
“Mama janji besok kalau mama pergi lagi, mama ajak Ivano sama Luis ya biar kalian tidak marah lagi sama mama,” ujar mama Pearl.
“Tidak perlu lah ma, kan mama pergi sama papa buat apa juga kita ikut, bukannya kita ganggu ya,” jelas Ivano.
“Ivano ingat mama pernah bicara apa,” kata mama Pearl.
“Maaf ma tidak akan aku ulangin, benar-benar maaf,” ungkap Ivano.
Handphone Ivano berdering dari Katy, tapi Ivano tidak peduli sedangkan Pearl hanya senyum melihat ke arah Ivano.
“Sayang mama liat kamu udah mulai dekat sama si Katy itu ya,” kata mama Pearl.
“Iya mama tenang aja, aku selalu suka sama perempuan yang sifat kayak mama kok, dia sama sekali bukan tipe aku jadi mama tidaak perlu khawatir,” ucap Ivano.
“Sayang dengar mama, mencari seseorang seperti yang kita mau emang susah tapi bukan tidak ada, kalau misalnya kamu nyaman sama Katy? Kenapa tidak sayang,” ujar mama Pearl.
“Tidak mau ma, dia jauh dari tipe aku dia itu maksa aku tidak suka, walau dia baik tapi aku tidak mau aja, intinya aku sama dia hanya teman aja tidak ada apa-apa,” ungkap Ivano.
Pearl hanya senyum sontak mengecup kening Ivano, keluar dari kamar Ivano tidak lama ke kamar Luis sembari menghela nafas.
“Sayang, kamu kenapa belum bobok,” tanya mama Pearl.
“Malas bobok ma,” ucap Luis.
Pearl bingung dengan jawaban Luis, sampai akhirnya Pearl mencoba menidurkan Luis setelah itu Luis melihat ke arah Pearl.
“Ma, kalau mama ngantuk tidur aja daripada mama paksa begitu, tidak baik juga kan untuk kesehatan mama, Luis tidak mau mama kenapa-kenapa,” ucap Luis.
“Eh, anak mama udah dewasa sekarang siapa yang ngajarin,” jawab mama Pearl.
“Ma, udah seharusnya aku jadi dewasa kalau bukan aku siapa lagi,” kata Luis.
Pearl hanya mengusap kepala Luis sembari mendekatkan wajahnya kepada Luis yang seperti marah tetapi di pendam.
“Kamu tidak boleh cepat dewasa, kalau cepat dewasa nanti mama marahin emang mau mama marahin,” kata mama Pearl.
“Dasar mama tidak adil,” ucap Luis.
__ADS_1
Pearl hanya tersenyum melihat pria kecilnya ngambek tidak lama Pearl mengecup Luis keluar dari kamar Luis.
“Huft lelah,” kata Pearl.
“Ada apa sayang,”jawab Theo.
Pearl terdiam melihat Theo tidak lama Pearl mandi setelah itu tidur mengabaikan Theo, Theo bingung ada apa dan kenapa Pearl malah mengabaikan dirinya.
“Sayang kamu masih marah sama aku soal tadi,” tanya Theo.
Pearl masih mengabaikan dan mencoba tidur tidak lama Theo mendekap dari belakang, Pearl yang merasa menganggu akhirnya membalik badan ke arah Theo.
“Apasih Theo menganggu banget heran deh,” ucap Pearl.
“Kamu tiba-tiba marah sama aku kan aku butuh jawaban kenapa kamu marah sama aku, emang aku salah ya?” jawab Theo.
“Tidak salah aku malas bahas aja, kenapa lagi salah aku juga,” ujar Pearl.
Theo tetap memasang muka melasnya biar di maafin Pearl, sontak Pearl tidak tega dan memaafkan Theo.
“Iyaudah yaya udah aku maafin tapi jangan gitu lagi ya, awas aja kalau begitu lagi,” ucap Pearl.
“Bikin apa!” pekik Pearl.
Theo hanya senyum kepada Pearl dan Pearl mengeleng kepala melihat tingkah Theo, tidak lama akhirnya pagi hari.
