
beberapa jam kemudian..
menujukan pukul 11:30 yang saat ini jeje pun sedang sibuknya dengan pekerjaanya sebagai arsitek di meja kerjanya yang membuat dirinya pun sedikit pegal dan lelah yang sudah beristirahat sejenak meluruskan kedua tangannya dan lekuk lehernya yang amat pegal dan berat yang sesekali memijatnya dengan tangannya, namun dengan Tiba-tiba manajerpun menyodorkan kopi panas kepadanya yang membuat jeje pun sedikit kaget menatap manajernya yang sudah berdiri di sampingnya
"Fiuuhh~~sangat melelahkan bukan? " ujar yudi dengan wajah lelahnya yang sudah berdiri di samping meja jeje , yang membuat jeje pun merasa tak enak hati
"maaf..
"tidak masalah bagaimana kondisi ayahmu? " tanya yudi dengan wajah seriousnya
"ayahku belom ada perubahan, tapi, hari ini ayahku akan keluar dari rumah sakit.. " saut jeje sembari memegang kopi panasnya
"bagus kalau begitu, apakah para wartawan akhir-akhir ini masih datang mengganggu?" tanya yudi sembari membenarkan kacamatanya yang sedikit longgar dan pegal
"akhir-akhir ini tidak lagi, tetapi, rumah sudah dibeli orang, jadi kami juga harus segera pindah rumah? " saut jeje sembari menyeruput kopinya
"own begitu ya, kau pasti sangat khawatir, owh iya,apakah sudah dapat tempat tinggal? " tanya yudi dengan rasa penasarannya
"aku akan mencari cara " saut jeje dengan wajah diamnya
"kondisi ayahmu lagi tidak bagus.. jika ada masalah maka harus di katakan, jangan menanggung semuanya sendirian, kita semua disini bukan baru kenal 1-2 tahun, kita bisa memakluminya " saran yudi dengan suara tegasnya yang membuat jeje pun sedikit merasa tak enak hati
"sungguh mints maaf, beberapa waktu ini sikapku yang kurang baik..
" jika kau berkata begitu, akan membuat kita merasa tidak enak , kita semua adalah satu keluarga! "ujar yudi dengan rasa sedikit kecewanya kepada jeje yang menyimpan masalahnya sendirian
"manajer, ada telah berusaha mengaturkan agar aku bisa belajar ke negara jepang, tetapi saat ini aku tidak bisa pergi, maaf, sungguh aku sampai tidak enak hati . " ujar jeje dengan wajah bersalahnya
"masih ada tahu depan, dengan kondisi keluarga mu seperti ini, jika aku adalah kau, aku juga tidak akan pergi! "saut yudi dengan suara sedikit kerasnya yang sudah tersenyum ramah pada karyawannya yang membuat jeje pun sedikit terkejut dengan mata melototnya
"apa!! bisakah aku pergi tahun depan? " tanya jeje dengan antusias
"tentu saja, tahun depan saja, dan jangan khawatir.. " saut yudi yang sudah tersenyum lebar
"aku sungguh ingin sekali pergi tahun depan manajer? " ujar jeje dengan wajah sumringahnya sembari menaruh kopinya diatas meja kerjanya
__ADS_1
"baiklah, bisa diatur yang penting kau pergi tahun depan! " saut yudi yang sudah tersenyum senang
"terima kasih! manajer.. 😄
"sama-sama, tapi, jika butuh bantuan harus cepat katakan! " tegas yudi yang sudah memperingatkan karyawannya yang membuat jeje pun langsung hormat dengan wajah senangnya
"siap pak ,ohw iya, aku lupa bolehkah aku pergi keluar sebentar? aku Mai pergi ke rumah sakit? " ijin jeje sembari menatap manajernya yang sudah membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi
"ya baiklah, kau pergilah! " saut yudi yang sudah melambaikan tangannya sembari berjalan pergi Keruangan kerjanya, yang membuat jeje pun yang mendengar itu sedikit tenang
beberapa jam kemudian..
di rumah sakit
jeje pun yang sudah sampai tujuan beranjak turun dari mobil taksinya dan berjalan menuju pintu masuk, dan tentunya LAlisa pun sudah menunggunya dari tadi yang sudah berpakainya serba tertutup
tap... tap... tap...
