Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 36


__ADS_3

"Sayang," panggil Andi kepada Rachel.


Andi bingung kenapa Rachel tidak jawab, sampai akhirnya Andi pergi ke kamar Rachel, setelah pergi ke kamar Rachel ternyata Rachel tertidur.


Andi hanya senyum sembari jalan dan duduk di pinggir kasur mendekap Rachel dengan pelan, sontak mengecup pipi Rachel merapikan rambut Rachel.


"Sayang, kok udah tidur sih aku lapar tau hmm, yaudalah lain kali aku makan di kantor aja biar tidak repotin kamu, malam sayang aku makan yang ada aja di dapur," tutur Andi kepada Rachel.


Setelah Andi selesai masak, Andi keingat kalau dirinya sering makan nasi dan telor bersama Pearl, sontak pikiran itu menganggu Andi, Andi mengelengkan kepalanya tidak lama, akhirnya fokus kepada makan.


Kebesokan paginya Theo tidur di samping Pearl, Pearl merasa dirinya berat ada apa yang menimpa dirinya, saat melihat ternyata Theo.


"Sayang, kamu berat kenapa sih kamu suka banget timpa aku, kesal deh aku sama kamu itu," ucap Pearl kepada Theo.


"Hmm apa sayang," jawab suara Theo dengan baru bangun tidur.


"Kamu bangun, jangan ganggu aku duh, sakit," ujar Pearl sembari mencoba melepaskan dekapanya.


Theo tersadar sontak melepaskan, tidak lama akhirnya Theo bangun dan duduk melihat ke arah Pearl, sembari meraba dirinya.


"Kamu tidak apa-apa kan, tidak kena anak kita maaf sayang aku tidak sadar terlalu enak tidurnya sampai lupa ada pengurus Theo dalam perut," ujar Theo kepada Pearl.


"Apaan sih kamu, kamu tidak kena ke aku cuman badan aku sakit sayang," ucap Pearl kepada Theo.


Theo sontak memijat pelan kepada Pearl, sembari itu Pearl hanya senyum tidak lama handphone Pearl berdering di angkat Theo.


"Pearl," panggil Andi dengan nada santai.


"Ada apa Andi?" tanya Theo sembari memijat Pearl.


"Eh Theo, Pearl mana gua ada urusan sama dia," jawab Andi kepada Theo.


"Badan dia lagi sakit, ini lagi gua pijat kalau penting banget gua kasih ke dia handphonenya, kalau tidak penting maaf gua matiin ya," ucap Theo dengan tegas.

__ADS_1


Andi hanya diam sontak Theo mengakhiri teleponya, Theo tetap pijat Pearl, Pearl hanya tersenyum melihat tingkah Theo yang sangat cemburuan.


"Kamu itu kenapa sih aku sama dia kan cuman sahabat, masih tidak percaya kalau pria sama wanita bisa sahabatan sayang," ejek Pearl kepada Theo.


Theo hanya diam tidak tau mau menjawab apa sampai akhirnya, Theo melihat ke arah lain sembari memijat Pearl, Pearl merasa kesal dengan Theo yang acuh dan tak acuh.


"Theo kamu dengar aku bicara sama kamu tidak sih?" tanya Pearl dengan nada kesal.


"Hmm, dengar emang kenapa," ujar Theo yang selesai memijat Pearl.


"Kalau dengar kenapa diam aja daritadi aku bicara sampai capek tau," ucap Pearl dengan nada yang bingung.


Theo sontak pergi tanpa membalas perkataan Pearl, Pearl mengerutkan dahinya sembari itu terdiam setelah terdiam sampai akhirnya Theo dengan jas rapinya mengecup pucuk kepala Pearl.


"Sayang, aku tidur dulu ya kalau butuh apa-apa kasih tau bibik aja, ok sayang," kata Theo dengan senyum hangatnya.


