
“Loh? Pak Theo tidak apa, terus bapak siapa?” tanya Pearl dengan nada kecewa.
“Iya pak Theo hari ini ada bisnis keluar negeri satu minggu, jadi yang menghadirkan rapat hari ini saya, saya asisten Pak Theo semua jadwal pak Theo saya yang ngurus,” jawab asisten Theo dengan tegas kepada Pearl.
Pearl hanya diam dan merasa malas setelah itu memulai rapat dengan rasa profesional, setelah itu akhirnya selesai juga.
“Makasih ya ibu Pearl, kalau begitu saya pamit undur diri,” kata asisten Theo kepada Pearl.
Pearl menghela nafas dan masuk keruanganya dengan langkah kaki yang sedih, sembari melihat jendela yang penuh dengan gedung tinggi.
“Theo, kenapa sih lu ada apa sama gua dan kenapa gua merasa kejauhan lu membuat gua rindu sama lu, lu sebenarnya siapa Theo kenapa lu jahat banget sama gua,” gumam Pearl kepada dirinya sendiri.
Tok tok tok.
“Iya masuk,” kata Pearl dengan suara yang sedih.
“Ibu ini semua dokumen yang harus di tanda tangan,” ucap Anna kepada Pearl.
Pearl keliatan berbeda hari ini, Anna tidak tega dengan tampang Pearl seperti itu, sedangkan Theo di kantor hanya tersenyum melihat Pearl khawtir kepadanya.
“Pak, ini hasil rapat bersama ibu Pearl,” kata asisten pribadi Theo.
“Baik makasih,” jawab Theo.
“Oh ya pak Theo, tadi ibu Pearl kecewa saat tidak ada pak Theo di rapat, ibu Pearl keliatan lesu saat rapat tapi saya tidak bertanya karena apa, mungkin ibu Pearl sudah punya rasa dengan pak Theo,” ungkap asisten pribadi Theo.
Theo yang mendengar itu hanya diam dan merasa senang, tidak lama asistenya undur diri dari hadapanya sembari menaruh dagu di tumpukan tanganya.
“Sebenarnya kamu itu ada pacar tidak sih? Kenapa aku ngeliat kamu mirip banget sama dj princess, apa kamu emang dia? Kalau kamu emang dia tidak akan aku lepas kamu walau kamu tidak suka sama aku,” gumam Theo dalam hatinya untuk Pearl.
Selesai bekerja Pearl kembali ke pekerjaan hobinya setelah balik, akhirnya Pearl hanya diam dan menunggu gilirannya untuk maju, setelah selesai tampil Pearl melepas topengnya lalu di tarik oleh Theo.
“Pearl!” teriak Theo kepada Pearl.
__ADS_1
Pearl sontak menutup mulut Theo dan membawa Theo ke tempat yang aman yaitu mobil pribadi Theo, sampai akhirnya Pearl menarik nafas.
“Kamu mau nanya apa?” tanya Pearl kepada Theo.
“Kenapa kamu pake baju dj princess, terus kenapa kamu lepas topeng aku,” sahut Theo kepada Pearl.
“Iya ini hobi aku, pagi aku jadi ceo malam aku jadi hobi aku dj emang salah,” pekik Pearl dengan kesal.
Theo merasa ada kamera yang foto dirinya dengan Pearl, sontak Theo mendekap Pearl, Pearl kaget tidak bisa berkata apa-apa.
“Kamu ngapain sih Theo, nanti kalau kita di salah pahamin orang gimana?” kata Pearl dengan nada takut sekaligus jantung berdebar.
“Emang ada yang foto kita, makannya aku peluk kamu biar orang tidak bisa ngambil foto kamu, kamu di sini kerja sama aja sama aku intinya paham!” perintah Theo kepada pearl.
“Kenapa kamu bantuin aku? Kan aku udah bohongin kamu terus kenapa kamu tidak biarin aja identitas aku ketawan?” tanya pearl dengan nada bingung dan masih ingin mencari tahu.