"masuklah kedalam.. " pinta jeje dengan wajah juteknya
"tidak ada orang yang akan mengenaliku, kan ? "tanya LAlisa yang sudah menampakan wajah waspadanya, yang membuat jeje pun langsung meliriknya dengan wajah juteknya
yang membuat LAlisa pun yang mendengar itu langsung terdiam cemberut
beberapa menit kemudian..
mereka pun yang sudah duduk tenang, sembari menunggu giliran dengan wajah cemasnya yang dirasakan oleh LAlisa saat ini
"apakah sakit? " tanya LAlisa dengan wajah gugupnya
"apanya? " saut jeje dengan wajah malasnya
"operasi?"ujar LAlisa yang sudah menundukan wajahnya
"kau ingin melakukan operasi? "tanya jeje dengan wajah sedikit penasaranya
__ADS_1
"buat apa datang kesini jika jika tidak operasi! " saut LAlisa dengan suara tegasnya yang membuat jeje pun terdiam sejenak
"pasti sakit, kan? " tanya LAlisa yang masih menundukan wajahnya karena malunya di lihat oleh orang-orang disekitarnya
"aku tidak tahu! " saut jeje jutek
"sungguh kacau! aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali menstruasi, perawatnya pasti aneh, apa itu seperti pemeriksaan rubella ? dan juga apa itu pemeriksaan bentuk janin? "tanya LAlisa yang masih awam dan gugupnya bertanya pada kakak tirinya itu
"tidak pernah hamil, jadi tidak tahu! " cetus jeje sembari melipat kedua tangannya di dadanya, yang membuat LAlisa pun dan mendengar itu langsung mengadahkan wajahnya dengan kesalnya
"kau sudah menemaniku kesini, bisakah bicaramu jangan cetus begitu? "protes LAlisa dengan wajah marahnya
"kita sebaiknya jangan bertengkar ! " saut jeje dengan wajah malasnya
"apa kau tidak mengerti bagaimana suasana hatiku saat ini..? " ujar LAlisa yang semakin kesal di buatnya
"apakah kau juga mengerti suasana hatiku sekarang ini? " saut jeje yang tak mau kalah debat dengan santainya yang membuat LAlisa pun semakin amat geregetan kepada kakak tirinya itu
"emangnya ada apa dengan hatimu? " tanya LAlisa dengan wajah kesalnya
"aku ini bukan sedang menemanimu melahirkan, melainkan aborsi, apa kau kira suasana hatiku baik saat ini! " saut jeje dengan suara tegasnya, yang membuat LAlisa pun langsung terdiam sejenak
"jadi kau ingin aku bagaimana? melahirkan dan merawatnya? "tanya LAlisa yang sudah menatapnya jengah
"aku tidak menyuruhmu untuk melahirkan dan merawatnya ! " protes jeje yang sudah menatapnya serious
"jadi Mengapa kau begitu sinis padaku!"tanya LAlisa yang sudah menampakan wajah kesalnya yang tertahankan
" kalau kau tidak ingin punya anak, maka sejak awal janganlah hamil! "saran jeje yang masih duduk tenang dengan posisinya
"mana aku tahu akan bisa hamil secepat ini! " sewot LAlisa dengan wajah juteknya
"maka sebelomnya kau harus berhati-hati, tidak perduli kau ataupun zaki , kalian bagiku sama saja! "tegas jeje dengan wajah galaknya menatap adik tirinya itu
"bukan urusanmu, jadi jangan sembarangan bicara! setelah mengalaminya.. hamil hanyalah hal yang sementara , zaki juga sebelomnya sering pakai pengaman, tetapi tetap saja bisa kecolongan! "ujar LAlisa dengan keceplosannya membokar aibnya sendiri didepan kakak tirinya , yang membuat jeje pun langsung melepaskan kedua tangannya dari dadanya dan membalikan tubuhnya kearah adik tirinya itu dengan wajah penasarannya
__ADS_1
"apa kau bilang, berarti kau berhubungan dengannya sudah lama? dan kau bilang tadi apa? meskipun sudah pakai pengaman tetapi masih bisa hamil? "tanya jeje yang sudah menampakan wajah seriousnya menatap adik tirinya itu
" iya, aku berhubungan dengannya semenjak dia masuk ke rumah kita sekitar 2 bulanan, entah kenapa aku suka dengannya melihat wajah dan tubuhnya yang seperti model, dan sebelomnya dia selalu memakai pengaman disaat melakukanya, tetapi tidak ada masalah sebelom-sebelomnya , entah kenapa kali ini kurang beruntung, dan jadi begini! "saut jeje yang sudah menampakan wajah kesalnya sembari menggigit kuku jemarinya yang amat geregetan