Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 7


__ADS_3

“Pak Theo,” panggil asisten kepada Theo.


“Kamu cari tau siapa yang berani menganggu wanita saya segera dan kalau bisa habisi mereka dalam satu malam ini juga jangan sampai biarin mereka bisa bernafas dengan lega,” perintah Theo kepada asisten.


“Baik Pak Theo,” jawab asisten dengan bergegas pergi.


Theo terus mengengam tangan hingga memukul ke arah tembok, sampai akhirnya Theo hanya diam tidak lama Pearl menghelus kepala Theo.


“Theo, makasih ya kamu udah baik sama aku dan keluarga aku, aku jadi tidak enak sama kamu,” kata Pearl kepada Theo.


“Hmm, tidak masalah udah harus jadi tanggung jawab aku karena aku orang terakhir di rumah kamu,” jawab Theo dengan ketulusan hati.


Pearl merasa tidak enak kepada Theo, sampai akhirnya Pearl mendekap Theo dengan erat, sampai Theo merasa kaget dengan perlakuan Pearl kepadannya.


“Pokoknya aku akan balas kebaikan kamu, maaf kalau telat aku tidak tau harus balas apa tapi kalau kamu minta tolong pasti aku bantu apapun itu,” kata Pearl kepada Theo.


“Kalau aku minta kamu sebagai istri aku, kamu mau?” tanya Theo kepada Pearl.


Pearl sontak kaget mendengar perkataan Theo kepadanya, tidak lama Theo hanya tersenyum dan menghelus kepala Pearl.


“Aku bercanda kok tidak benaran serius,” kata Theo.


Theo merasa tidak enak walau sebenarnya itu kenyataan yang dia inginkan dalam hidupnya, Pearl mendekap kedua muka Theo dengan tangan mungilnya.


“Aku mau, tapi dengan satu syarat kamu jangan paksa aku lari dari hobi malam aku ya janji,” kata Pearl kepada Theo.


Theo tidak habis pikir dengan wanita ini selain cantik dirinya juga tanguh, apapun dia lakukan demi keluarganya mungkin ini pertemuan yang seharusnya lebih awal, lebih baik sekarang daripada tidak sama sekali.


“Ok, aku akan urus semuannya besok ketemu mama dan papa aku ya, sekalian sama keluarga besar kita gimana?” tanya Theo kepada Pearl.

__ADS_1


“Iya, lagian mama dan papa aku tidak luka kok cuman masih shok ringan aja kata dokter,” jawab Pearl dengan kesungguhan hatinya.


Theo hanya senyum tidak lama handphone Theo berdering sampai akhirnya, Theo mendekap kedua tangan Pearl.


“Pearl, kamu mau di sini apa kerumah aku? Aku ada urusan maaf aku tidak bisa bawa kamu,” ucap Theo kepada Pearl.


“Aku mau di sini aja sama orangtua aku, kamu hati-hati ya kalau ada apa-apa hubungin aku ok,” jawab Pearl kepada Theo.


Theo hanya senyum kepada Pearl sontak Theo mendekap Pearl dengan erat, tidak lama mengecup kening Pearl dan tersenyum.


“Ma, gimana keadaan mama?” tanya Pearl dengan nada khawatir kepada mamanya.


“Mama baik-baik aja sayang papa kamu gimana?” jawab mama dengan melihat ke arah papa.


“Papa baik-baik aja kok cuman papa lagi istirahat mama juga istirahat ya,” ucap Pearl kepada mamanya.


Mamanya hanya tersenyum kepada dirinya tidak lama Pearl akan mencari tau penyebab apa yang membuatnya seperti ini dan mengapa keluarganya di incar dengan orang jahat, apa yang telah dilakukan keluarganya kepada oranglain.


Pearl sontak mendekap tangan papa dengan erat tidak lama akhirnya, papa melihat ke arah Pearl dan Pearl tersenyum kepada papanya.


“Papa, tenang ya ada Pearl di sini papa jangan takut di sebelah ada mama kok semua keluarga kita aman pa, tidak ada yang rusak atau apa kayaknya mereka hanya ngincar nyawa kita,” ucap Pearl kepada papanya.