Theo hanya diam sembari melirik kanan dan kiri, sampai akhirnya selesai sudah Theo membawa Pearl ke pantai yang tidak ada oranglain selain dirinya di dalam mobil.
Pearl hanya tersenyum menemukan sosok pria yang sama dengannya, setelah itu Theo melihat ke arah Pearl.
“Kenapa? Kamu naksir sama aku, mau jadi pacar aku,” kata Theo dengan mengoda Pearl.
Pearl hanya diam sembari tersenyum dalam hati, walau dia tau Theo pria yang baik dan mereka saling mengetahui identitas masing-masing.
“Pearl,” panggil Theo dengan nada lembut.
“Hmm, kenapa?” tanya Pearl dengan nada bingung.
“Kamu jangan takut mereka gak foto kamu kok,yang mereka foto aku dan aku akan tetap jaga kamu, intinya kamu bebas dj tapi jangan sampai begini lagi,” ungkap Theo kepada Pearl.
Pearl hanya tersenyum mendengar Theo membantunya, seketika Pearl teringat harus mengambari Andi yang telah menunggu Pearl di mobil.
“Pearl!” jerit Andi kepada Pearl.
__ADS_1
Pearl sontak menjauhkan handphonenya dari kupingnya sembari mengeleng kepala dan mendekatkan kembali handphonenya ke kupingnya.
“Apa?” tanya Pearl kepada Andi.
“Lu dimana? Dan kenapa lu masih belum balik-balik lu mau buat gua gila dengan lu tidak balik-balik hah?” jawab Andi dengan ketus.
“Aduh Andi sayang, gua udah pulang sama teman gua jadi tenang aja lu pulang aja gua udah sampai rumah kok, jadi jangan pusing ya acara gua besok tetap jalan aja setelah selesai jadwal ini jangan ambil dulu, banyak yang mau gua urus,” ucap Pearl dengan nada tegas.
“Ok, lain kali jangan begini lagi ya kalau kemana-mana kasih tau gua jangan diamin aja, gua panik cari lu sampai kayak orang gua di buat asma lu,” ungkap Andi dengan nada yang tidak tertahankan sangking khawatirnya kepada Pearl.
Pearl melihat ke arah Theo, Theo hanya diam dan terlihat seperti cemburu Pearl tersenyum saat tau Theo cemburu mengakhiri telepon.
“Theo,” panggil Pearl kepadanya.
Theo hanya diam dan menjalankan mobilnya, sontak Pearl mengecup pipi Theo, Theo hanya diam melihat ke arah Pearl.
“Terimakasih buat hari ini, aku tidak tau harus berkata apa sama kamu,” kata Pearl kepada Theo.
Theo hanya tersenyum kepada Pearl setelah sampai dirumah Pearl, Theo terus melihat ke arah Pearl begitu juga dengan Theo.
“Theo, Theo lucu banget sih kamu kalau cemburu, kok aku senang ya dia cemburu kayak lucu aja,” gumam Pearl di dalam hatinya.
Pearl masuk ke dalam rumah dan suasana rumah gelap, sontak Pearl bingung ada apa handphone Pearl ketinggalan di mobil Theo terpaksa Theo balik kerumah Pearl.
Sampai dirumah Pearl, Theo mendengar teriak Pearl dari dalam rumah sontak Theo menghantam pintu rumah Pearl dengan kakinya.
“Pearl, kamu dimana?” kata Theo yang lagi mencari Pearl dalam kegelapan.
Pearl mengigit lengan penjahat itu dan Pearl berlari ke arah Theo dengan mendekap Theo dengan erat, sampai akhirnya Theo mengapai lampu yang ada di depannya.
“Pearl, tenang sayang ada aku jangan takut ya,” kata Theo kepada Pearl.
Sampai akhirnya semua penjahat itu di pukul dan Theo membawa Pearl beserta keluarga kerumah sakit terdekat sampai akhirnya Theo merasa benci dengan dirinya sendiri, asistenya datang menghampiri Theo.
__ADS_1