Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
di rumah sakit


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


dirumah sakit yang saat ini mereka sedang panik dan cemas melihat suami dari anak-anaknya sedang tak berdaya di ruangan ICU, yang saat ini sedang di tangani oleh beberapa dokter dan perawat yang sedang sibuk menangani pasiennya


"anak ini kenapa tidak menjawab teleponku? " dumel Ratih yang saat ini sedang panik dan gelisah sembari berjalan sana sini seperti gosokan menelpon anak sulungnya dari pernikahan suami yang pertama sebelum budi menikahinya dulu


"apa kaka tidak menjawab teleponnya? " tanya lalisa yang sudah menampakan wajah sedikit kesalnya kepada mamanya yang sudah berdiri tidak jauh darinya, namun dengan tiba- tiba


klikk... (suara pintu tergeser)


tak.. tak.. tak..


dan seseorang dokterpun berjalan menghampiri mereka dengan wajah cemasnya , sama halnya mereka juga bangun dari duduknya berjalan menuju dokter dengan wajah paniknya


tap... tap... tap...


"dokter gimana keadaan suami ku? " tanya Ratih pada dokter itu dengan wajah cemas sekaligus penasaran yang sudah ada di hadapannya


"ada pendarahan pada otak pasien, dan harus segera di operasi secepatnya? "saut dokter itu memberitahukan kepada keluarganya , yang membuat Ratih pun yang mendengar itu langsung merasakan pusing di kepalanya yang sudah terjatuh di pelukan anaknya yang begitu shok terduyung-duyung


"ya, Tuhan! apa lagi ini . .


" ahh! mama, apa yang harus kita lakukan.. "tanya lalisa yang sudah menampakan wajah cemas sekaligus bingung yang sudah memegang mamanya sembari memapahnya kearah kursi yang tak jauh darinya


"apa operasinya harus langsung di lakukan ? " tanya jeje yang sudah berdiri menatap dokter itu dengan wajah penasarannya


"ya, tidak boleh ditunda lagi , pasien saat ini sedang kritis.. " saut dokter itu dengan wajah seriusnya


"apakah dia akan baik-baik saja? " tanya jeje dengan suara sedikit cemasnya


"tergantung situasinya, tapi dilihat dari kondisi pasien saat ingin, sepertinya tidak akan mudah . . " saut dokter itu yang sudah memperkirakan kondisi pasiennya

__ADS_1


"kami paham, silahkan persiapkan operasinya dokter, saya akan bereskan administrasinya. . " pinta jeje dengan wajah seriusnya menatap dokter itu yang sudah menganggukan kepalanya dan bergegas pergi menuju ruang operasi untuk mempersiapkan segalanya ,dan jeje pun terdiam sejenak melihat kedua ibu dan adik tirinya yang tak mau ambil pusing itu yang membuat jeje pun menghelang nafas beratnya begitu saja dan melangkah menuju administrasi tanpa bicara sedikitpun


2 bulan kemudian..


di kediaman mansion grup eagle


"bagaimana kabar pak budi sekarang? " tanya dika pada seketarisnya itu yang sudah berada di lokasi RS budi dirawat saat ini


"hasil operasinya tidak terlalu bagus, dia sudah koma selama 2 bulan . . " saut dani di sebrang sana


"lalu apakah mereka akan mengirimnya kepanti jompo? "tanya dika kepada dani dengan wajah penasarannya


"ya betul, siang tadi aku melihatnya . , jika jeje sudah membanyar biayanya, sepertinya sudah beres? " saut dani yang sudah meneliti dengan baik


"apakah ini artinya mereka sudah tidak kesulitan uang lagi? "tanya dika yang masih penasarannya


"selain itu, mereka harus keluar dari rumah, mungkin akan menjadi masalah bagi mereka mencari rumah baru . . " saut dani dengan seriusnya


"tentu, dengar-dengar dia masuk kerja seperti tidak adapun yang terjadi, dia kerumah sakit melihat ayahnya setelah kerja, lalu mandi dan kembali bekerja esok harinya "saut dani di sebarang sana memberitahukan pada tuannya yang begitu detail yang membuat dika pun sedikit kesal sembari menghelang nafasnya


"ckkk... ternyata kau gadis luar biasa juga sampai saat ini... " dumel dika sembari meremas ponselnya yang begitu kuat


malam pun tiba..


dirumah sakit xxxx..yang saat ini jeje sedang duduk tertidur menemani ayahnya yang masih terbaring koma , yang tiba-tiba seseorang pun datang masuk tanpa permisi yang membuat jeje pun langsung terjaga dari tidurnya dengan wajah kagetnya melihat sosok laki-laki yang selama ini dia benci yang telah menghina dirinya


"klekk.. (suara pintu tertutup)


tak.. tak.. tak..


"mau apa kau kesini? " tanya jeje yang sudah menatapnya dingin

__ADS_1


"aku hanya ingin menjenguk direktur budi? " saut dika dengan santainya berjalan menghampiri budi yang masih terbaring diranjangnya


"kami tidak menerima kunjungan tamu! sebaiknya kau cepat kembali! " pinta jeje dengan suara juteknya


"sabarlah, aku hanya ingin melihatnya sebentar, ohh, iya apakah dia sudah pulih?.. " tanya dika dengan wajah sedikit penasarannya


"seperti yang kau lihat, belom.. " saut jeje yang sudah melipat kedua tangannya didadanya sembari menatap laki-laki itu yang sudah berdiri dihadapanya


"apa kau merawatnya sendirian.. " tanya dika yang sudah memasukan tangannya kedalam sakunya


"aku dan ibuku yang bergantian ..!


" lalu kemana pengasuh ?


"kami tidak lagi pake pengasuh ! " saut jeje yang sedikit kesal mendengar laki-laki itu terus bertahya padanya


"ruang perawatan disini begitu sepi.. " ujar dika yang sudah berdiri di depan jendela kaca sembari melihat pemandangan di bawah sana


"karena ini ruangan ICU, dan juga, pada saat hartanya hilang , nyawanya pun hampir lenyap! "saut jeje dengan suara cetusnya menatap dika dengan rasa tak sukanya


"baiklah, aku datang kemari hanya ingin memberitahumu, tawaranku. masih berlaku.. " ujar dika yang masih mengingatkan harapannya , yang membuat jeje pun yang mendengar itu langsung menghelang nafasnya


"uhu~~kau melakukannya hanya demi membantu orang miskin?


"mau alasan apapun , tidaklah masalah buka ? "tanya dika yang sudah menatap jeje dengan seriusnya


"aku sudah menolaknya, aku tidak akan berubah pikiranku ini!.. " saut jeje yang masih dengan teguh dengan pendiriannya


"betulkah? berarti aku belom cocok sebagai pria idela bagi jeje Janey? "tanya dika dengan raut penasarannya menatap jeje yang begitu cuek dan keras kepala kepada dirinya


"betul, dimasa akan datang juga tidak akan berubah! " saut jeje dengan suara juteknya menatap dika dengan rasa bencinya yang membuat dika pun semakin optimistis yang sudah tersenyum sinis

__ADS_1


"menarik ckkk...


__ADS_2