
"apa kau minum karena bibiku membuatmu kesal? " tanya dika pada istrinya Itu dengan wajah penasaranya
"tidak! " saut jeje singkat
"beritahu aku ,apa dia kasar padamu, Kan? " tanya dika lagi yang sudah menatap istrinya Itu dengan seriusnya
"tidak sama sekali! aku hanya terkejut dengan kunjungannya yang begitu mendadak dengan tiba-tiba, dia tidak sama seperti ibu tiriku yang dikit-dikit main pisik! " saut jeje yang apa adanya dengan apa yang dilihatnya
"bibiku kelihatan sopan sepanjang waktu , tapi aku tidak nyakin jika dia terkadang bisa kasar dan tidak sopan , yang tidak disukainya, dan beritahu saja aku jika sesuatu saat dia kasar padamu? " ujar dika yang sudah memberitahukan pada istrinya Itu yang masih berdiri Di dalam dapur sana
"dia tidak begitu! " saut jeje singkat sembari menyuruput minumannya yang sedikit demi sedikit Itu
"apa kau tahu? " tanya dika yang sudah menaruh minumannya yang sudah abis diatas meja dan berjalan menghampiri istrinya Itu
" apa? "saut jeje singkat sembari menatap suaminya Itu yang sedang berjalan menghampiri dirinya dengan wajah penasaranya
__ADS_1
"kau belom pernah meneleponku satu kali pun semenjak Kita bersama? "sontak dika yang bicara seperti Itu yang membuat jeje pun langsung menaikan halisnya dengan wajah bengongnya
"benarkah? "saut jeje yang terdiam sejenak menatap suaminya Itu
"aku selalu berpikir kau akan menghubungiku .. "ujar dika sembari melangkah Maju didepan istrinya Itu yang sudah menatapnya yang begitu lekat
"aku tidak punya sesuatu untuk dikatakan padamu? "saut jeje yang terdiam menatap suaminya
"Kita bertemu dan tidur bersama, lalu Kita berpisah dihari berikutnya , apa ini hubungan yang Kita miliki bukan? "tanya dika yang sudah berdiri didepan istrinya Itu menatapnya yang begitu lekat dengan seriusnya yang membuat jeje pun menatap bola mata suaminya Itu yang begitu banyak arti Di dalamnya namun dengan sekejap jeje pun menurunkan pandangannya
"Kita sudah bersama selama 3 bulan ini, tapi kau belom berubah sama sekali, dan tidak juga meminta sesuatu dariku sama sekali! "tanya dika dengan suara khasnya menatap istrinya Itu dengan wajah herannya, yang membuat jeje pun langsung membalikan tubuhnya sembari menaruh gelasnya di tempãt cucian piringnya
klakkk....
"apa aku harus berubah seperti apa yang kau inginkan? "tanya jeje balik pada suaminya Itu yang sudah membalikan tubuhnya , namun dengan cepat dika pun langsung menahannya dengan kedua tangannya yang sudah berdiri didepan istrinya Itu yang begitu dekat dengan tatapan lekatnya, yang membuat jeje pun langsung mengadahkan wakahnya dan menatap suaminya Itu pas didepan hidungnya
__ADS_1
"kau sudah setuju untuk menyiapkan tempãt bagi ayah ku tinggal, dan membayar biaya pengobatan ibuku.. " saut jeje yang sudah menampakan wajah gugupnya yang Tak biasa Itu
"bukan Itu yang aku magsudkan! " ujar dika dengan suara menggurunya yang Tak lepas dari pandangannya istrinya Itu yang begitu lekat
"dan kau sudah menanggung kehidupanku juga! " saut jeje dengan suara pelannya menatap suaminya Itu yang Tak lepas, yang sudah merasakan sentuhan tangan suaminya Itu dipipinya
"Ada lagi! " ujar dika yang sudah tersenyum licik sembari membelai pipi istrinya Itu beberapa kali, yang membuat jeje pun terdiam dengan wajah Binggungnya yang sudah mengkerutkan halisnya
"Ada lagi? apa? " saut jeje Singkat dengan tatapan penasaranya
"pakainya, sepatu dan perhiasan ! " ujar dika dengan suara khasnya menatap istrinya Itu
"kau sudah memberiku banyak...
"tapi orang selalu menginginkan lebih, bahkan setelah mereka memiliki banyak hal bukan? " ujar dika yang sudah memotong kalimat istrinya itu yang sudah tersenyum kecil Sembari memegang bibir dan dagu yang lancipnya itu yang amat geregetan yang ingin menciumnya yang
__ADS_1
tertahankan