
"apakah kau tidak senang karena aku pernah menolakmu sebelumnya.. " tanya jeje dengan wajah sedikit kesalnya menatap dika yang sudah duduk di kursinya sembari melihat dokumennya
"bukan, karena aku tidak tertarik lagi, buat apa mengurusi wanita yang bilang aku bukan tipe kesukaannya.. " saut dika dengan rasa cueknya yang membuat jeje pun menatapnya dengan wajah seriusnya
"aku akan berusaha keras..
"kau pikir wanita sepertimu punya pesona luar biasa? kau jangan bermimpi! kau tidak secantik itu, kau hanyalah sedikit lebih baik diatas dari rata-rata .. " cetus dika dengan wajah dinginya yang membuat jeje pun hanya bisa terdiam sembari mehelang nafas beratnya sembari menahan perutnya yang sudah keroncongan yang dari tadi siang menunggu laki-laki itu
krukk... krukkk... (suara perut)
yang membuat jeje pun sedikit malu mendengar suara cacing didalam perutnya yang ingin minta jatah, yang membuat dika pun langsung terdiam menatap jeje
"apa kau belom makan malam? " tanya dika dengan sedikit penasarannya
"terimakasih padamu, makan siang pun aku belom makan!.. " saut jeje dengan suara juteknya
"tapi, aku tidak ada niat mengundangmu makan ?
"ckk... aku juga tidak ada niat makan bersama dirimu " saut jeje yang tak mau kalah , yang membuat dika pun sedikit kesal sembari melemparkan dokumennya diatas mejanya
brakk...
__ADS_1
"sikapmu benar-benar membuatku kesal! ..
" jadi apa yang harus aku lakukan? "tanya jeje menatap dika sekali lagi untuk memastikannya
"apa magsudmu?"saut dika yang sudah menatapnya dingin
"bagaimana agar mendapatkan kembali tawaran itu? " tanya jeje yang sudah beranjak bangun dari duduknya
"aku sudah tidak tertarik , apa lagi yang kau harapankan? " saut dika yang masih kukuh dengan pendiriannya, yang membuat jeje pun tak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa menghelang nafasnya
" huh~~baiklah, kalau begitu terimakasih banyak sudah menemuiku, aku pergi dulu.. " pamit jeje sembari menundukan wajahnya sedikit yang sudah berdiri di hadapannya
"mohon maaf membuatmu menunggu lama " saut dika yang sudah menganggukan kepalanya
klikk...
brukk...
yang membuat jeje pun sedikit terkejut melihat laki-laki itu yang sudah berdiri menahan pintunya yang sudah saling tatap dengan dinginya
"apa kau nyakin ingin mempertahankan rumah itu untuk ayahmu? " tanya dika yang sudah menatapnya jeje dengan wajah seriusnya
__ADS_1
"kenapa kau bertanya hal seperti itu? " saut jeje yang sudah menampakan wajah juteknya
"apa kau tidak tahu caranya meminta tolong? jika memang ingin membantu ayahmu yang cacat itu, bukankah kau mestinya bersujud dan memohon padaku? " sindir dika dengan wajah angkuhnya yang membuat jeje pun sedikit kesal dan marah mendengar itu
"apa cacat!.. (batin jeje) yang sudah menahan amarah dan kesalnya pada laki-laki itu yang sudah ada di hadapanya yang sedang menatap dirinya
"apakah.. dengan aku bersujud sudah cukup? " tanya jeje yang sudah menampakan wajah dinginya
"kalau kau mau negosiasi ini lebih berhasil. jadilah wanita yang penurut " saut dika yang sudah menutup pintunya dan menyudutkan tubuh wanita itu di balik pintu yang sudah berdiri yang begitu dekat
brakkk...
"kau mau apa? kau ingin aku bersujud , baiklah aku akan bersujud, tapi bisakah kau geser sedikit ! " protes jeje dengan wajah juteknya menatap dika yang tidak ada rasa takutnya sama sekali
"kau pikir aku pria macam apa menyuruh wanita untuk bersujud di depanku ? "saut dika yang sudah menatapnya yang begitu dekat yang membuat jejepun sedikit memundurkan wajahnya
"bukankah, tadi kau yang menyuruhku untuk bersujud? . . " ujar jeje yang sudah menatap dengan wajah bingungnya
"jangan pura-pura linglung di depanku ! " saut dika dengan suara khasnya menatap jeje yang begitu dalam
"jadi aku harus bagaimana? " tanya jeje yang masih bingung dengan apa yang harus dilakukannya
__ADS_1
"apakah harus aku juga yang mengajarimu ? "saut dika yang sudah menatapnya yang begitu lekat sembari membelai pipi dan bibir wanita itu yang begitu lembut yang membuat jeje pun sedikit terkejut dengan wajahnya yang begitu tegang