"Kamu itu ya di ajak bicara tidak mau, tapi kalau soal mengalihkan kamu nomor satu," ucap Pearl kepada Theo.


"Aku pegi ya sayang, bye," ujar Theo dengan senyum.


Pearl hanya diam sembari melihat ke arah handphonenya, sontak membeli makanan yang dia suka, tidak lama makananya datang di antar oleh bibik.


"Ibu, ini makananya mau di taro kemana?" ungkap bibi kepada Pearl.


"Taro di meja aja bik, saya mau makan juga saya lapar," ucap Pearl kepada bibik.


"Ibu mau dimasakin apa, nanti saya buatin untuk ibu," ujar bibik kepada Pearl.


Pearl hanya mengeleng kepala sontak tidak mau, akhirnya bibik menemani Pearl, Pearl tidak tega dan memberi bibik mencoba juga.


"Saya tidak pantas ibu terima makanan ibu, lagian itu makanan ibu bukan makanan saya," kata bibik kepada Pearl.


"Tidak apa-apa bik, saya mau kok kasih bibik jadi bibik tidak usah sungkan ini coba aja, daripada bibik cuman liat saya makan, saya juga tidak habis kok," ajak Pearl kepada bibik.

__ADS_1


Bibik hanya tersenyum kepada Pearl, sontak selesai makan akhirnya keduanya merasa kenyang tidak lama, Theo mengirim pesan kepada Pearl.


"Sayang, kamu udah makan, aku baru aja makan kamu harus makan ya minta bibik buatin kamu makanan yang sehat, nanti aku tanya bibik loh kamu makan apa aja," tegas Theo kepada Pearl.


Pearl mengirim semua foto yang dia makan, sontak Theo kaget melihat yang di makan Pearl, selain banyak makananya juga tidak masuk akal.


"Sayang, jangan marahin bibik ini semua aku yang makan, kamu tenang aja bibik mau masakin aku makan tapi aku gamau, karena aku lagi pengen makan ini semua maaf ya sayang," ujar Pearl merasa tidak enak.


"Iya tidak apa-apa kalau kamu emang mau tapi jangan sering-sering, tidak baik aja buat kesehatan kamu paham kan maksud aku, aku mau kamu sama anak kita sehat itu aja," ucap Theo kepada Pearl.


Pearl mengirim fotonya kepada Theo, Theo yang lagi di ruang rapat hanya bisa tersenyum sontak semua pekerja melihat ke arah Theo, Theo tetap tidak peduli.


Theo sontak melanjutkan rapatnya, sedangkan Pearl istirahat kembali, tidak lama di bantu bibik setelah akhirnya waktu menunjuk malam Pearl makan dengan sehatan buatan bibik, Theo pulang larut.


"Sayang," panggil Theo kepada Pearl.


Pearl sudah tidur Theo hanya diam, sembari mengecup kening Pearl tidak lama Pearl bangun, sembari melihat kanan dan kiri.


"Theo, kapan kamu datang?" tanya Pearl dengan nada bingung.


"Baru aja kok sayang, ada apa," ucap Theo kepada Pearl.


"Hmm aku kaget aja, kamu udah makan sayang?" kata Pearl dengan nada yang diam.


"Udah, tenang aja tadi abis makan juga sama klien," ujar Theo kepada Pearl.


Pearl hanya diam, sembari melihatĀ  ke arah Theo, Pearl mencoba untuk duduk tapi sangat susah baginya untuk duduk di karenakan perutnya yang dari tadi merasa keram.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Theo dengan perasaan khawatir," ucap Theo kepada Pearl.


"Biasalah perut aku keram lagi, tidak tau kenapa jadi sering keram karena aku malas kali ya, makanya keram terus," ujar Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum menengar perkataan Pearl, tidak lama akhirnya Theo duduk di samping Pearl sambil menenangkan Pearl sontak menghelus perut Pearl mendekatkan kupingnya kepada perut Pearl.

__ADS_1


__ADS_2