Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 69


__ADS_3

“Sayang, tunggu aku pulang ya lakuin apapun yang kamu mau ok, jangan pernah stress lagi, ini semua tanggung jawab aku maaf amnesia aku butuh waktu dan maaf juga aku pernah sakitin kamu sengaja maupun tidak sengaja,” ucap Theo.


“Tidak kok, kata siapa aku malah senang kamu sekarang udah ingat aku makasih sayang, kamu hati-hati ya aku tidak mau kamu kenapa-kenapa,” ujar Pearl.


“Pasti sayang semua aku lakukan demi kamu dan ingat apapun yang berhubungan sama kamu, aku akan jalan sendiri pakai kaki aku bukan kaki oranglain,” kata Theo.


Pearl hanya diam mendekap Theo dengan erat selesai itu, Theo mengecup terakhir dan pergi setelah itu Pearl hanya menghela nafas.


“Semoga Theo tidak apa-apa,” gumam Pearl.


Saat sampai di negara Andi, Theo sontak duduk di perusahaan Andi dengan langkah kaki yang membuat semua orang memukau.


“Eh, Theo ada apa ke sini dan kok tidak bilang dulu,” tanya Andi.


“Tidak usah basa-basi Andi mana istri lu! Gua mau bicara sama kalian, sekarang!” jerit Theo.


Akhirnya Andi buru-buru pergi bersama istrinya untuk menghadap ke arah Theo, Theo merasa kesal dengan pasangan ini selain menganggu mereka juga tidak tau terimakash.


“Saya ingatin ke kalian ya jangan pernah ganggu istri saya Pearl! Saya tidak suka kalau istri saya kenapa-kenapa apalagi sampai sedih karena kalian,” pekik Theo.


Andi terus meminta maaf kepada Theo, sedangkan Rachel hanya diam tidak lama akhirnya perselisihan selesai.


“Gua mau kalian berdua telepon istri gua dan minta maaf, janji jangan pernah ganggu istri gua kalau soal kerja langsung ke pengwal gua! Tidak perlu ke istri gua paham lu!” kata Theo.


“Iya Theo, sekali lagi gua minta maaf,” jawab Andi.


Theo tidak peduli sontak pulang, tidak lama Rachel begegar setelah itu Andi telepon Pearl dan meminta maaf bersamaan dengan Rachel, Pearl hanya tersenyum.


“Iya tidak apa-apa gua udah maafin kalian kok tenang aja ya,” ucap Pearl.


Pearl mengakhiri telepon dan mendapat pesan dari suami tercintanya, siapa lagi kalau bukan Theo tidak lama ada bunyi bel.


“Biar saya aja bik yang buka pintunya,” ucap Pearl.


“Baik nyonya,” jawab bibik.


Pearl kaget saat buka pintu ternyata adalah Theo, Pearl sontak mendekap Theo dengan erat tidak lama akhirnya mereka hanya diam.


“Sayang, kamu udah pulang cepat banget kamu pakai kecepatan apa?” tanya Pearl.

__ADS_1


“Tebak dong apa,” jawab Theo.


“Kecepatan cinta ya,” jelas Pearl.


“Itu tau istri aku tiap hari semangkin pintar ya, mangkin cinta aku sama istri aku sendiri,” ucap Theo.


Pearl hanya senyum tidak berkata apa-apa, tidak lama mereka masuk ke dalam rumah setelah masuk akhirnya mereka makan bersama.


“Papa hari ini kemana, malam banget pulangnya,” tanya Ivano.


“Iya sayang, papa ada urusan yang penting papa udah pulang, benar tidak?” ucap Theo.


Ivano hanya menganggukan kepala, setelah itu mereka kembali berkumpul bersama Theo, selalu tidak tega kalau liat istrinya kenapa-kenapa.


“Sayang, kamu apain mereka sampai mereka begitu,” tanya Pearl.


“Kamu kayak tidak kenal aku aja, kan aku orangnya tegas makanya semua orang takut sama aku,” jawab Theo.


