Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
merasa bersalah pada dirinya sendiri


__ADS_3

"apakah ibuku akan baik-baik saja sekarang? aku ingin bertemu dengannya, tapi bibiku bilang tidak usah, dia memintaku untuk mengujunginya diakhir pekan , aku benar-benar tidak seharusnya minum anggur hari ini, jika tadi aku tidak minum, aku tidak perduli bagaimana bibi pengasuh menghentikanku, aku akan dengan cepat pergi kesana! " dumel jeje dengan rasa kesal dan kecewa pada dirinya yang tak bisa berbuat apa-apa yang ingin bertemu dengan ibunya itu, yang membuat dika pun merasa iba pada istrinya itu yang sudah mengelus puncuk rambutnya beberapa kali


"jangan khawatir, pasti ibumu akan baik-baik saja! " saut dika dengan suara lembutnya sembari menenangkan istrinya itu yang sudah merasakan bersalahnya pada dirinya sendiri


"kuharap begitu, bukankah ada pepatah bilang "tidak ada putri yang berbakti didepan ranjang orang sakit "? " ujar jeje yang masih bicara dengan tubuh tengkurepnya dengan wajahnya yang sudah tertutup oleh batalnya , yang membuat dika pun dengan sabarnya mendengar keluhan istrinya itu yang masih memegang pucuk kepalnya dengan lembut


"hmM?..


"aku pikir itu benar, tidak ada putra atau putri yang bisa gigih dalam merawat orang tua mereka yang sakit untuk waktu yang lama ! " ujar jeje yang masih rasa kesalnya pada dirinya itu


"kenapa kau mengatakan seperti itu ? " saut dika yang sudah menatap dan melihat punggung istrinya itu yang sudah memiringkan tubuhnya


"aku tidak tahu kapan itu dimulai... jika bibi pengasuh menyuruhku tidak pergi kesana maka aku tidak akan pergi, aku sudah lama tidak bertemu dengan ibuku! " ujar jeje yang sudah! memiringkan tubuhnya yang tak bernani menatap suaminya yang masih duduk di belakangnya dengan rasa perasaannya saat ini

__ADS_1


"tenanglah ibumu akan baik-baik saja , berhentilah mengganggu dan menyalahkan dirimu sendiri, tutup matamu dan istirahatlah ! " bujuk dika dengan rasa iba melihat istrinya itu saat ini


"begitukah? apakah aku harus tidur? meskipun ibuku sedang sakit, apa aku harus tetap tidur? " saut jeje dengan rasa gelisahnya memikirkan ibunya itu, yang membuat dika pun langsung berbaring disampingnya sembari memasukan lengannya dari bawah kepala istrinya itu yang dijadikan bantalnya dengan perlahan yang membuat jeje pun langsung menahan tangan suaminya itu dari dekat kepalanya


"kumohon jangan! kondisi hatiku lagi buruk! " pinta jeje dengan suara pelanya , yang membuat dika pun tak bergeming yang sudah memeluk pinggang istrinya itu dari dekapanya


"aku tahu, aku hanya ingin memelukmu saja! ..


"tapi meletakan kepalaku di lenganmu sungguh tidak nyaman? "protes jeje yang sudah mengkerutkan matanya melihat tinggkah suaminya itu yang sudah memeluknya dari belakang punggungnya


"kata siapa? aku juga menyukai banyak hal! " protes jeje pada suaminya itu dalam sekejap melupakan kesedihannya itu


"bagaimana bisa? aku bahkan tidak tahu apa yang kau sukai? " ujar dika dengan sengajanya meledek istrinya itu yang membuat jeje pun memejamkan matanya secara perlahan

__ADS_1


"kau tidak perlu mengetahuinya! "saut jeje dengan suara pelanya


"mungkin juga ada alasanya sehingga aku harus mengetahuinya apa yang kau sukai itu? " ujar dika dengan suara pelanya yang masih memeluk tubuh istrinya itu , yang membuat jeje pun semakin nyaman didekapan suaminya itu


"sudahlah, aku mengantuk!...


"aku hanya tahu kau menolak untuk tidur denganku ketika haidmu datang atau kondisimu lagi buruk! aku mengerti semua wanita pasti bersikap seperti itu? "ujar dika yang sudah memberitahukan segalanya tentang seorang wanita pada istrinya itu


" aku hanya khawatir saja! "saut jeje singkat yang masih memejamkan matanya itu


"tentang apa lagi? " tanya dika yang sudah mengkerutkan halisnya dengan wajah penasarannya mendengar ucapan istrinya itu barusan sembari melonggarkan pelukannya dari tubuh istrinya itu


"tentang mulai terbiasa dipeluk seperti ini, adakalanya aku merasa sangat hangat . . " saut jeje dengan perasaannya yang begitu jujur pada suaminya itu, yang membuat dika pun yang memdengar itu sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan istrinya itu barusan

__ADS_1


"jangan dibiasakan seperti itu, kalau tidak, kau hanya akan semakin lelah kedepanya ! " pinta dika yang sudah memeluk tubuh istrinya itu lagi yang begitu erat dari dekapanya sembari mencium jidat istrinya itu yang begitu lembut beberapa kali


tak berselang lama mereka pun tertidur dengan nyenyaknya yang membuat jeje pun semakin hangat dan nyaman didalam dekapan suaminya itu yang lepas dari bebannya saat ini


__ADS_2