Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
Ditempat pertandingan hockey


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


mereka pun sudah duduk dibarisan kedua paling depan dengan suasana yang tidak terlalu rame yang saat ini sudah merasakan suhu dinginnya ,yang membuat tubuh jejepun menggigil kedinginan


"wow!.. wow!.. ayo!.. " sorak beberapa orang sedang menyemangati group nya itu di area pertandingan yang sudah aduh dengan sengitnya


"dingin sekali aku harap tadi aku membawa mantel kalau tahu gini! " gerutu jeje dengan suara pelannya sembari memegang kedua lengannya , yang membuat dika pun langsung menoleh melihat istrinya itu yang langsung memberikan dan meyelimuti tubuh istrinya itu dengan selimutnya


"tenang saja aku sudah membawa selimut, pertandingan ini baru saja dimulai! berdekatlah kepadaku , nanti akan semakin dingin! " saut dika yang sudah merangkul pundak istrinya itu yang membuat jeje pun mau tidak mau langsung menggeser sedikit duduknya kearah dekapan suaminya itu yang sudah memeluknya yang begitu hangat


"aku rasa nafasku membeku seketika! " ujar jeje yang sudah sedikit hangat dari dekapan suaminya itu


"kita berada didalam suhu dibawah nol, penontonya tidak banyak, hockey tidak begitu populer dinegara kita! "saut dika yang sudah memberitahukan pada istrinya itu


"aku kira para pemain, tidak akan tertarik karena tidak ada penontonya, yang ingin melihat permainan mereka? "gerutu jeje dengan suara pelannya sembari melihat pertandingan dibawah Sana, yang membuat dika pun langsung menatap istrinya itu yang masih teringat dengan bunga mawar pada istrinya itu


"apa kau membuang bunga , nya? " tanya dika yang sudah menatap dengan seriusnya, yang membuat jeje pun langsung menoleh melihat suaminya itu


"iya! " saut jeje singkat


"benarkah? apa kau tidak bohong? " tanya dika lagi yang ingin memastikan istrinya itu


"iya, apa aku harus buat video live langsung di depanmu? agar kau puas! " saut jeje yang sudah menahan rasa kesalnya itu


"tidak perlu, itu akan di anggap sebagai pelangar kontrak kita, jika kau berani menerima bunga mawar dari laki-laki lain terkecuali dariku sendiri , pikirkan itu baik-baik! " ancam dika dengan suara pelannya sembari menahan rasa kesalnya


"owh! begitu kah?. . " saut jeje yang sudah mengkerutkan matanya menatap suaminya itu


"aku akan memberi nasehat pada siapa pun yang mengirimkanmu bunga jika aku tahu siapa orangnya tanpa terkecuali! "ujar dika dengan suara tegasnya Memperingat istrinya itu, yang membuat jeje pun melongo melihat suaminya itu yang tidak ada rasa takutnya sama sekali


"dia sepupunya menejerku, tolong jangan Sakiti dia! lagian dia tidak tahu apa-apa tentang kita berdua, bukan? " saut jeje yang sudah memberitahukan pada suaminya itu yang tak mau kalah debat


"aku tidak perduli dan aku tidak bisa memaafkannya, meskipun dia adalah sepupuh nya menejermu ataupun kakenya! " cetus dika dengan suara tegasnya, yang membuat jeje pun tersenyum kecut mendengar ucapan suaminya itu yang sangat menyebalkan itu


"haha.. kau ternyata lucu juga! lalu untuk apa kau tiba-tiba memintaku untuk melihat pertandingan hockey? "tanya jeje yang sudah menatap suaminya itu sembari mengkerutkan matanya yang sudah ada didekapannya


"kau tak lihat pemain no 23,dia adikku ,namanya zidan nasution Abram !.." saut dika yang sudah memberitahukan pada istrinya itu sembari menujuk dengan jarinya kearah adiknya itu yang sedang fokus dengan pertandingannya


"apa! adikmu? "saut jeje dengan wajah diamnya menatap adik dari suaminya itu diarea Sana

