Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
pertemuan pertama


__ADS_3

yang membuat Ratih pun yang dari tadi melihat dan memperhatikan mereka bedua dengan cepat langsung berjalan menghampiri putrinya itu yang sudah di tinggalkan oleh dika yang sedang berjalan menuju belakang ..


tap... tap... tap...


"dia bicara apa?.. " tanya Ratih pada anaknya yang sudah berdiri di belakangnya sembari melihat punggung dika yang sedang perjalan pergi kearah belakang


"sepertinya dia mau pergi ke toilet.. " saut lalisa dengan wajah juteknya


"apa ada hal yang penting yang dia katakan padamu.. " tanya Ratih pada anaknya yang sudah tersenyum senang


"tidak ada, dia sangat menjengkelkan... aku mau lihat dia bisa bertahan berapa lama bersikap begitu .. " saut lalisa dengan wajah kesalnya


"aduh, kamu ini , tidak dengar tadi ayahmu bilang apa? masalah ini berkaitan dengan berlangsungan keluarga kita, Berhati-hatilah sebelum bertindak.. " ujar Ratih dengan rasa kecewanya memperingatkan putrinya itu , yang membuat lalisa pun yang mendengar itu merasa kesal dan jengkel


"ckkk...


"kenapa keluarga kita bisa jatuh dalam kondisi seperti ini.. (batin lalisa) yang belom Terima dengan kondisi kebangkrutan perusahaan keluarganya


di ruang dapur...


yang saat ini sedang sibuk sana sini termasuk jeje


"aku cuci piringnya , kau kumpulkan piringnya.. " pinta jeje pada rekannya yang sudah bersiap untuk mencuci piring yang sudah memakai sarung tangannya


"baiklah, terimakasih sudah membantuku..

__ADS_1


" tidak masalah dan cepatlah, aku tak mau kau kena omelan ibu tiriku itu.. " saut jeje yang sudah memberitahu rekanya itu


"iya..aku akan cepat..


dan jeje pun tanpa pikir panjang lagi langsung memulai aksinya sembari bersennandu di bibir manisnya itu dengan wajah senangnya


" mmm 🎶🎶.. mmmm... 🎶mmmm🎶...


clung... cling... trakkk... (suara piring yang sudah beradu)


namun dengan tiba-tiba dika pun berjalan masuk kedalam dapur dan menemukan gadis yang dia cari sembari bersender di balik pintu dengan kedua tangannya yang sudah dilipat didadanya yang sedang memperhatikan jeje yang sedang fokus mencuci piring nya..


namun dengan tiba-tiba jeje pun tersadar ada yang memperhatikan dirinya dari belakangnya dan benar saja jeje pun menoleh kearah pintu yang sudah ada seseorang yang sedang berdiri menatap dirinya yang sudah mengangkat halisnya dengan wajah herannya


"eh! siapa kau? .. "tanya jeje pada laki-laki itu dengan wajah penasarannya dan sebelumnya jeje tidak tahu kalau laki-laki yang ada di belakangnya itu adalah laki-laki yang akan di jodohkan kepada adik tirinya itu


"ada perlu apa sampai kedapur?.. " tanya jeje pada laki-laki itu dengan wajah juteknya


"aku mencari toilet pria, tidak sengaja sampai kesini.. " saut dika dengan kepura-puraannya


"berbaliklah kepintu utama, kau akan menemukannya.. " ujar jeje yang sudah membalikkan tubuhnya sebentar lalu menujukan arahan oleh tangannya kepada laki-laki itu


"tidak bisa lewat ke pintu belakang? .. "ujar dika yang masih terdiam dengan posisinya


"kenapa mau lewat pintu belakang?.. " tanya jeje pada laki-laki itu sembari membalikkan tubuhnya lagi untuk mencuci piringnya yang begitu banyak

__ADS_1


"karena aku tidak mau bertemu dengan orang-orang tua itu.. " saut dika dengan wajah datarnya sembari melihat punggung wanita itu yang masih sibuk dengan piring-piringnya


"aku paham, seharusnya kau tidak hadir di pesta ini kalau kau tidak suka..


" kau benar sekali!.. " saut dika yang sudah mengangkat bahunya sembari melipat tangannya yang masih didadanya


"jadi apa kau masih belom pergi juga ?.. " tanya jeje pada laki-laki itu yang sudah menoleh lagi kearah kebelakang dengan wajah juteknya


"jangan buru-buru , biar aku santai sebentar dengan sebatang rokok ini.. " saut dika dengan santainya mengeluarkan rokonya dari dalam jasnya yang membuat jeje pun yang mendengar itu langsung mengkerutkan halisnya dengan wajah heran bercampur kesal


"apa kau bilang ?


"tolong izinkan aku, nona dapur.. " ujar dika dengan sengajanya meledek wanita itu sembari menyalahkan korek apinya dan mengisap rokonya beberapa kali yang membuat jeje pun sedikit terganggu olehnya


"kau ini dasar tamu aneh! cepat pergi dari sini! .. " ujar jeje dengan suara galaknya melihat laki-laki itu yang tidak bergeming sama sekali namun dengan tiba-tiba..


"lepaskan tanganmu ! apa kau sudah gila.. " ujar lalisa dengan suara kerasnya yang sudah berada di belakang dapur yang membuat jeje dan dika pun terkejut mendengar suara itu dari arah belakang


"lalisa..? (batin jeje)


" suara itu..! (batin dika)


"bagaimana kalau ada yang melihat kita.. " tanya lalisa dengan wajah cemas dan kesalnya yang sudah di tarik paksa tangannya oleh seorang laki-laki yang tak lain adalah kekasihnya sendiri


yang membuat dika pun dengan wajah penasarannya langsung menoleh kearah belakang

__ADS_1


"sepertinya itu suara nona lalisa.. " ujar dika dengan wajah keponya melirik lagi kearah jeje dengan wajah datarnya


__ADS_2