Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 10


__ADS_3

"Sayang," ucap mama dengan senyum kepada Pearl.


"Iya ma, ada apa?" tanya Pearl kepada mamanya.


Mamanya hanya tersenyum sembari Pearl mengambil nasi, di tengah makan kedua orangtua berbicara tentang pernikahan mereka, Pearl sontak batuk mendengar hal tersebut.


"Sayang, kenapa minum sayang," tanya mama dengan tindakan polosnya kepada Pearl.


Pearl hanya diam dan senyum tidak nyaman kepada orangtua yang ada di meja makan, selesai makan Pearl sontak ingin pergi sendiri tidak lama Andi menelpon dirinya.


"Halo Pearl, lagi dimana?" tanya Andi dengan nada bahagia.


"Lagi dirumah ada apa Andi," jawab Pearl dengan datar.


"Ketemu ayo ada yang mau gua bicarain sama lu," ucap Andi kepada Pearl.


"Ok, gua kirim alamatnya," ungkap Pearl kepada Andi.


Andi mengakhiri teleponya bersama Pearl sampai di tempat yang sudah mereka janjikan, tidak lama Pearl datang dan Andi membawa bunga Pearl bingung ada apa.


"Andi, lu mau lamar siapa?" tanya Pearl dengan nada bingung dan tidak menyangka.


"Pearl sahabat aku, maukah kamu menjadi istri selamanya bersama aku hingga tua," ajak Andi kepada Pearl.


Semua memandang  mereka sontak Pearl pergi dari situ, tidak lama Andi mengejar Pearl dan Pearl melihat ke arah Andi dengan langkah mundur saat ada mobil yang melaju Andi menarik tangan Pearl lalu berbalik yang mengalami kecelakaan Andi.


"Andi!" jerit Pearl kepada Andi.


Pearl sontak menanggis saat melihat Andi di ruang ugd tidak lama, dokter keluar dan memberi tahu kebagian keluar pasien.

__ADS_1


"Keluarga pasien ada?" tanya dokter dengan tegas.


"Saya dok," ucap Pearl kepada dokter.


"Pasien kekurangan banyak darah dan pasien harus ada yang mendonor darah kebetulan darah pasien sangat langkah A, kalau tidak di tolong dengan cepat saya tidak tau gimana kondisi pasian ke depannya," ujar dokter kepada Pearl.


"Ambil darah saya dok, boleh di cek kesehatan saya dan langsung di donorkan saja," perintah Pearl kepada dokter.


Pearl sontak di bawa ke dalam ruangan untuk di cek kesehatan tidak lama saat selesai mendonor darah, Theo datang kerumah sakit dengan muka marah yang tidak mau memandang Pearl.


"Sayang, aku minta maaf seharusnya aku minta ijin kamu dulu jangan langsung," kata Pearl dengan perasaan tidak enak.


Theo meninggalkan Pearl sontak tidak mau melihat Pearl, Pearl merasa sedih ketika melihat Theo bersikap acuh tak acuh dengan sifatnya.


"Theo sayang sekali lagi aku minta maaf, aku gak bermaksud tapi ini harus karena Andi juga menawarkan hidupnya untuk aku apa aku salah donorin darah aku untuk dia," gumam Pearl dalam hatinya.


"Ini tanganya mengelami retak akan sembuh dalam satu bulan, jangan terlalu di paksa untuk mengangkat yang berat-berat ya," perintah dokter kepada Theo.


Theo keluar dari ruangan dan ada Pearl saat Pearl ingin mendekap Theo, Theo menghindar dengan pelan lalu tidak mau membuat masalah lagi untuk Pearl.


"Maaf Pearl, hari ini aku capek aku mau istirahat bye," ujar Theo kepada Pearl.


Pearl tidak peduli dan terus mengikuti Theo kemanapun Theo pergi, Pearl duduk di bangku kemudi lalu Theo keluar dan di kunci oleh Pearl dari luar.


