
beberapa jam kemudian..
akhirnya mereka pun kembali pulang ke apartementnya yang sudah masuk kedalam lift dengan hati leganya yang dirasakan jeje saat ini
ting... (suara pintu lift)
"terimakasih, untuk hari ini dirumah sakit tadi? " ujar jeje sembari membuka cincinnya dan diberikan pada suaminya itu yang sudah berdiri disampingnya
"hMm... itu semua adalah hal sepele... " saut dika yang sudah tersenyum sembari mengambil cincin dari tangan istrinya itu
"terkadang... sepertinya berbohong juga sesuatu cara yang bagus? sekali lagi terimakasih banyak untuk hari ini" ujar jeje yang sudah amat senang dan tenangnya saat ini yang sudah menjenguk ibunya itu dengan wajah bahagianya
"kalau begitu, bisahkah kau menawarkanku pelanyanan special sebagai imbalan ? " pinta dika pada istrinya itu yang sudah tersenyum liciknya , yang membuat jeje pun terdiam dengan wajah bengongnya menatap suaminya itu
"pelanyanan seperti apa? " tanya jeje dengan wajah penasarannya, melihat suaminya itu yang sudah tersenyum genit padanya
"hehe..
__ADS_1
"kau tidak bisa memikirkan sesuatu yang lain tapi...
"apa yang buruk dengan itu? " tanya dika yang sudah memotong kalimat istrinya itu yang sudah menatapnya dengan wajah herannya
" ho-ho ..tidak buruk juga, itu sebenarnya bagus, bukan? dan kau juga sebenarnya menantikannya, iya kan? " ledek dika yang sudah tersenyum menggoda pada istrinya itu
"bisakah kau berhenti mengatakan hal-hal aneh seperti itu ? " pinta jeje yang sudah menampakan wajah malasnya yang sudah mengkerutkan matanya menatap suaminya itu
"baiklah, aku tidak akan bicara lagi, maka, sebaiknya kita melakukannya bukan? " saut dika yang sudah mengunci mulutnya itu dengan tanganya sembari tersenyum senang menatap istrinya itu
ting... (suara lift terbuka)
yang membuat dika pun tertawa lepas melihat punggung istrinya itu yang sudah melangkah dan berjalan lebih dulu dengan wajah juteknya melihat tingkah suaminya itu yang tak biasa
" HmM...
beberapa menit kemudian..
__ADS_1
jeje pun dengan pikiran penatnya langsung bergegas masuk kedalam kamarnya yang ingin membersikan tubuhnya yang sudah lengket itu, sembari menyalakan air swowernya yang sudah membasahi sekujur tubuhnya itu dengan pikiran dan perasaan yang kacaunya saat ini
syurrr.... syurr... syurr...
"aku tak bisa melakukan itu lagi, aku tidak boleh percaya atau bergantung padanya, aku sudah terlibat terlalu dalam dengan perasaanku padanya?.. (batin jeje) yang sudah memutuskan perasaannya saat ini pada suaminya itu
dan diruang tamu saat ini Dika pun sedang berdebat dengan seseorang disebrang Sana dengan wajah kesalnya
"maksudmu tuan jajang, wakil menejer umum , adalah orang yang menguntitku? " tanya Dika dengan wajah sedikit terkejut yang tidak percaya selama ini
"benar, aku nyakin dia yang melakukannya, aku menemukan group 4 HR terlibat , dia pemimpin group jadi aku nyakin dia pasti sudah mengaturnya? " saut anak buah Dika disebrang Sana dengan seriusnya
"siapa yang memberitahu dia? untuk berbuat seperti itu? ayaku atau bibiku? " tanya Dika disebrang Sana yang sudah menampakan wajah yang amat geregetannya yang tertahankan
"sayangnya ,mereka menolak untuk memberitahuku , aku pikir aku tidak bisa menggali lebih dalam lagi? "saut anak buahnya itu yang sudah memberi alasanya yang sudah menyerah pada tuannya itu
"baiklah, aku akan menanyainya secara pribadi pada mereka ! " ujar Dika dengan rasa kecewanaya langsung menutup ponselnya itu yang sudah berdiri terdiam dengan pikiranya yang sudah menoleh melihat kamarnya itu
__ADS_1
"apa yang membuatmu berubah begitu dingin, aku pikir kau hanya ingin mainan yang sepecial? Dika! berhentilah bermimpi ! kau tidak boleh serakah! .. (batin Dika) yang sudah menghelang nafas beratnya dengan kasarnya
" uhu~~~