Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kegelisahan lalisa


__ADS_3

"kau tidak punya hal apapun untuk dibicarakan dengannya? " triak ratih kepada anaknya Itu yang sudah melipat kedua tangannya didadanya dengan kesalnya


"sudah cukup! mamah aku masih Ada urusan penting denganya! "bentak lalisa kepada mamahnya Itu yang sudah menampakan wajah kesalnya yang membuat ratih pun langsung terdiam dengan menahan rasa marahnya kepada anaknya Itu yang sudah berjalan pergi meninggalkan mereka berdua dengan juteknya


" ehMm...


tak berselang lama..


mereka berdua pun langsung berjalan menuju kamar lalisa yang sudah duduk diatas sofanya, yang membuat jeje pun memperhatiakan perut adiknya Itu yang mulai membesar dengan wajah bengongnya


"aku tak bisa menjalani aborsi! " ujar lalisa yang memulai bercakapan kepada kakanya Itu yang sudah duduk disampingnya sembari mengelus-ngelus perutnya


"kenapa? " Tanya jeje dengan wajah diamnya menatap adiknya Itu


"rumah sakit menolak permintaanku , mereka mengatakan ini sudah sangat terlambat, ditambah lagi aborsi dilarang sudah lama! " saut lalisa dengan suara pelannya memberitahukan pada kakanya Itu


"aku tahu Itu, apakah kau sudah Bertemu dengan dokter? " Tanya jeje kepada adiknya Itu


"dua kali sebulan , Dan Mulai bulan depan, aku harus pergi kerumah sakit seminggu sekali! "saut lalisa yang sudah menundukan wajahnya


"lalu,bagaimana dengan bayinya ? " Tanya jeje yang masih kepo Dan penasaran dengan keadaan bayi didalam perut adiknya Itu


"dia sangat luar biasa! " saut lalisa sembari memegang perutnya Itu


"apa kau sudah melihat jenis kelaminnya? " Tanya jeje lagi menatap adik tirinya Itu dengan seriusnya


"aku tidak bertanya Sama dokternya, waktu Itu aku masih sangat takut! " saut lalisa yang bicara apa adanya kepada kakanya Itu


"lalu bagaimana pola makan Dan tidurmu? "Tanya jeje yang bertanya begitu Detail nya kepada adik tirinya Itu


"semuanya baik-baik saja, seperti biasanya! tapi aku memikirkan Zaki , apa kau tahu nomor dia sekarang? " Tanya lalisa yang sudah menoleh Dan menatap kakanya dengan seriusnya


"Zaki? kenapa? kau tiba-tiba menanyakan nomornya apa kau akan menghubunginya ? bukannya kau tak mau melihatnya lagi? "Tanya jeje balik dengan wajah bingungnya menatap adiknya Itu


"ya.. aku tahu apa yang aku katakan akan membuatku akan seperti wanita yang menjijikan, tapi Itu sangat memalukan bagiku setiap kali aku pergi kerumah sakit sendirian, ketakutanku semakin menumpuk karena aku akan segera melahirkan , aku Sama sekali tidak tahu bagaimana membesarkan seorang anak. ." ujar lalisa yang sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang sangat kebingungannya saat ini


"apa kau harus membesarkan bayi Itu? " Tanya jeje melihat adiknya Itu yang sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"bagaimana? ayah bayi Itu pergi bagaimana bisa aku membesarkan sendirian? aku tak pernah membanyangkan aku akan jádi orang tua tunggal, aku tidak tahu cara membesarkan anak! "saut lalisa yang sudah amat putus asa dalam hidupnya saat ini


"jangan bilang begitu, bayinya bisa mendengarmu, Dan apa yang akan kau lakukan jika kau mendapatkan nomor Zaki? " Tanya jeje yang bertanya pada adiknya Itu untuk memastikannya , yang membuat lalisa pun langsung membuka tangannya dari wajahnya dan menoleh pada kaka tirinya Itu