Pearl mendekap Theo dan Theo bingung ada apa dengan Pearl tidak lama Pearl mengecup Theo, sembari Theo bengong.


“Makasih ya sebenarnya hanya salah paham aja sih, aku tidak pernah ada masalah sama mereka, cuman mereka aneh aja,” ujar Pearl.


“Iya aku percaya kok sama istri aku, udah ya aku mau mandi dulu terus aku mau tidur lelah,” kata Theo.


Pearl hanya menurut kepada Theo, tidak lama Theo terdiam dan merenungkan perbuatan Pearl, sampai akhirnya kebesokan paginya.


“Ayo makan,” ucap mama Pearl.


“Ma,” panggil Ivano.


“Iya sayang ada apa,” kata mama Pearl.


“Mama baik-baik aja kan,” ucap Ivano.


Pearl bingung dengan ucapan Ivano serasa ada yang aneh kepada dirinya tidak lama Theo keluar, lalu Pearl berbisik kepada Theo yang mau duduk di sebelah Pearl.


“Sayang emang aku ada yang aneh ya, kenapa anak kita bilang ada yang salah sama aku sayang,” tanya Pearl.


Theo melihat ke arah Pearl, Theo hanya senyum sembari merapikan rambut Pearl kembali berbisik di kuping milik Pearl.

__ADS_1


“Tidak aneh kok, cantik malah mungkin dia bingung kenapa mamanya mangkin cantik tiap hari,” kata Theo.


Theo mengecup kuping Pearl, Pearl hanya diam dan memukul Theo sembari Theo tersenyum kepada Pearl dan makan sarapan yang ada di depan mata mereka.


“Mama sama papa bahas apa kok bisik-bisik,” tanya Ivano.


“Ada deh masalah orang dewsa,” jawab papa Theo.


“Theo jangan bicara gitu bisa tidak, kamu itu ya buat anak jadi kepo tau tidak bahas apa-apa sayang, tenang aja,” ujar mama Pearl.


Karena ivano sifatnya cuek jadi dirinya tidak peduli kedua orangtuanya berbicara apa, tidak lama akhirnya Pearl mengantar Ivano ke sekolah bersamaan dengan Theo.


“Bye anak-anak mama yang ganteng, sekolah yang benar ya Ivano ingat mama bilang apa,” kata Pearl.


“Jagain Luis sampai masuk ke dalam kelas dan juga sekolah belajar yang benar ya kan mama,” jawab Ivano.


“Pintar anak mama emang pintar udah ganteng penurut lagi mangkin sayang mama sama kalian,” ujar mama Pearl.


Pearl mengecup dan mendekap kedua anaknya tidak lama mereka berpisah, Theo yang melihat itu hanya senyum.


“Sayang kamu senang banget ya antar anak kita ke sekolah,” tanya Theo.


“Iya senang karena ketika mereka dewasa nanti, aku yang tidak ada teman,” jawab Pearl.


“Kamu bicara apa sih kan ada aku, aku selalu sama kamu kok,” kata Theo.


Pearl mendekap Theo dengan erat akhirnya Theo tidak ke kantor malah kencan bersama Pearl ke mall, pengawal pulang kerumah setelah mereka selesai kencan baru mereka, pulang.


“Kenapa kamu ajak aku ke sini,” tanya Pearl.


“Udah lama kita tidak berduaan kapan lagi kan, di tambah hari ini jadwal aku tidak terlalu padat,” jawab Theo.


Semua tugas yang untuk sebulan udah di selesain dalam tiga hari karena itu Theo bebas mau ngapain aja sama Pearl.


“Iyaudah kalau gitu aku mau nonton, boleh?” tanya Pearl.


“Boleh semua yang mau kamu lakukan boleh kok,” jawab Theo.


Pearl membeli tiket dua untuk dirinya dan juga suaminya Theo, handphonenya berdering dari kantor tidak lama Theo menjelaskan panjang kali lebar, Pearl hanya mendekap Theo, Theo mengakhiri telepon tersebut Pearl melihat dengan tatapan sendu.

__ADS_1


__ADS_2