
beberapa hari kemudian..
dengan tiba-tiba jeje pun ditugaskan diluar kota untuk pekerjaanya yang membuat dika pun sedikit terkejut mendengarnya dari istrinya itu yang begitu mendadak
"aku akan berangat untuk berjalan bisnis hari ini, sekarang aku pun sedang peking baju-bajuku kedalam koper! " saut jeje dengan wajah datarnya sembari melipat baju dan barang- barangnya yang dibutuhkan untuk di Sana
"kemana kau akan pergi? " tanya dika di sebrang Sana
"lokasi konstruksi! di kota M? " saut jeje dengan suara khasnya
"kenapa kau harus ada di lokasi? " protes dika yang tidak kesukaanya
"aku hanya akan memeriksa apakah bangunan sesusai atau tidak! "saut jeje yang sedikit malas mendengar suaminya itu yang sedikit cerewet
"kenapa harus kau yang kesana? " ujar dika yang masih tidak terima dengan keputusan istrinya itu
"kau aneh, kau tahukan propesi pekerjaanku apa, jadi aku bertanggung jawab untuk proyek ini! " saut jeje dengan juteknya sembari menyusun bajunya yang hampir beres
__ADS_1
"berapa lama, dan kapan akan kembali lagi? " tanya dika di sebrang Sana dengan suara keponya
"lusa, aku khawatir kau akan melakukan sesuatu yang mengejutkan jika aku tidak memberi tahumu sebelomnya, itulah kenapa aku menghubungimu! "saut jeje dengan sedikit rasa kesalnya
"aku tidak suka kau pergi berjalan bisnis? " protes dika lagi dengan wajah kesalnya di sebrang Sana yang membuat jeje pun langsung menghelang nafas beratnya
"uhu~~aku harus pergi entah kau suka atau tidak, itu sudah keputusanku! " saut jeje dengan juteknya langsung menutup kopernya dengan rapih
brukk...
yang membuat dika pun hanya bisa pasrah dengan suara istrinya itu dengan kukuhnya
"anggaran perjalan terbatas, mungkin aku akan menginap di montel! "saut jeje yang bicara apa adanya yang membuat dika pun terkejut bukan main
" apa? dimontel?"triak dika di sebrang Sana dengan wajah terkejutnya
"kenapa berteriak begitu, apa itu sangat mengherankan? kau terdengar seperti aku akan tidur dijalanan saja! " cetus jeje yang sudah menampakan wajah sedikit kesalnya
__ADS_1
"tunggu! aku akan memesan hotel untukmu! "saut dika di sebrang Sana
"jangan repot-repot aku akan pergi sekarang juga! " tolak jeje dengan juteknya yang membuat dika pun tak mau kalah debat dengan istrinya itu
"lakukan saja apa yang aku katakan, dan jangan mencoba berdebat denganku ! " protes dika dengan suara tegasnya yang langsung mematikan ponselnya lalu menghubungi seketarisnya dan supirnya itu
beberapa menit kemudian..
jeje pun yang sudah turun menggunakan liftnya sembari mendorong kopernya ke pintu utama, yang membuat jeje pun terkejut melihat supir suaminya itu yang sudah berdiri menunggunya
"halo, nona jeje apa kabar.. " sapa heru dengan ramahnya sembari menghampiri kekasih tuannya itu
" aku baik, maaf merepotkanmu! "saut jeje yang sudah tersenyum ramahnya, namun dengan cepat heru pun langsung membawakan kopernya
" tunggu! aku bisa membawanya sendiri!"protes jeje dengan wajah tak enak hatinya melihat kopernya yang sudah dibawa begitu cepat kedalam mobilnya yang membuat jeje pun mau tidak mau berjalan mengikuti langkah supir itu menuju mobilnya
"apakah laki-laki itu mencoba memberitahu semua orang bahwa dialah orang yang selalu di belakangku? " (batin jeje) dengan rasa sedikit khawatirannya didalam hatinya , yang langsung masuk dan duduk dengan nyamannya didalam mobilnya itu
__ADS_1
brakkk... (suara mobil)