__ADS_1


"aku tidak tahu, tapi hanya dia pria yang ku pikirkan saat ini, dia ayah dari anak ku ! " saut jeje yang terdiam sejenak dengan pikiranya saat ini


"apa kau tahu, dia dipukuli abis-abisan karena membuatmu hamil, Dan kau berencana ingin menikahi pria lain Dan melakukan aborsi! "ujar jeje dengan suara khasnya menatap adiknya Itu yang terlalu egoís


"aku tahu, Dan aku tak punya pilihan lain! " saut lalisa dengan pikiran kacaunya


"kau punya! kata siapa kau tak punya pilihan lagi? "ujar jeje dengan suara tegasnya menatap adiknya Itu


"kau pun jelas-jelas sudah tahu ayah Dan mamah memaksaku untuk menikahi tuan dika , bagaimana aku bisa menikahi Zaki begitu saja? " saut lalisa dengan wajah kemunafikannya


"bukankah kau yang ingin menikahi tuan dika, bukan?"sindir jeje yang sudah tahu kelicikan adiknya dulu


"Iyá, memang, kukira menikahi tuan dika bisa memberikan kehidupan yang selama ini kuinginkan! " saut lalisa yang bicara apa adanya kepada kakanya Itu sembari mengelus-ngelus perutnya Itu


"apa kau benar-benar mencintai tuan dika? " Tanya jeje lagi untuk memastikannya


"hMm.. kurasa, Iyá, tapi tidak begitu besar , aku tidak membencinya, aku baru beberapa kali Bertemu dengannya dipesta, dia menawan Dan sangat tampan! kau juga mengenalnya, Kan? aku ingin menikahinya karena waktu Itu kukira dia sempurna, setiap wanita pastinya bermimpi untuk jádi istrinya ! " ujar lalisa yang mengingat pertama kalinya jumpa dengannya


"tapi kau sudah hamil saat Itu, Kan? " Tanya jeje yang sudah mengkerutkan matanya menatap adiknya Itu


"Iyá! tapi aku ingin menikahinya meskipun aku sedang hamil! "saut lalisa yang ngotot menatap kakanya Itu yang sudah saling diam dengan tatapan dinginya , yang membuat jeje pun langsung menghelang nafas beratnya Itu


" uhu~~aku Bertemu Zaki 2 hari yang lalu! "ujar jeje dengan suara pelannya, yang membuat lalisa pun terkejut langsung mendengarnya menatap kakanya Itu


"pelanyan Kita sebelumnya ingin tahu keadaan ayah , jádi aku Bertemu Zaki tanpa disengaja! " saut jeje dengan diamnya yang membuat lalisa pun semakin penasaran cerita kaka tirinya Itu


"apa kalian berdua membicarakan aku? "Tanya lalisa yang sudah menatap dengan seriusnya


" tidak! "saut jeje singkat


"apa! Sama sekali tidak membicarakan aku!? " Tanya lalisa dengan wajah sedikit kecewanya


" dia tidak mau membicarakan dirimu? " saut jeje datar


"lalu dimana dia tinggal sekarang? "Tanya lalisa yang masih penasarannya keberadaan mantan kekasihnya Itu


"dia pengirimkan parsel untuk perusahaan logistik ! " saut jeje kepada adiknya Itu


"pengirimkan parsel? berapa banyak uang yang dia hasilkan? " Tanya lalisa yang sudah menampakan wajah bengongnya menatap kaka tirinya Itu


"aku tidak tahu, dia bilang gajihnya bagus ! " saut jeje yang bicara apa adanya

__ADS_1


"bagus? bagus, bagaimana? "Tanya lalisa yang semakin penasaran kepada kaka tirinya Itu yang sudah menampakan wajah sedikit kesalnya


"aku tidak tahu! " saut jeje singkat dengan wajah sedikit kesalnya


"apa kalian berdua tidak membicarakan aku Sama sekali? " Tanya lalisa sekali lagi kepada kaka tirinya Itu untuk memastikannya dengan rasa kecewanya


"tidak , lagian dia bilang sudah mengencani seseorang wanita !" saut jeje kepada adiknya Itu yang sudah memijat lekuk lehernya yang sedikit berat, yang membuat lalisa pun terkejut bukan main yang langsung melotot kepada kaka tirinya Itu


"apa! dia mengencani wanita lain? ..


