
Pearl mendekap Theo dari belakang, Theo hanya diam sembari senyum setiap hari melihat tingkah Pearl, tidak lama Theo melihat ke arah Pearl.
"Sayang, ayo tidur udah malam kalau kamu tidak mau tidur aku juga, tidak tidur gimana," kata Pearl sembari melihat Theo.
Theo hanya senyum dan menghelus kepala Pearl, menuruti Pearl bukan hal yang salah hanya saja kadang wanita ingin di mengerti dan di temani untuk selalu ada di sisinya.
Pearl emang bukan orang yang terbiasa manja dengan orang lain, mungkin kalau dirinya sudah bisa manja dengan orang ini, mungkin orang ini istimewa untuk dirinya.
"Theo," panggil Pearl kepada Theo.
"Hmm, apa sayang," jawab Theo melihat ke arah Pearl.
"Kamu, kalau ada keluhan kasih tau aku ya jangan diam aja, karena aku tidak tau apa keluhan kamu kalau kamu diam aja," kata Pearl kepada Theo.
"Iya, kamu kenapa sih perhatian banget aku jadi senang kalau liat kamu kayak gini, serasa kayak anak kecil lagi di perhatiin sama wanita cantik," tutur Theo kepada Pearl.
Pearl hanya diam sembari mendekap Theo dengan erat, Theo hanya bisa tersenyum dengan situasi ini, tidak lama mereka berdua tertidur kebesokan paginya Pearl bangun, tapi tidak ada Theo di sebelahnya.
"Theo!" teriak Pearl kepada Theo.
Diruang kerja Theo, Pearl melihat ada Theo, Pearl berlari ke arah Theo sontak Theo menutup laptop di tengah rapat, sedangkan baju yang di gunakan Pearl tidak boleh ada yang melihat selain Theo suami sahnya.
"Pearl, kamu ngapain aku lagi rapat dan kenapa kamu ke sini dengan belum mandi, pft untung aku cepat sadar kalau tidak nanti klien aku dan semua staff kita liat kamu sayang," pekik Theo kepada Pearl.
Pearl tidak peduli sontak mendekap Theo dalam dekapanya dan duduk di pangkuan Theo, Theo bingung ada apa dengan Pearl mengapa Pearl sekarang menjadi lebih manja denganya sesudah kejadian dia di hianati oleh Gio.
"Theo, aku takut banget kamu kenapa-kenapa maaf kalau aku terlalu berlebihan mungkin sekarang kamu jad-" ucap Pearl yang terhentikan dengan jari Theo di bibir Pearl.
__ADS_1
Pearl melihat ke arah Theo tidak lama Theo juga melihat ke arah Pearl setelah melihat ke arah bibir Pearl, sontak Pearl teridam lalu tidak menanggis lagi Theo tersenyum.
"Pearl, aku tidak pernah merasa kamu berlebihan maaf ya tadi aku juga marah sama kamu, aku lagi serius bicarain tentang projek kantor kalau aku di kamar takut ganggu kamu, makanya aku ke sini biar tidak ganggu kamu tapi lain kali aku akan bilang ke kamu ya, maaf kalau sifat aku juga berlebihan," kata Theo kepada Pearl.
Pearl tersenyum setelah itu kembali mendekap Theo dengan erat, Theo juga membalas pelukan tersebut sembari mengecup pipi Pearl.
"Pearl, sekarang kamu mandi aku mau lanjut rapat lagi dan kalau aku udah selesai aku akan ke bawah makan siang sama kamu, ingat jangan nangis lagi aku tidak mau kamu sampai nangis kamu hanya boleh bahagia aja Pearl," ucap Theo kepada Pearl.
Pearl hanya tersenyum sontak pergi dari ruang kerja Theo, tidak lama Theo menghela nafas dan mengaktifkan lagi laptopnya setelah selesai memenuhkan laptop akhirnya memulai rapat, selesai rapat Theo pergi ke meja makan.
"Sayang ini makananya udah siap," kata Pearl kepada Theo.
"Iya makasih ya sayang," ucap Theo kepada Pearl.
