Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
berjalan di bawah air hujan


__ADS_3

"hMm... apa kau tahu ini pertama kalinya bagiku berjalan dibawah hujan? " ujar dika sembari mengadahkan wajahnya menatap hujan diatas sana , Sama halnya dengan jeje yang sudah memandangi air hujan yang sudah turun begitu banyak


"terasa lebih baik dari yang dibanyangkan, bukan ? " saut jeje yang sudah menampakan wajah senangnya


"lagian tidak bagus juga untuk kesehatan bila kena air hujan untuk badan Kita! " ujar dika yang masih memandangi air hujan diatas sana


"justru aku sering banget berjalan dibawah air hujan .. " saut jeje yang tersenyum senang mengingat kekoyolanya dimasa dulu, yang membuat dika pun langsung menoleh menatap istrinya Itu yang sudah tersenyum senang


"kau punya perasaan juga? aku pikir kau tidak punya! " sindir dika dengan wajah terkejutnya , yang membuat jeje pun langsung menoleh menatap suaminya Itu dengan mata melotonya


"apa kau pikir, aku sangat tidak terlihat perdulian dimatamu! "protes jeje dengan wajah tak terimanya


"Iyá Itu benar, kau tidak terlihat lembut ataupun seksi.. "saut dika dengan wajah ledeknya menatap istrinya Itu yang membuat jeje pun tak mau kalah menatap suaminya Itu dengan wajah juteknya


"apa kau menyesal sudah membayar sangat banyak uang kepadaku , bukan? " cibir jeje dengan wajah ledeknya yang membuat dika pun mengkerutkan halisnya menatap istrinya Itu yang tak sejalan dengan pikiranya


"kau sepertinya membuat ku gila! " protes dika dengan wajah kesalnya


"karena kau pikir sudah membuang-buang uangmu kepadaku dengan cuma-cuma? " sindir jeje dengan suara khasnya melirik suaminya Itu, yang membuat dika pun memegang kepalanya yang sedikit sakit mendengar istrinya Itu yang selalu Salah paham padanya


"apa kau berencana mau bicarakan tentang uang dikencan pertama Kita? begitulah kenapa aku bilang kau tidak perdulian ! " ujar dika dengan menahan rasa kesalnya meminum kopinya lagi

__ADS_1


"gimana apa kopinya enak? " tanya jeje dengan suara khasnya memperhatikan suaminya Itu


"tidak enak!" Cetus dika singat


"kenapa kau marah? " tanya jeje dengan wajah heranya


"karena kopi ini sangat murah! " bentak dika dengan wajah marahnya yang membuat jeje pun terdiam sejenak sembari melirik suaminya Itu


"oh.. jadi Itu membuat mu jengkel?" tanya jeje dengan santainya yang membuat dika pun tak bisa berkata apa-apa hanya bisa mengempalkan tangannya yang sudah amat geregetan yang tertahankan yang membuat jejepun terkejut dengan wajah bengongnya melihat tingkah suaminya Itu


tak berselang lama mereka pun melanjutkan lagi berjalan menuju apartementnya yang masih diguyur hujan begitu deras di Ibu kota yang mereka tinggali , Dan mereka pun sudah saling berdekatan yang membuat dika pun semakin erat memeluk istrinya Itu dari dekapannya


" apa kau tahu?aku suka main air hujan , dikalau di saat aku merasa sedih ! "ujar jeje dengan matanya masih memandangi hujan dimalam Hari sembari menampungnya dengan telapak tangannya


"tidak!aku hanya berjalan setiap harinya, tidak perduli mau hujan badai atau panas terik matahari, Itu jarak jauh dari rumah ke sekolah, tapi aku tidak mau naik angkutan umum ataupun bis sekolah! "saut jeje dengan wajah diamnya mengingat masa kecil dulu


"apa kau miskin? aku pikir kau punya supir pribadi saat Itu? " tanya dika dengan wajah heranya


"tidak... Itu kelihatan aneh untukku, keluargaku tidak pernah membiarkan seorang supir mengantarku, aku juga tidak mau melakukan Itu! " ujar jeje dengan wajah datarnya sembari berjalan dengan hati-hati


"aneh sekali?" cibir dika dengan wajah datarnya

__ADS_1


"justru Itu membuat ku seperti orang bodoh! " ujar jeje dengan wajah juteknya


"orang bodoh? bagaimana bisa? " tanya dika yang semakin penasaran dengan apa yang di ceritakan istrinya Itu dimasa lalunya


"saat kau jalan kaki,kau bisa berbicara Dan bercanda dengan teman-temanmu, makan jajan atau nonton film bersama! " saut jeje dengan suara khasnya sembari melirik suaminya Itu memberitahukan dirinya Itu yang selalu bersyukur bisa berjalan kaki bersama teman yang lainya yang tak diberi kemewahan oleh orang tuannya ataupun orang tuan angkatnya


"aku sering melihat Kisah mu seperti didalam TV, anak-anak Kaya tidak pernah bersikap seperti anak-anak biasa pada umunnya! " ujar dika yang sudah menatap lurus dengan wajah datarnya yang membuat jeje pun langsung menoleh melihat suaminya Itu


"benarkah! " saut jeje dengan wajah penasarannya


"Itu bohong, Itu gambar yang bisa diseting kapan saja! " ujar dika yang sudah berhenti Dan menoleh melihat istrinya Itu dengan tatapan diamnya


"aku pikir kau suka mengendarai móbil mewah mu kemana saja? " saut jeje dengan wajah tidak percaya nya menatap suaminya Itu


"tidak pernah sampai aku berkerja diperusahaan , aku juga terbiasa suka berangkat sendiri tanpa supir! " ujar dika yang bicara sejujurnya pada istrinya Itu


"aku tidak bisa membayangkan kau dulu mengunakan KRL bawah tanah? " ledek jeje dengan wajah datarnya yang membuat dika pun sadar Dan melirik istrinya Itu yang tak mau kalah


"Itu sebuah streotip, orang selalu menganggap salah ,seperti seorang pria harus teriak Dan wanita harus menangis ketakutan disaat menonton film horor! " sindir dika dengan suara khasnya sembari melanjutkan lagi berjalannya sembari memayungi istrinya Itu dari dekapannya yang membuat jeje pun terdiam terkejut dengan mata melotonya mendengar dari suaminya Itu barusan


"aku tidak bermagsud menyalahkanmu, aku cuma mengatakan kalau Itu Hal yang Salah punya anggapan terhadap seseorang , mulai sekarang...

__ADS_1


"jangan mudah menilai seseorang, wanita tua seperti ku.. " saut jeje yang langsung melanjutkan kalimat suaminya Itu yang sudah terpotong oleh nya yang membuat dika pun terdiam dengan wajah bengongnya melihat istrinya Itu yang seperti petir


__ADS_2