"Iyá! " saut jeje singkat


"dia tahu aku hamil, tapi dia malah memilih untuk mengencani wanita lain? " dumel lalisa dengan wajah kesalnya bukan main


"mungkin dia Kira kau sudah aborsi, bukannya kau yang bilang kepadanya sebelumnya? " saut jeje yang semakin malas mendengar berdebatan dengan adiknya Itu


"seharusnya kau bilang padanya , aku tidak melakukan aborsi? " protes lalisa yang sudah marah pada kaka tirinya Itu, yang membuat jeje pun menghelang nafas beratnya


"uhu~~aku tidak tahu, apa kau sudah melakukan aborsi atau tidak, Kita Ada di rumah sakit Dan kau bilang kau tidak mau diperiksa kalau aku tidak memaksamu!, pada akhirnya kau pergi Dan Kita tidak pernah Bertemu lagi setelah Itu? " saut jeje yang sudah memperjelaskan kepada adik tirinya Itu yang sedikit rasa kesalnya


"aku hamil?tapi bagaimana mungkin dia mengencani wanita lain, sungguh gila, gila! " ujar lalisa yang tidak terima mendengar mantan kekasihnya Itu, yang membuat jeje pun semakin muak mendengar berdebatan dengan adik tirinya Itu yang terlalu egoís


"aku pergi? " ujar jeje yang langsung beranjak bangun dari duduknya


"tunggu! . .


" apa lagi? "Tanya jeje yang sudah menoleh melihat adik tirinya Itu


"apa kau akan menemaniku disaat aku melahirkan? " Tanya lalisa yang sudah menatap dengan wajah berharapnya kepada kaka tirinya Itu


"pasti! " saut jeje singkat


"apa aku benar-benar akan bisa membesarkan anak ini sendirian? "ujar lalisa yang sudah Tertunduk dengan wajah sedihnya yang membuat ratih pun datang dengan tiba-tiba dari balik pintu yang dari tadi menguping pembicaraan mereka berdua


brakkkk.... (suara pintu)


"membesarkan bayi Itu sendirian? apa kau gila ? suruh saja orang lain untuk mengadopsinya! apa kau tidak tahu sekacau apa kau sekarang hah? bagaimana bisa kau membesarkan seorang bayi ?apa kau sudah tidak waras hah! " bentak ratih pada anaknya Itu yang marah besar


"mamah! berhenti berkata seperti Itu! bayinya bisa mendengarmu? " triak lalisa kepada mamahnya dengan kesalnya


"perusahaan hancur Dan ayahmu sakit sekarang! Kita tak lebih baik dari pengemis semuanya membuat ku Gila! memang benar perusahaan Kita hancur, tapi semua orang tahu Kita dulunya adalah pimpinan gruop CY! kau akan mempermalukan seluruh keluarga untuk Mempertahankan bayi seorang anak pelayan! "triak ratih yang murka kepada kedua anaknya yang sudah berdiri dihadapnya , yang membuat jeje pun tak banyak bicara lagi langsung pergi meninggalkan mereka dengan kesalnya

__ADS_1


"Agrhh... menyebalkan sekali! apa mereka tidak bisa melihat , pada orang-orang miskin yang hidupnya lebih bahagia darinya!.. (batin jeje) yang terus berjalan keluar rumah ayahnya Itu dengan rasa kesalnya kepada ibu tirinya Itu


tak... tak... tak..


__ADS_2