“Theo kenapa sih setiap main lu selalu paling brutal udah kayak orang gila,” tanya Pearl.
“Mungkin karena kamu orangnya kali ya dan aku emang selalu senang sama kamu sih,” ucap Theo.
“Suami gila, udah ah gua mau mandi terus gua mau siap-siap,” ujar Pearl.
Pearl ingin beranjak dari kasur tapi kaki dan badanya lemas, seketika di bantu oleh Theo dan di gendong lagi ke kasur.
“Pearl, kamu ini kebiasaan ya selalu tidak bisa terima apa yang aku kasih, udah kamu dirumah aja biar aku aja yang antar anak-anak nanti kalau mereka nanya aku bilang kalau kamu lagi lelah, ok sayang,” ucap Theo.
Pearl hanya diam dan menurut dengan apa kata Theo, tidak lama Pearl hanya diam tidur di kasurnya, sembari itu Luis serta Ivano melihat mamanya dengan tanpa kasihan serta sedih takut mamanya kenapa-kenapa.
__ADS_1
“Mama kalian tidak apa-apa kok tenang aja, hanya kecapean aja nanti kalian pulang sekolah juga udah baik lagi percaya sama papa ok anak-anak papa yang ganteng, ayo sekarang ke sekolah ya jangan ganggu mama nanti mama mangkin lama tidrunya,” ucap Theo.
Anak-anaknya hanya menurut dengan perkataan Theo, tidak lama sore hari Pearl bangun dan badanya mulai merasa membaik tidak lama handphonenya berdering dari Andi.
“Halo,” panggil Pearl.
“Pearl, lu kenapa lagi sakit kok suara lu kayak lemes gitu,” jawab Andi.
“Tidak gua tidak apa-apa, lu kenapa telepon gua ada sesuatu yang mau lu bicarain sama gua,” ucap Pearl.
“Gua kangen sama lu Pearl,” sahut Andi.
Pearl hanya mendecik sontak mengakhiri telepon, tidak lama Pearl selesai mandi ada bunga mawar di atas kasurnya yang membuat dirinya bengong.
“Sayang bunga ini cantik kayak kamu, aku harap kamu suka -T,” kata Theo dalam surat.
Pearl hanya tersenyum melihat Theo mendadak romantis, tidak lama Pearl keluar dari kamar dengan dandanan rapi.
“Ibu cantik banget,” kata bibik.
“Sebelumnya tidak cantik ya bik,” jawab Pearl.
“Tidak ibu selalu cantik dari dulu cuman hai ini lebih cantik ada apa sih ibuk, ibu lagi ngandung anak ketiga,” ejek bibik.
“Hush bibik jangan bicara sembarangan tidak kok, mau pergi sekeluarga makan di luar kemungkinan pulang malam, bibik tidur aja ya jangan tungguin kita,” ungkap Pearl.
Bibik hanya tersenyum mendengar perkataan Pearl, tidak lama Pearl bingung mengapa anak-anaknya belum pada pulang, sampai di sekolah.
“Mama,” kata kedua anaknya.
Pearl mendekap keduanya tidak lama mengecup mereka, kedua anaknya bingung ada apa dengan mamanya hari ini.
“Kalian kenapa sih liat mama terus, mama jelek ya?” tanya mama Pearl.
“Tidak kok kata siapa mama jelek, justru mama cantik hari ini ada apa sih sama mama, papa habis ngapain ma kok tiba-tiba mama cantik begini,” jawab Ivano.
“Bearti setiap hari mama jelek dong, makanya kalian bicara begini,” kata mama Pearl.
__ADS_1
“Tidak sih, mama selalu cantik cuman aku bingung aja mama kok bisa secantik ini aneh tapi ada gitu, bisanya mami biasa aja tapi hari ini cantik banget tapi mami setiap hari cantik no debat sih,” ucap Ivano.
Pearl hanya bisa diam tidak tau mau jawab apa kalau anak-anaknya udah bilang demikian, tidak lama sampai di perusahaan suaminya Theo.