
"halo, apa kabar nona jeje janey .. " sapa dika dengan wajah wibawanya , yang membuat jeje pun dengan wajah terkejutnya langsung beranjak bangun dengan sopanya
"halo, tuan , apa kabar juga.. " saut jeje sembari membungkukkan badannya sedikit dengan hormatnya
"oh.. iya, menejer Yudi, kenalkan dia adalah tuan dika dari grup Eagle .. " ujar jeje dengan ramahnya memperkenalkan pada menejernya yang sudah beranjak bangun dari duduknya
"owh, aku kira siapa?halo.. apa kabar tuan.. " sapa Yudi sembari mengulurkan tangannya yang ingin berjabat tangannya yang membuat dika pun langsung menyambutnya dengan senyuman hangatnya, dan jeje pun dengan wajah tenangnya langsung duduk kembali di kursinya
"maaf, sepertinya kalian berdua sedang makan malam , apa aku mengganggu kalian berdua ? " tanya dika kepada mereka dengan wajah kepura-puraan nya
"tidak juga, jika tuan tidak mempunyai acara lain, aku tidak keberatan bila bergabung dengan kami! " saut Yudi dengan senyum ramahnya yang sudah mempersilahkan tamunya itu , yang membuat jeje pun tak bisa berkata apa-apa hanya bisa terdiam mendengarkan mereka berbicara
"tidak perlu, lagian aku sudah membawa seseorang untuk makan disini juga!.. " sindir dika sembari melirik jeje yang masih terdiam membisu
"oh! begitu sayang sekali! . . " saut Yudi dengan rasa kecewanya
"oh.. iya, kalau tidak salah rumah kedua orang tuaku, kau yang mendekornya , kan ? " tanya dika menatap yudi dengan wajah seriusnya
__ADS_1
"iya, memang benar heheh... " saut Yudi dengan sedikit canggungnya
"kau melakukannya dengan baik, ayahku sering sekali memujimu didepanku . . " ujar dika yang bicara basa basinya yang membuat Yudi pun merasa senang mendengar itu barusan
"hahah... tuan , anda terlalu berlebihan aku jadi merasa tak enak begini haha... " saut Yudi yang sudah tersenyum lebar sembari menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal itu beberapa kali dengan senangnya
"lain kali jika aku perlu mendekor lagi, aku akan mencarimu.. " ujar dika dengan wajah wibawanya yang membuat Yudi pun langsung menundukkan wajahnya beberapa kali dengan hormatnya
" terimakasih, dengan senang hati tuan, anda bisa hubungi aku kapan saja bila tuan membutuhkanku ..
"ayahku sedang masa penyembuhan!
"sangat bagus kedengarannya, baiklah, jika begitu aku pergi dulu , sebaiknya kalian lanjutkan lagi makan malamnya.. " ujar dika dengan wajah ramahnya menganggukkan kepalanya beberapa kali sembari membalikkan tubuhnya yang ingin beranjak pergi dihadapkan mereka berdua, yang membuat Yudi pun langsung duduk kembali sembari memperhatikan punggung laki-laki itu dengan kagumnya
"sungguh orang yang hebat . . " ujar Yudi dengan suara pelanya yang membuat jeje pun langsung menatap menejernya itu dengan tatapan tak sukanya
"magsudmu orang itu? " saut jeje sembari menujuk dengan matanya kearah laki-laki itu
__ADS_1
"dia punya sopan santun dan kemampuan, aku juga sebagai sesama pria melihat dia juga sungguh merasa kagum, dalam hal finalsial, penampilan dan bentuk tubuh , semuanya sudah dimiliki olehnya , sampai aku pun merasa iri.."ujar Yudi dengan suara khasnya membicarakan dika dan memujinya dengan tatapan kagumnya beberapa kali , yang membuat jeje pun menatap jengah
"dalam hal finalsial, semua itu warisan! " cetus jeje dengan wajah juteknya
"tapi, warisan bukan sembarangan diturunkan begitu saja.. " protes Yudi sembari membenarkan kaca matanya yang sedikit longgar itu
"apa kau tahu orang yang mengelolah bisnis itu sangatlah kejam ? walaupun anak sendiri, jika merasa tidak memiliki harapan, maka anak itu tidak akan dipakai , demi didikannya menjadi orang yang berguna diperusahaannya, sejak kecil sudah dilatih begitu keras, sampai sekarang pun didikannya masih dipakai .. "ujar Yudi sembari memperjelaskan kepada jeje yang masih terdiam mendengarkannya
"bukankah aku dengar-dengar dia itu seorang playboy , kan? " tanya jeje dengan wajah datarnya menatap menejernya itu
"dan masalah itu dikalangan mereka ,memang sudah terbiasa .. " saut Yudi dengan apa adanya yang membuat jeje pun terkejut mendengar itu
"apa! terbiasa!..
" konglongmerat yang seperti dia banyak sekali yang tertarik pada wanita , tidak perlu marah, banyak ko, beberapa wanita di perusahaannya yang berlomba-lomba ingin menjadi kekasihnya ataupun simpanannya konglomerat . . " ujar Yudi dengan suara khasnya memberitahukan tentang laki-laki seperti dika yang sudah duduk tidak jauh dari dirinya , yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan pemikirannya , dan tanpa sadar jeje pun melirik dan termenung dengan diam-diam menatap dika yang sudah duduk dengan santainya bersama wanita lain di hadapannya yang begitu cantik dan seksi , dan dika pun dengan sadarnya ada yang memperhatikan dirinya langsung menoleh melihat jeje yang sudah menatapnya, yang membuat jeje pun dengan sadar langsung membalikkan wajahnya dengan cepat ,yang membuat dika pun yang menatapnya langsung tersenyum miring
"ppfffttttt.....
__ADS_1