
Wanita cantik itu menarik dasi yang dikenakan suaminya dan memberikan sang suami kecupan kecil. Kebiasaan Bara yang selalu meminta hal tersebut setiap dia ingin berangkat ke mana pun.
"Ezra belum!" pekik bocah kecil di samping Bara. Wanita itu pun berjongkok dan memberikan kecupan itu. Tentu saja dibalas kecupan bertubi-tubi dari sang anak.
"Eishhhhhh! Jangan lama-lama! Nanti Mama lecet!" ketus Bara menarik Ezra dari dekapan Nabila.
"Papa ikh, Ezra bukan hewan buas. Papa boleh , masa Ezra enggak boleh. Papa jangan pelit dong!"
Nabila menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perseteruan yang terjadi antara dua laki-laki yang sangat berharga dalam hidupnya. Sudah menjadi kebiasaan saat mereka bertengkar seperti ini. Entahlah, Ezra sudah mulai masuk SD, Bara juga sudah memiliki 3 malaikat yang berasal dari benihnya sendiri. Namun, semakin hari mereka malah semakin menempel dan sulit untuk dikendalikan. Terkadang, Nabila akan kesulitan untuk tidur ketika tidak ada salah satu dari mereka yang mau mengalah dan menginginkan tidur satu ranjang dengannya.
"Sudah! Kalian bisa telat! Mas Bara ada rapat, dan Ezra, kau juga tidak bisa meninggalkan upacara bendera."
Kedua orang itu saling menatap dan melempar tatapan tajam. Dalam hitungan detik, keduanya berlari untuk menemui si triplets yang sedang berlari ke arah mereka. Para anak berudu itu terlihat sangat lucu dengan balutan baju kangguru. Apalagi langkah mereka yang masih sangat tertatih.
"Ezra dulu!" kata Ezra antusias.
"No! Papa dulu!" kata Bara. Tentu saja Bara yang menang. Namun, ketika Bara sudah berjongkok di depan princess dan dua prince nya, Ezra menyenggol Bara hingga ayahnya itu terjengkang. Ketiga anak berudu itu tertawa terbahak-bahak. Mereka malah senang saat melihat Bara dan Ezra saling menyerang satu sama lain.
"Mas Baraaaaa! Ezraaaaa! Berangkat atau Mama pukul pakai sapu!"
Bara dan Ezra langsung mengecup ketiga anak berudu di depannya kemudian berbalik menatap Nabila dan memberikan hormat pada wanita yang menatap mereka sambil memegang dan mengetuk-ngetukkan gagang sapu di tangannya.
"Kita berangkat Bu Boss!" teriak keduanya memberikan hormat kepada Nabila.
"Aku mencintaimu, Sayang!" kata Bara setelah mengecup bibir sang istri berulang kali.
__ADS_1
Nabila menunduk saat bajunya ditarik-tarik seseorang. "Ezra juga sayang Mama! Cinta Ezra lebih besar daripada cintanya Papa Bara!"
Nabila tersenyum, dia kembali menoleh ke arah pintu. Matanya melotot menatap suaminya yang ingin kembali menyerang Ezra.
"Hehehe. Aku berangkat! Assalamu'alaikum!" kata Bara merebut anak kecil di dekapan Nabila, posisi Ezra yang dia angkat dengan posisi menyamping membuat para maid, penjaga, juga para suster di sana tertawa. Termasuk si kembar yang kini berlari mendekati Nabila.
"Mama!" ucap ketiganya serempak.
"Kenapa?" tanya Nabila.
"Mau snack!"
"Oke!" kata Nabila. Pengurus di rumah itu seolah sudah mengerti dan langsung berhamburan untuk menyiapkan snack ketiga bocah kecil itu.
....
"Kenapa, Sayang?" tanya Max berjongkok di depan istrinya yang sedang mengasihi.
"Maira gigit lag!" kata ibu yang baru 2 minggu melahirkan itu.
"Ya Allah, Nak! Jangan di gigit, dong! Kasian Ibu nya. Yang tenang ya miminya. Ayah gak bakal rebut itu dari kamu, Nak!" ucap Max mengusap kepala anaknya.
"Tapi dia belum punya gigi, Sayang? Masa iya sakit."
Marlina mendelik. "Ya kalau gak percaya, Mas Daud aja yang susuin. Cobain sendiri. Sakit apa enggak!" ketus Marlina menaruh Maira di gendongan suaminya sedang dia malah keluar dari kamar karena kesal.
__ADS_1
"Sayang! Hei!" panggil Max kepada sang istri. "Ini gara-gara kamu, Ra! Ibu kamu jadi marah sama Ayah. Gimana dong!" Max mendesah pelan. Dia menatap pintu dengan tatapan nanar. "Sabar, Max! Sabar!" katanya menenangkan dirinya sendiri.
....
Wanita cantik itu tersenyum ketika suaminya yang ada di dalam cafe melambaikan tangan saat sedang mengantri untuk membeli es krim kesukaannya. Tentu saja itu di cafe es krim milik Nabila yang brand nya sudah terkenal ke mana-mana.
"Permisi! Boleh saya minta nomor telpon Mbaknya!" ujar seorang pria yang berdiri di depan Jessica.
Wanita itu tersenyum, dia membuka jaket yang menutupi perutnya hingga terpangpang lah perut buncit Jessica yang sepertinya telah hamil 8 bulan. Laki-laki itu pun membungkuk kemudian pergi dengan rasa malu yang luar biasa.
"Dasar orang aneh!" keluh Jessica. Dia kembali fokus menatap suaminya yang sekarang tengah berjalan ke arahnya.
.
.
.
.
Masyaallah. Alhamdulillah. Novel ini benaran udah end ya Guys. Terima kasih karena sudah menemani Author selama dua bulan ini. Sehat-sehat terus untuk kita semua, semoga Allah lancarkan rejeki kita. Aamiin. Pokonya big love untuk kalian. ♥️♥️♥️
Seperti yang sudah Author janjikan. Author ada Dana 20k untuk 3 top fans umum. DM ke IG @anita_hisyam atau FB @Anita Kim
__ADS_1
Yang belum dapat, semoga dapat di novel selanjutnya ya. Insyaallah rilis bulan depan tapi belum tahu tanggal berapa. See you 🤗🤗