“Hmm papa takut banget sayang untung kamu lagi di luar dan tidak apa-apa,” ungkap perasaan papa kepada Pearl.


“Iya papa tenang aja aku tidak apa-apa kok kita semua selamat karena aku di bantu sama suami aku pa,” kata Pearl kepada papanya.


Papanya terdiam mendengar anak satu-satunya sudah memiliki suami, tidak lama papa terbangun dari tempat tidur sembari melihat ke arah Pearl.


“Sayang kamu bicara apa sih? Nikah sama siapa, kan papa udah siapin pernikahan kamu sama teman anak papa,” jawab papa dengan spontan dan kaget.

__ADS_1


“Aku serius pa aku udah ada suami, besok tujuan aku mau mempertemukan dia sama papa dan mama mau kan?” ucap Pearl dengan nada takut di tolak.


Papa hanya diam dan balik tidur, sedangkan mama yang melihat itu hanya senyum tidak lama papa benaran tidur lalu Pearl jalan ke arah mamanya.


“Ma, papa marah sama aku ya? Karena aku tidak terima pilihan papa,” kata Pearl dengan gugup.


“Tidak sayang papa kamu emang gitu, dia terlalu sayang sama kamu dia takut kamu sama pria tidak benar makanya dia begitu, maklum ya sayang mama juga takut tapi kalau pria itu yang menyelamatkan keluarga kita kenapa tidak ya kan sayang,” ujar mama dengan senyum hangatnya.


“Makasih ma hanya mama yang mengerti Pearl di kondisi sekarang,” ungkap Pearl kepada mamanya.


Mama tersenyum kepada Pearl, sontak kedua orangtuanya tidur tidak lama Pearl tertidur di ruang tunggu dan tidak lama suasana menjadi hangat seperti ada yang menjaganya saat melihat ternyata.


"Theo! Kenapa kamu ke sini? kamu gak kerja," tanya Pearl dengan rasa kaget.


"Aku kerja tapi udah selesai aku ke sini, buat liat kabar kamu, kamu gimana?" jawab Theo dengan nada datar.


"Yah seperti yang kamu liat, aku lagi takut dan ak-" ucap Pearl dengan rasa takut yang terhenti karena di dekap oleh Theo dalam dekapannya.


Pearl kaget saat melihat Theo mendekapnya dengan erat, terkadang perasaan hangat ini membuat dirinya merasa senang sekaligus bahagia walau hanya pura-pura tapi terasa nyata.


"Kamu tenang aja tidak akan aku biarin orang sakitin kamu lagi, siapapun dia sampai ada pasti akan aku habisin dan bearkhirlah hidupnya di alam yang tidak diinginkan," kata Theo dengan sangat kesal sembari mengepal tanganya.


Pearl mengambil tangan Theo dan mengecup tangan Theo, sembari melihat ke arah Theo yang melemah karena perasaan sayang Pearl kepadanya.


"Theo, kamu harus ingat kalau aku itu cuman orang yang kamu bantu, siapapun yang jadi istri kamu, dia orang yang beruntung Theo," ucap Pearl dengan mengeluarkan air mata kepada Theo.


Theo menyeka air mata Pearl sontak Theo mendekap lebih erat lagi, begitu juga dengan Pearl sampai di situ Pearl kembali keruangan orangtuanya, sedangkan Theo mengatasi masalah keluarga Pearl dan juga membayar rumah sakit semuanya.


Theo merogoh kantong jasnya dan mengeluarkan handphonenya, sontak Theo memberi perintah kepada asistenya tidak lama Theo juga mendarat ke sana dan bertemu dengan orang yang merencanakan kejahatan kepada keluarga Pearl.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakuin dengan istri saya! jawab atau saya bunuh kamu!" perintah Theo kepada penjahat yang menjahati keluarga Pearl.


Penjahat itu hanya tertawa tidak lama Theo merasa kesal dan menyuruh anak buahnya menghabisinya sampai tidak tersisa dan buang ke tempat yang tidak bisa di temukan kalau tidak di kubur hidup-hidup.


__ADS_2