Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
rencana Yudi pada jeje yang menolaknya


__ADS_3

1minggu kemudian..


jeje pun akhirnya sudah resmi menjadi istri sirih dika yang sebelumnya sudah diadakan ijab kabul diatas kertas 📄 putih di apartementnya 3 hari yang lalu,dan dirinya pun akhirnya hidup sendiri dengan kemauannya tanpa ada pelayan ataupun pembantu di apartementnya, dan disaat bersamaan dika pun dengan terpaksa pergi dengan pekerjaannya saat itu juga yang sudah ditugaskan keluar negeri untuk beberapa hari saja , dan menunda bulan madunya yang dia harapkan selama ini , yang membuat jeje pun semakin senang dan bahagia mendengar kabar itu , yang saat ini dirinya pun sedang menyibukan dengan pekerjaannya bersama rekan yang lainya di sebuah proyek yang amat berisik..


buzz... buzz... tok... tok... tok... wiggs... wings....


namun dengan tiba-tiba ponselnya pun berbunyi dari saku celananya


kring... kring... kring..


yang membuat jeje pun langsung merongoh saku celananya sembari melihat nomor layar ponselnya itu dengan begitu cepat


"ya, halo.. manajer.. " triak jeje dengan suara kerasnya yang amat berisik diruangannya


"bagaimana pun aku melihat ini semua karena ada masalah pemasangan kabel listrik.. " saut jeje sembari melihat dengan telitinya disetiap sudut ruangan itu


"apakah kau akan menghabiskan waktu lama? " tanya Yudi di sebrang sana


"sepertinya masih lama , soalnya aku harus pergi sebentar lagi ke tempat kediaman nona wulan dikota sebelah , dia berubah pikirannya yang ingin menganti keramiknya lagi ! " saut jeje dengan wajah sibuknya


"sudah aku katakan dari awal, mana mungkin sekali pergi langsung selesai, aaiihhh...baiklah ,segera selesaikan dulu pekerjaan mu ,setelah itu cepat kembali ke kantor ? " pinta Yudi dengan rasa kecewanya disebrang sana, yang membuat jeje pun yang mendengar itu sedikit penasarannya


"ada apa manajer? apakah ada hal mendadak lainya? "tanya jeje disebrang sana


"iya, tapi nanti setelah kau balik ke kantor , baru aku jelaskan? "saut Yudi dengan suara seriusnya


"baiklah, kalau begitu manajer, aku akan segera selesaikan dengan cepat, dan akan kembali secepatnya . . " ujar jeje disebrang sana dengan wajah penasarannya langsung bergegas melanjutkan pekerjaannya sembari mematikan ponselnya dan memasukkan lagi kedalam sakunya itu ..


beberapa jam kemudian..


sore pun tiba, menujukkan jam 4 :21 menit yang saat ini jeje pun sudah kembali ke kantornya yang sudah duduk dengan wajah lelahnya bersama Yudi manajernya itu


"apa kau ingin kopi rasanya yang kuat? " tanya Yudi dengan candaannya sembari menuangkan kopinya kedalam cangkirnya

__ADS_1


syurrrr... (suara air )


"coba berikan padaku yang paling kuat? aku juga ingin cepat meminumnya agar badanku segar kembali hehehe... " saut jeje dengan wajah senyum ramahnya


"baiklah, ini buatmu? oh.. iya, apakah malam ini ada waktu? " tanya Yudi sembari menyodorkan kopinya kepada jeje


"malam ini? " saut jeje sembari menerima kopinya dari tangan manajernya


"iya, apa kau sudah ada janji? " tanya Yudi sembari duduk di kursinya dengan wajah penasarannya, yang membuat jeje pun langsung menggelengkan kepalanya beberapa kali


"tidak!..


"jika begitu, ayo kita makan bersama? " ajak Yudi dengan wajah berharapnya, yang membuat Jeje pun langsung terdiam sejenak dengan wajah herannya


"apa ada sesuatu yang penting?