"Kamu tidak bisa keluar karena udah aku kunci, jadi kamu jangan harap bisa keluar," ucap Pearl kepada Theo.


"Terus kamu mau ngapain kan pria itu lebih penting, jadi buat apa kamu cegat aku," jawab Theo dengan nada kesal.


Pearl sontak duduk di pangkuan Theo dengan kelakuan bar-barnya dan Theo hanya diam melihat ke arah Pearl yang ada di depannya.

__ADS_1


"Aku kesal liat kamu marah gini, aku bakal jelasin ke kamu janji tetap tenang dan jangan marah dengarin sampai aku bicara selesai," ujar Pearl kepada Theo.


Theo hanya diam dan mencoba menghindar sontak Pearl mengalungkan tanganya di leher Theo, Theo terpaksa nurut kepada Pearl.


"Bicara aku dengarin," ucap Theo kepada Pearl yang tukang maksa.


"Pft, jadi aku hari ini ketemu sama Andi dan dia bilang ada yang mau dia bahas, pas aku sampai dia ngelamar aku jadi istrinya, tapi aku tidak mau sampai akhirnya kita berantam saat aku lari ada mobil yang kencang, Andi narik aku lalu bergantian dia yang menukar nyawa dia untuk aku, karena itu aku donor darah ke dia bukan berarti aku suka dia yang aku sayang itu kamu, dari awal ketemu juga aku udah tertarik tapi karena kamu ngeselin pas jadi prince T jadi muak aja," gerutu Pearl kepada Theo.


Theo tetap tidak peduli dan tidak mau mendengar perkataan Pearl, bagi Theo itu semua hanya palsu Pearl berkata demikian hanya menyenangkan hati Theo semata.


"Aku serius Theo jangan sampai buat aku menggulang perkataan yang sama Theo," pekik Pearl kepada Theo.


Theo tetap tidak mau mendengar apa yang pearl katakan, sontak Theo meraih pinggang Theo dengan satu tangan, tidak lama Theo merasa sakit dengan tangan satu lagi.


"Theo, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Pearl yang khawatir akan Theo.


"Udah tidak usah peduliin aku pulang aja, aku masih ada urusan di kantor," jawab Theo kepada Pearl.


Pearl menanggis sembari mendekap Theo, Theo hanya diam selagi menghela nafas sembari menghelus bagian pucuk kepala Pearl lalu mengecup Pearl.


"Maaf ya, aku benar-benar marah banget walau udah dengar ceritanya juga tetap marah, aku emang gini orangnya tidak bisa menahan emosi salah satu caranya aku sendirian sampai aku udah sembuh baru aku bisa hubungin kamu, maaf aku egois tapi emang aku orangnya begitu daripada aku lampiasin semuannya ke kamu," ucap Theo kepada Pearl.


Pearl melihat ke arah Theo, Theo menyeka air mata Pearl karena sebenarnya Theo juga tidak suka melihat Pearl menanggis.


"Sayang udah jangan nangis lagi, tapi janji ya lain kali jangan gitu lagi, aku akan lebih marah dari sekarang aku tau kamu mau balas budi sama Andi, tapi semuanya harus di diskusiin dulu kamu itu istri sah aku walau kita belum merayakan pernikahan tapi kamu harus sadar status kamu apa," kata Theo kepada Pearl.


"Iya aku tau, dan sadar kok cuman aku emang tidak bisa bilang ke kamu waktunya benar-benar pendek banget, kalau panjang pasti aku bisa kabarin kamu dulu," ucap Pearl kepada Theo.


Theo hanya menutup mata sembari Pearl masih di pangkuannya Pearl merasa tidak tega melihat tangan Theo, sampai akhirnya Pearl mengambil tangan Theo lalu mengecup tangan Theo, Theo melihat ke arah Pearl.

__ADS_1


__ADS_2