Theo duduk bersama Pearl, tidak lama akhirnya mereka makan terkadang Theo bingung ada apa dengan Pearl barusan, sampai akhirnya Theo melihat ke arah Pearl.
"Aku mimpi kamu di tembak orang, maaf aku jadi berlebihan tapi di mimpi aku begitu aku sendiri juga gatau kenapa bisa mimpi kayak gitu, mungkin dari sekarang aku selalu jagain kamu tidak apa-apa mereka tembak aku asal jangan kamu," jawab Pearl dengan nada melemah.
Theo yang mendengar itu sontak marah dan bangkit dari kursinya sembari jalan ke hadapan Pearl, Theo menarik tangan Pearl masuk ke dalam kamar.
"Coba kamu ulang apa yang barusan kamu bicarain tadi," perintah Theo kepada Pearl.
Hendak Theo ingin berkata kepada Pearl, sampai akhirnya Theo mengecup Pearl dalam kedadaan Pearl susah mengatur nafas.
"Masih aja susah atur nafas padahal udah sering, belajar lagi gih biar lebih jago dan jangan pernah bicara tidak-tidak apa hidup aku tanpa kamu, bicara jangan sembarangan kali ini aku akan nambah pengawal aku biar kamu tidak khawatir lagi gimana?" tanya Theo kepada Pearl.
"Hmm, ya sayang kalau gitu kita lanjut makan lagi ya," jawab Pearl kepada Theo.
__ADS_1
"Tidak, udah kenyang mau makan kamu aja," kata Theo dengan suara nakalnya kepada Pearl.
Pearl mendorong Theo, tidak lama Theo hanya tersenyum sampai akhirnya mereka keluar dan makan di meja makan, selesai makan Theo melihat ke arah jam tangan.
"Aku mau rapat lagi, kamu mau temanin aku atau tidak?" tanya Theo kepada Pearl.
"Tidak, aku ada urusan kamu rapat dulu aja aku masih ada urusan kalau kamu udah selesai aku juga udah selesai bye sayang," ucap Pearl kepada Theo.
Theo bingung ada apa dengan Pearl, tadi dia paling jaga banget sekarang dia cuek banget, sampai akhirnya Theo kerja sampai akhirnya selesai rapat Theo masih mikir kenapa Pearl tidak naik-naik, sampai akhirnya Pearl turun dan kaget kenapa lampu gelap tidak di nyalain pas di nyalain.
"Selamat ulang tahun selamat ulang tahun selamat ulang tahun Theo, selamat ulang tahun sayang semoga di ulang tahun kamu tahun ini kamu masih tetap jadi Theo yang aku kenal dan selalu jaga diri serta sayang sama semua yang kamu sayang sama aku juga, tiup lilinya eh tunggu kamu buat permintaan dulu baru tiup ya," perintah Pearl kepada Theo.
"Iya sayang," kata Theo kepada Pearl.
Selesai Theo tiup lilin akhirnya Theo mengambil kue di tangan Pearl sembari taro di atas meja dan memotong untuk istri tercintanya.
"Jadi, ini alasan kamu tidak mau temanin suami kamu rapat ya?" ucap Theo kepada Pearl.
"Iya, emang kamu kira apa," kata Pearl kepada Theo.
"Aku kira ada pria lain yang lebih ganteng dari aku yang buat kamu lupa sama aku," tutur Theo kepada Pearl.
"Mana ada yang bisa kalahin suami aku gila ya, kalau ada juga gamau sih udah kecantol sama pak Theo susah lupain pak Theo, tapi kalau Pak Theo udah bosan sama aku yah aku bisa apa cuman bisa cari pria lainkan," ucap Pearl kepada Theo.
Theo hanya tersenyum kepada Pearl, sontak Theo mendekap Pearl dengan erat, sampai akhirnya setelah dekap melihat ke arah Pearl.
Pearl hanya tersenyum kepada Theo tidak lama akhirnya, selesai makan kue mereka kedatangan tamu, Theo membuka pintu dan kaget.
__ADS_1