__ADS_1


" iya, dia lahir saat ayahku usia 55 tahun, adikku anak yang sangat energik, group eagle merekrut Tim hockey untuknya.. "ujar dika dengan suara khasnya memberitahukan pada istrinya itu sembari memeluk istrinya dari dekapanya yang tak pernah lepas dari genggamannya , dengan matanya masih tertuju pada adiknya diarea Sana sama halnya dengan jeje melihat pertandingan itu dengan seriusnya


"aku tidak tahu ternyata group eagle memiliki Tim hoki? aku tahu kakemu memiliki Tim sebak bola dan Tim baseball! " ujar jeje dengan seriusnya melihat pertandingan itu, namun dengan tiba-tiba dika pun langsung berdiri dan berteriak pada adiknya itu yang membuat jeje pun sedikit terkejut dengan mata melototnya


"tembak!... " triak dika dengan wajah seriusnya melihat adiknya itu


tukkk... takkk... brakk.. swoshh...


"zidan! didalam lubang! "triak dika lagi dengan suara kerasnya memberitahukan pada adiknya itu yang semakin sengit merebutkan beda kecil hitam itu yang sudah saling merebutkannya Sana sini , yang membuat jeje pun langsung duduk dengan tegaknya melihat pertandingan itu dengan wajah seriusnya


"ini permainan sangat berbahanya sekali! "ujar jeje dengan suara pelannya melihat pertandingan itu yang baru pertama kalinya dirinya melihatnya, dengan wajah sedikit tegangnya , yang membuat dika pun langsung duduk kembali sembari memeluk istrinya itu dari dekapanya


"permainan bola semuanya sangat berbahanya, tidak apa-apa dia akan baik-baik saja! "saut dika yang sudah tersenyum manisnya pada istrinya itu


"apa kau suka hockey juga, iya kan? " tanya jeje yang sudah menatap suaminya itu dengan seriusnya


"aku melihatnya hanya karena adikku memainkannya, sebenaranya, aku bukan fans berat hockey ! " saut dika dengan santainya menatap istrinya itu


"yah, olahraga seperti ini terlihat lebih menarik dari apa yang aku pikirkan.. " ujar jeje yang sudah tersenyum senangnya sembari mengeluarkan nafasnya yang sudah berasap kedinginan


"baguslah, kalau begitu, ngomong-ngomong apa kau kedinginan? udara nafasmu sampai terlihat begitu jelas? " tanya dika pada istrinya itu yang sudah memeluknya yang begitu erat dengan kedua tangannya dari dekapanya semabari mengelus-ngelus lengannya itu beberapa kali


"bisakah kau bertahan sebentar? " tanya dika yang sudah menatapnya yang begitu dekat semabari mengelus punggung istrinya itu beberapa kali , yang membuat jeje pun langsung menganggukan kepalanya


"iya, aku bisa.. " saut jeje singkat yang sudah menyembunyikan wajahnya dari dekapanya suaminya itu yang masih mengelus-ngelus tubuh nya itu


"ayo kita kunjungi adikku nanti, dia hidup di asrama sekolah, sudah lama aku tidak bertemu dengannya! " ajak dika pada istrinya itu yang sudah tersenyum senangnya


"baiklah..


" sudah sejak 2 hari aku di promosikan menjadi wakil president..


"kau pastinya bahagia dengan promosikanya bukan? "saut jeje yang sudah memotong kalimat suaminya itu sembari mengadahkan wajahnya dengan seriusnya


"sebenaranya, aku tidak memiliki perasaan yang sepecial! "ujar dika dengan perasaannya saat ini yang sudah naik jabatannya menatap istrinya itu


"sekarang kau bukan wakil menejer lagi, justru sekarang kaulah wakil president dari group eagle sekarang ini! " sindir jeje dengan sengajanya menatap suaminya itu yang membuat dika pun tak mau kalah dengan ucapan istrinya itu


"tapi jika kau memanggilku tuan ketua wakil president, aku tak akan pernah dan tak akan segan memaafkanmu! " saut dika ancam dengan suara tegasnya menatap istrinya itu, yang membuat jeje pun langsung terdiam sembari menaikan halisnya menatap suaminya itu

__ADS_1


beberapa jam kemudian...


akhirnya pertandingan hoki pun selesai dengan rasa senang bagi yang menang ada juga rasa kecewanya pada Tim yang kalah , yang membuat dika dan jeje pun langsung pergi dengan cepat menuju ruang adiknya itu


tak... tak.. tak...