"bisa di bilang seperti itu, ada yang mau aku katakan padamu disaat makan malam nanti? "saut Yudi dengan sedikit ragu-ragu yang membuat jeje pun semakin penasaran dengan apa yang dikatakan manajernya itu barusan


"kenapa harus nanti malam? kenapa tidak katakan sekarang saja? "protes jeje yang semakin penasarannya menatap manajernya itu dengan seriusnya


"jika begitu aku akan semakin penasaran hingga makan malam tiba?sepertinya aku tidak bisa menahan selama itu,manajer? " pinta jeje dengan wajah memohonnya yang membuat Yudi pun tak kuat menahan rencananya itu yang sudah menghelang nafas beratnya


"uhu~~~adik sepupuku... " ujar Yudi sembari membenarkan kaca matanya itu , yang membuat jeje pun mengkerutkan halisnya dengan wajah bengongnya


"adik sepupu ? maksudnya adik sepupu manajer yang meneliti di Institut Teknologi dan sains? "tanya jeje dengan jawaban benarnya menatap manajernya itu yang sudah tersenyum sembari menganggukkan kepalanya beberapa kali


"iya, kau benar..


"lalu, ada apa dengan adik sepupu mu itu? " tanya jeje dengan wajah penasarannya yang membuat Yudi pun sedikit malu untuk mengatakannya


"sebenarnya adik sepupu ku terus menyuruhku dan mendesakku, ingin diperkenalkan jeje kepadanya .. " saut Yudi dengan wajah malunya sembari mengagaruk lekul lehernya yang tak gatal itu, yang membuat jeje pun langsung terkejut dengan mata melototnya


"apa! aku? tapi, tunggu! apa manajer sudah katakan mengenai keluarga kami yang sudah bangkrut? " tanya jeje yang sudah menampakan wajah seriusnya

__ADS_1


"tenang saja, dia sudah melihat beritanya yang sudah di siarkan ditelevisi tempo hari? " saut Yudi dengan senyum senangnya


"jadi apa dia masih memintamu untuk memperkenalkan lagi ? " tanya jeje yang sudah tersenyum sembari menggaruk jidatnya yang tak gatal itu


"dia masih terus meminta ku setiap kali ada kesempatan dirumah , jadi aku ingin menanyakan pendapat mu, aaihhh... seharusnya pembicaraan ini buwat nanti malam disaat kita makan malam ! " cibir Yudi sembari melipat kedua tangannya didadanya dengan rasa menyesalnya, yang membuat jeje pun langsung tersenyum pahit kepada manajernya itu


"jika aku menolak, apa mungkin manajer tidak mentraktirku makan lagi?


"pasti traktir, tetapi apa kau tidak bersedia? "saut Yudi dengan wajah berharapnya


"aku masih belom memikirkannya.. "saut jeje jutek


"akankah dipertimbangkan lagi? " saran Yudi menatap jeje dengan seriusnya


"mengenai ini.. aku belom bisa memastikannya! " saut jeje dengan tatapan datarnya


"kedengarannya seperti tidak terlalu bersedia sama sekali? "cibir Yudi dengan tatapan diamnya


"jujur saja aku sudah tidak ingat lagi tampang adik sepupu mu itu ! " tolak jeje dengan rasa tak enak hatinya


"benarkah? tapi kenapa adik sepupu ku setiap harinya itu tidak pernah melupakan wajahmu? kadang dia tidak bisa tidur ? " dumel Yudi dengan wajah herannya mengingat adik sepupunya itu


"haruskah aku merasa senang mendengarnya? heheh... " tanya jeje dengan rasa tak nyamannya


"tentu saja ini hal yang baik, ada orang yang memikirkan seorang jeje janey yang super duper cuek dan galak dengan lawan jenisnya, yang hampir tidak bisa tidur! sungguh lucu bukan? hahaha... "sindir Yudi dengan suara candaanya yang tidak dipermasalahkan lagi


" hahaha..maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa maaf.. "saut jeje yang sudah tersenyum canggungnya


"ternyata seperti itu, dari awal aku juga sudah berkata dan memberitahu padanya , kalau perasaan jeje sedang kacau balau karena masalah keluarganya, kau tak usah merasa tak enak hati ataupun canggung karena masalah ini, baiklah, kalau begitu sampai ketemu nanti malam? " pinta Yudi sembari beranjak bangun dari duduknya dengan senyum ramahnya


"owh.. iya nanti malam kita akan pergi kemana? " tanya jeje dengan wajah sumringahnya menatap manajernya itu dengan hati leganya


"ke restoran yang mensajikan makanan laut apa kau suka ? " tanya Yudi yang sudah berdiri menatap jeje dengan senangnya, yang membuat jeje pun semakin semangat mendengarnya

__ADS_1


"baik, makan laut adalah kesukaanku! " triak jeje dengan girangnya, yang membuat Yudi pun ikut senang yang sudah beranjak berjalan pergi meninggalkan jeje seorang diri dengan bahagianya


__ADS_2