Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
Dion tak bisa berkutik lagi


__ADS_3

"kau beraninya menamparku hah! .. " bentak Dion yang tidak terima langsung mengangkat tangannya yang ingin menampar adik tirinya itu , namun dengan cepat dika pun tempat waktu langsung memegang tangan pria itu yang begitu erat, yang membuat Dion pun sangat marah dan kesal dengan niatnya yang sudah tertahankan


"bajingan! siapa? yang berani menghentikanku? " triak Dion dengan wajah emosinya langsung berbalik melihat seseorang dibelakangnya , dan alangkah terkejutnya bukan main yang sudah menampakan wajah bengongnya


"kubunuh kau yah!dasar bajingan! "bentak dika yang sudah menatap dengan wajah galaknya , yang membuat Dion pun langsung ketakutan dengan wajah gugupnya melihat tuannya yang sudah memegang tangannya yang begitu erat


" tuan.. ini.. mau ngapain ? hehe.. "saut Dion yang sudah tersenyum kakunya yang menampakan wajah tidak bersalahnya , yang membuat dika pun naik pitam yang langsung menonjoknya tanpa aba -aba


bukkk...


" ahh!!..


"kau beraninya ingin memukulnya hah! emang dirimu siapa! dasar bajingan! " triak dika yang sudah memegang leher pria itu yang begitu keras yang membuat Dion pun sedikit tak bisa bernafas


"ahh..bukan begitu... tuan! aku...


"tidak sadarkah dengan posisimu sekarang ini hah! berani-beraninya datang kesini! kau tidak tahu berkat siapa kau bisa seperti sekarang ini hah! masih berani meminum alkohol dan menggila disini! " bentak dika yang sudah memotong kalimat pria itu dengan wajah marahnya


"siapa yang meminta tuan membayarkan minumanku? "tanya Dion dengan wajah kesalnya sembari menahan tangan tuannya itu yang masih mencekek lehernya , yang membuat dika pun semakin emosi mendengarnya

__ADS_1


bukkk...


"sialan! " triak dika dengan rasa kesalnya menonjok hidung pria itu , yang membuat Dion pun tersungkur kebelakang yang sudah merasakan hidungnya yang amat kesakitan


"ahh!! hidungku!"rintis Dion yang kesakitan sembari memegang hidungnya yang sudah mengeluarkan darah segar yang tidak berhenti, yang membuat dika pun masih emosi dan menarik lekuk lehernya dan menendang wajah dan selangkangannya yang begitu kuat


bukk... bukkk...


yang membuat Dion pun semakin tersungkur bersujud dibawah Sana yang menahan rasa sakit yang dibuat tuannya kepadanya


brukkk...


yang membuat jejepun dengan cepat langsung menghampiri suaminya itu yang sudah memegang tangannya dengan wajah paniknya, sembari melihat kaka tirinya itu yang sudah tersungkur babak belur dengan puasnya , dan menejer club itu pun dengan cepat berjalan dan menghampiri mereka yang sudah mendengar kegaduhan didepan toilet


tak... tak... tak...


"dengarkan kau baik-baik, jika tidak ingin kehilangan perkerjaanmu, sebaiknya kau tutup mulutmu itu! sekali lagi kau berbuat kasar terhadap jeje, aku akan membunuhmu tanpa ampun ucamkan itu baik-baik! " ancam dika dengan suara tegasnya menatap Dion dengan tatapan tajamnya, yang membuat Dion pun tak bisa berkutik lagi hanya bisa terdiam sembari menahan rasa sakit yang ingin beranjak bangun dan berdiri secara perlahan


"maaf, wakil direktur, apa anda baik-baik saja? " tanya menejer club itu yang sudah menatap dengan paniknya

__ADS_1


"apa orang itu setiap hari datang? "tanya dika balik menatap menejer itu


"iya tuan, dia setiap 2 hari sekali datang kesini? " saut menejer itu dengan wajah gugupnya


"klub ini juga sudah mencapai batasan, orang seperti ini juga masih dilanyani? " cetus dika dengan suara khasnya menatap menejer itu dengan wajah sedikit kesalnya


"maafkan saya tuan, atas tidak kenyamannya, saya akan segera melarangnya datang dan tidak di perbolehkan masuk kesini lagi! " saut menejer itu dengan wajah rasa bersalahnya menatap pria itu yang lebih tinggi derajatnya


"ambil ini untuk kerugian diclub ini, tapi kalau aku masih melihatnya sekali lagi dia berada disini, kau jangan harap club ini akan beroprasi seperti sebelomnya! " ancam dika dengan suara tegasnya sembari menyodorkan sebuah cek kepada menejernya yang sudah tertunduk dengan wajah sedikit ketakutanya sembari menganggukan kepalanya


"terimakasih, wakil direktur saya akan segera membereskannya! " saut menejer itu yang sudah menerima selembar cek itu dengan hati leganya, yang membuat dika pun langsung merangkul istrinya sembari membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi


"Ayo! " ajak dika kepada istrinya itu dengan wajah datarnya, yang membuat jeje pun langsung mengikuti arahan suaminya itu sembari matanya tertuju kepada kaka tirinya itu dengan wajah juteknya


"ehMM..


"sedikit pun tidak kasihan ataupun merasa bersalah, justru aku merasa sangat puas bahkan rasanya ingin memukulnya lagi! .. (batin jeje) yang sudah tersenyum kecil, berjalan menuju keluar bersama suaminya itu


tak... tak... tak...

__ADS_1


__ADS_2