"halo kakaku! terimaskasih sudah datang , eh! siapa wanita itu? " ujar zidan yang sudah tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal beberapa kali ,yang sudah berdiri menatap kakanya yang sudah berjalan menghampirinya dengan wajah sedikit penasaranya


"kau tidak perlu tahu ! "saut dika singkat dengan tatapan datarnya


"lagian kau tidak perlu memberitahuku , aku sudah tahu siapa dia! " sindir zidan yang sudah tersenyum senangnya menatap kakanya itu


"apa yang kau tahu tentang dia? " tanya dika yang sudah tersenyum sembari menaikan halisnya menatap adiknya itu yang sudah cengar cengir tak karuan pada kakanya itu


"ayolah, tidak apa-apa , aku bisa memakluminya juga sebagai pria normal! " saut zidan yang sudah tersenyum nakalnya pada kakanya itu


"ckk.. dasar kau bajingan kecil! " ujar dika yang sudah menojok bahu adiknya itu yang sedikit keras


"aww! ampun, bukannya ini pertama kalinya bagimu membawa wanita melihat permainan hockey,dia pasti wanita yang kau cintai bukan? tapi sayangnya ayah dan bibi sudah mencari wanita yang cocok untuk menjadi istrimu, bukankah itu sungguh merepotkan bukan? " sindir zidan yang sudah memberitahu dan mengingatkan kepada kakanya itu yang sudah mengangkat bahunya menatap kakanya itu, yang membuat dika pun langsung terdiam sejenak sembari menghelang nafas beratnya


"uhu~~~


"apa kau tidak akan memperkenalkan dia pada ku? "tanya zidan pada kakanya itu yang sudah tersenyum dengan wajah sedikit penasaranya


"sepertinya dia tidak mau untuk saat ini! " tolak dika yang sudah tersenyum kecilnya menatap adiknya itu


"apakah dia akan menikah denganmu ka? " tanya zidan yang masih penasaranya


"lihat saja nanti, lagian kau tahu apa? kau hanya anak kecil! " saut dika dengan cetus nya menatap adiknya itu


"aku rasa jika dia ingin menikah denganmu, dia akan menyajungku kan? tapi tidak masalah jika dia tidak mau bertemu denganku, lagian aku juga tidak begitu bisa membantunya! "ujar zidan yang sok pijak itu menasehati kakanya itu dengan rasa kepedeannya sembari menepuk dadanya dengan bangganya yang sudah tersenyum senangnya


"hei! nak, berhentilah dewasa yang sok pijak itu, kau memainkan permainan itu dengan sangat baik, aku pun sangat terharu dalam sekejap saja, ya sudahlah sebaiknya aku pergi dulu! " ujar dika yang sudah tersenyum sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan sikap adiknya itu sembari berpamitan yang ingin beranjak pergi sembari membalikan tubuh nya itu


"terimaskasih kakaku sudah datang melihat pertandingan ku meskipun aku kalah heheh.. "triak zidan dengan girangnya yang sudah melambaikan tangannya pada kakanya itu


" emm.. tidak masalah, meskipun kau kalah berkali-kali juga , jaga dirimu baik-baik! "saut dika yang sudah melambaikan tangannya kepada adiknya itu, Sembari perjalan lurus melihat istrinya itu yang sudah berdiri menatap dirinya yang sudah menyodorkan tangannya


" tenang saja, aku pasti bisa jaga diriku!"triak zidan yang sudah tersenyum senangnya melihat kakanya bersama kekasihnya itu yang sudah berjalan pergi sembari bergandengan tangan yang begitu erat dan romantic, yang membuat zidan pun langsung menurunkan tangannya dengan wajah diamnya

__ADS_1


"sepertinya, kakaku akan memilih wanita ini dari pada pilihan ayah dan bibi nya!.. (batin zidan)yang sudah tersenyum liciknya dalam pikirannya itu


__ADS_2