidak mau masalah kita di sangkut pautkan dengan pekerjaan ku! oh.. iya, aku ingin mengajakmu makan malam?apa kau bisa? " tanya dika disebrang sana dengan wajah berharapnya
"aku tidak bisa, aku sudah ada janji! " saut jeje dengan suara khasnya yang membuat dika pun yang mendengar itu langsung mengkerutkan halisnya
"janji apa? " tanya dika dengan suara penasarannya
"janji makan malam ! " saut jeje singkat
"dengan siapa? " tanya dika yang semakin penasarannya
"dengan rekan kerjaku dikantor! " saut jeje sembari berjalan melihat kanan kiri yang ingin menyebrang jalan raya
"lalu jam berapa kau pulang ke rumah? " tanya dika yang ingin tahu keberadaannya
"sekitar jam 10 an!.. "saut jeje sembari fokus berjalan menuju stasiun KRL yang tak jauh dari kantornya
"baiklah, sampai ketemu dirumah.. " ujar dika dengan suara juteknya dengan cepat langsung mematikan ponselnya yang membuat jeje pun yang belom sempat bicara hanya bisa menghelang nafas beratnya dengan pikiranya
__ADS_1
"uhu~~~
"lagi pula ini adalah jalan yang harus kujalani bersamanya , tapi apa yang harus aku lakukan disaat dirumah? setelah mandi, baru mencuci rambut... gigi juga harus digosok bersih, haruskan berlari menuju arah dia dan memeluknya? dan bermanja padanya? sungguh gila bahkan aku pun merasa gugup dan bodoh menjalani begitu saja amatlah sulit.. (batin jeje) yang masih berjalan dengan pikiran kacaunya
beberapa jam kemudian..
malam pun tiba jam menujukan pukul 7:4menit yang saat ini jeje dan Yudi pun sudah duduk di restoran yang mensajikan berbagai menu laut
"apa kau mau minum segelas anggur? "tanya Yudi sembari melihat buku menunya
" aku tidak mau "tolak jeje sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali
"aku tidak perduli kau mau minum atau tidak, yang jelas aku sudah memesanya , dan berikan aku kepiting saus padang premium 2 porsi dengan kerang ijo saus pedas ? " pinta Yudi pada pelayan itu yang sudah berdiri di hadapannya sembari menulis pesanannya itu
"baik, tuan apa sudah cukup? " tanya pelayan itu dengan ramahnya
"aku hanya ingin jus lemon saja ? sepertinya akan cocok dengan menunya ? " saut jeje dengan senyum senangnya
"oh ..iya, apa kau sudah mempertimbangkan ? yang tadi sore kita bahas? " tanya Yudi yang masih berharapnya
"masih seperti pemikiran semula ! " saut jeje santai
"sepupuku pasti akan kecewa mendengarnya!.. " sindir Yudi sembari melihat ponselnya itu yang membuat jeje pun menatap menejer nya dengan tatapan seriusnya
"apakah ini akan mempersulit manajer? " tanya jeje dengan wajah penasarannya
"tidak juga, tapi hubungan wanita dan pria jika tidak memungkinkan , mau bagaimana lagi.. " saut dika yang sudah mengangkat bahunya yang sedikit kecewanya , yang membuat jeje pun sedikit tak enak hati
"maaf..
"ini bukan masalah minta maaf, memang sepupuku dalam beberapa hal agak membosankan, namun dia orang yang sangat jujur, tetapi kalau kau tidak bersedia , aku tidak bisa memaksanya ! " ujar Yudi dengan suara khasnya menatap jeje dengan wajah datarnya yang membuat jeje yang mendengar itu pun langsung menundukkan wajahnya dengan rasa bersalahnya
__ADS_1
"aku sungguh minta maaf!..
"tidak perlu, aku juga orang yang sudah pernah pacaran , menikah dan bercerai , hubungan pria dan wanita memang begitu misterius sungguh lucu bukan?.. hahah... yang keliatannya tidak bisa bersama, justru malah ada orang yang terus mengganggu, dan ada juga yang terlihat sangat serasi, tetapi orang menganggapnya biasa saja, hidup sendiri yang tanpa beban adalah yang terbaik . . "ujar Yudi yang bicara apa adanya namun dengan tiba-tiba menu pesanan pun datang
" maaf sedikit lama.. "ujar pelayan itu dengan ramahnya langsung menaruh makanannya di atas meja dengan hati-hati
trakk.... trikk....
yang membuat mereka pun terdiam sejenak melihat menu yang sudah menggugah seleranya..
"selamat menikmati tuan, nona.. " ujar pelayan itu dengan ramahnya langsung berjalan pergi meninggalkan Cestamernya
"selamat makan.. " saut jeje dengan wajah tak sabarannya langsung melahapnya yang dari sore belom sempat makan sama sekali , sama hal nya dengan Yudi yang tak sabaran juga melahap makanannya dan mereka pun dalam sekejap melupakan percakapan tadi yang membuatnya sedikit canggung
beberapa menit kemudian..
jeje pun dengan rasa perutnya yang tidak keroncongan lagi menatap manajernya itu
"owh .. iya, apa adik sepupumu itu tidak muda lagi? " tanya jeje sembari memasukan makanannya kedalam mulutnya , yang membuat Yudi pun langsung mengadahkan wajahnya menatap jeje sembari mengunyah makanannya di dalam mulutnya
"tentu saja, tidak muda lagi, sekitar 33 atau 34 tahunan, orang seperti dia sulit menikah, karena dia sedikit membosankan , apa lagi aku dengar-dengar wanita jaman sekarang tidak suka pria yang sangat membosankan . . " saut Yudi dengan santainya
"tapi, tidak hanya wanita sekarang saja, wanita jaman dulu juga tidak suka orang yang sangat membosankan? " tanya jeje sembari mengkerutkan halisnya dengan wajah herannya
"hahaha... benar juga, bukankah aku sendiri juga , telah bercerai karena aku sangat membosankan.. hahaha... "saut Yudi yang sudah malu dengan ucapannya itu
"hahah.. apakah traktiran makan malam hari ini terlalu mahal.. " tanya jeje dengan wajah ledeknya
" waduh! hari ini aku rugi banyak . ."saut Yudi yang sudah menampakan wajah melasnya sembari memegang dadanya itu dengan pasrah
"hahah... baiklah, lain kali aku saja yang traktir, tapi , jangan kesini lagi, harus pergi ke tempat yang lebih murah lagi, benar bukan? " ujar jeje yang sudah tetawa lepas melihat ekpresi wajah menejernya itu
__ADS_1
"baiklah.. " saut Yudi yang sudah menampakan wajah pasrahnya, namun dengan tiba-tiba tanpa sepengetahuan jeje dika pun datang berjalan menghampiri istri kontraknya itu yang membuat jeje pun dengan sadar langsung menoleh dengan wajah terkejutnya melihat sosok laki-laki yang sudah menatap dirinya dengan wajah dinginya