
20 hari kemudian..
disaat pertengaran itu dika pun tak pernah menemui istrinya ataupun datang berkujung ke apartmentnya seperti biasanya, justru dika malah memblokir kontak dari ponselnya yang membuat jeje pun Susah menghubungi suaminya itu sampai sekarang ini
*nomor yang Ada tuju tidak dapat dihubungi!.. (suara oprator )
"mengapa dika tidak datang mencariku belakangan ini? dan juga tidak menelepon , apakah dia masih marah karena malam itu? bahkan aku sudah kirim sms atau email tapi tak pernah dia balas, dan selama 20 hari ini nomornya terus tidak pernah aktip!.. (batin jeje) dengan diamnya yang masih didalam toiletnya namun dengan penasaranya jeje pun menelepon perusahaanya
"halo, siang, bisakah aku berbicara dengan wakil direktur?" tanya jeje dengan suara promalnya
"maaf, anda siapa? apa sudah Ada janji? " tanya seketaris dika disebrang sana
"tidak, tapi katakan saja aku jeje janey ingin bicara sebentar! " saut jeje disebrang sana yang membuat Dani pun sudah tahu
__ADS_1
"baiklah, aku mengerti , tolong tunggu sebentar aku akan sambungan langsung! " ujar Dani disebrang sana yang sudah menutup telephonenya
"halo, ini aku.. " sapa dika disebrang sana
"hai.. apa kau masih sibuk? " tanya jeje dengan rasa senangnya mendengar suara suaminya itu disebrang sana
"ya, aku sangat sibuk, sebelom aku yang menelepon mu , jangan telephone aku lebih dulu! " saut dika singat yang langsung menutup telephonenya disebrang sana dengan sepihak yang membuat jeje pun terkejut bukan main dengan sikap suaminya itu kepadanya
tut..
beberapa jam kemudian..
dika pun mengirim pesan singkat kepada istrinya itu yang membuat jeje pun dengan antusianya langsung menemuinya ditempat restoran, yang pertama kalinya mereka bertemu dulu, dan jeje pun berjalan masuk dan duduk di sofa yang sudah dipesankan sebelomnya sembari menunggu kedatangan suaminya itu, namun tak berselang lama ..
__ADS_1
" ah. . disini.. "triak jeje dengan suara yang sudah sedikit pelannya melihat suaminya itu yang sudah datang dengan seseorang wanita cantik dan seksi disampingnya , yang membuat jeje pun terkejut dengan wajah bengongnya terdiam
memperhatikan mereka berdua yang sudah berjalan melewati dirinya dan duduk di belakang kursinya yang sudah menampakan wajah suramnya
"siapa wanita itu?.. (batin jeje) yang terdiam dengan rasa kecewanya sembari mendengar percakapan mereka berdua di belakangnya
"apakah setelah menikah, harus masuk kerumah orang tua? " tanya wanita itu dengan suara manjanya menatap dika yang sudah menampakan wajah datarnya, sembari memperhatikan istrinya itu di belakangnya , yang membuat jeje pun sedikit kesal yang sudah *******-***** jarinya yang geregetan
"apa wanita itu yang ingin dinikahi dika? mengapa dia ingin aku muncul pada saat situwasi seperti ini? dan membiarkanku mendengar percakapan ini ? apa yang sebenarnya yang dia inginkan? dasar berengsek!humpph... (batin jeje) dengan rasa kesalnya langsung beranjak bangun dari duduknya sembari mengempalkan tangannya yang sudah amat geregetan tertahankan sembari berjalan pergi meninggalkan restoran itu, yang membuat dika pun hanya bisa terdiam dengan tatapan dinginya memperhatikan punggung istrinya itu
beberapa hari kemudian..
jeje pun seperti biasa dirinya pun mencari kesibukan sediri didalam kantornya agar tidak terlalu memikirkan suami kontraknya itu saat ini, namun dengan tiba-tiba ponselnya pun berbunyi diatas mejanya
__ADS_1
kring... kring... kring...
yang membuat jeje pun langsung mengangkatnya dari suaminya itu dengan wajah sedikit terkejutnya