
“Dasar kebiasaan deh kalau minta temanin malah dia yang tidur, humm sayangnya aku istri baik nan pengertian, sayang banget aku sama kamu beruntung banget aku nikah sama kamu,” kata Theo.
Theo mengecup kening Pearl, tidak lama Pearl tetap tidur tidak ada efek apa-apa, Theo mengeleng kepala dan balik kerja lagi.
Malam hari Theo membangunkan Pearl, tidak lama Pearl bangun sembari melihat ke arah jam dan sontak kaget.
“Eh, aku belum masak dan Luis belum makan, duh Ivano anak-anak aku,” ujar Pearl.
“Sayang, tenang ya aku udah masakin mereka kok dan mereka suka terus aku juga udah kasih Luis juga makan, jadi kamu tenang aja anak-anak sekarang lagi di kamar masing-masing jadi kamu jangan terlalu pusing mikirnya, aku bisa kok bantuin kamu jadi kamu jangan khawatir ya sayang,” ucap Theo.
Pearl mendekap Theo dengan erat, Theo bingung ada apa sontak membalas dekapan tersebut setelah itu Pearl tersenyum mendekap kedua wajah Theo.
“Sayang, makasih ya udah bantu aku jaga Ivano dan Luis,” tutur Pearl.
“Iya itu juga kewajiban aku kok kenapa kamu harus bilang terimakasih sayang,” ucap Theo.
Pearl sontak makan bersama Theo, tidak lama di meja makan Pearl terdiam, Theo pegang tangan Pearl sembari senyum.
“Ada apa nyonya Theo?” tanya Theo dengan mengobal.
“Apaan sih kamu ada-ada aja, tidak aku lagi pikirin aja apa kabar Andi dan Rachel ya, terus perusahaan mereka sekarang gimana,” ucap Pearl.
“Kamu tidak merasa sayang sama perusahaan itu,” ujar Theo.
“Sayang? Sayang kenapa, aku malah merasa udah kasih ke tangan yang tepat,” kata Pearl.
Theo sembari lanjut makan begitu juga dengan Pearl, sampai akhirnya Theo membuka suara tentang perusahaan itu.
“Perusahan itu emang stabil dan mangkin sukses, cuman kamu tidak kepikiran bagaimana dengan karyawanya,” ujar Theo.
“Emangnya, karyawanya kenapa Andi pintar kok rekrut karyawan kenapa aku harus pusing,” ucap Pearl.
“Mereka lagi kurang tenaga kerja, aku saranin kenapa tidak perusahaan kita, kerja sama dengan perusaahaan itu, jadi beberapa karyawan kita bisa di pindahkan ke sanah, kalau di sanah emang lagi butuh pekerjaan,” tegas Theo.
“Emangnya kamu tidak masalah, kalau karyawan kamu di pindahin begitu aja dan kamu tidak merasa kekurangan karyawan,” kata Pearl.
Theo hanya mengeleng kepala, sembari mendekap kedua tangan Pearl dengan itu Pearl melihat ke arah Theo dengan seksama.
__ADS_1
“Sayang, selama itu menguntungkan kita tidak perlu takut jadi berhenti berpikiran merepotkan paham, kamu itu istri aku bukan oranglain jadi apa salahnya aku tolong kamu,” ucap Theo.
Pearl sontak yang mendengar itu mendekap Theo, setelah mendekap Theo, Pearl melihat ke arah Theo tidak lama Ivano mengendong Luis.
“Kak,” panggil Luis.
“Ap sayang,” jawab Ivano.
Luis melihat ke arah Ivano selayaknya tidak percaya ini benaran kakaknya, apa bukan kenapa mendadak menjadi romantis.
“Kamu kenapa?” tanya Ivano.
“Aneh sama kakak bisa panggil aku sayang,” ucap Luis.
“Emang kakak sayang kamu, kalau kakak sayang emang harus selalu panggil sayang lagian kita ini laki-laki kalau dengar begitu di luar, jadinya aneh ngerti tidak kamu,” ujar Ivano.
Luis hanya menganggukan kepala, tidak lama kedua orangtuanya keluar dari kamar, sontak melihat mereka dekat.
“Eh anak mama lucu banget jadi dekat gitu, ada apa ini pasti lagi bicarain orang ya,” ucap mama Pearl.
“Tidak kok ma, lagi main aja ya kan luis,” jawab Ivano.
“Kalian kalau butuh apa-apa kasih tau mama ya, mama mau cari angin dulu, di luar balkon,” kata mama Pearl.
“Iya ma,” ucap keduanya.
Mama keluar dari rumah duduk di balkon depan, sembari Theo mendekap Pearl dengan erat, tidak lama akhirnya Theo melihat ke arah Pearl.
“Sayang,” panggil Theo.
“Hmm,” jawab Pearl.
“Kamu kenapa lagi, kan aku udah bilang jangan di pikirin kenapa kamu, tetap mikirin,” ucap Theo.
“Kan aku udah bilang, namanya juga aku kalau bukan aku mana mungkin aku berpikir sayang,” ujar Pearl.
Theo tetap menghelus pelan kepala Pearl, tidak lama akhirnya Theo mengecup kening Pearl, Pearl hanya tersenyum melihat indahnya bulan di atas sanah.
__ADS_1
“Hari ini bulannya indah ya kayak kamu,” ujar Theo.
“Apasih kamu, ada-ada aja,” ucap Pearl.
Di saat bermesraan tiba-tiba telepon Theo berdering, sontak Theo mengangkat di depan Pearl, Pearl hanya diam.
“Ada apa ma?” tanya Theo.
“Kamu kemana lagi sekarang, kamu kira kamu bisa kabur dari mama,” tegas mama.
“Ma, aku udah nikah dan udah jadi seorang papa emang wajar mama kurung-kurung aku kayak gini ma,” ujar Theo.
“Wajar karena kamu masih anak mama kecuali kamu bukan anak mama dan mama tidak pernah peduli kamu mau kemana, asal kamu jangan pernah kabur setiap ketemu mama sayang,” kata mama.
Theo merasa mual mendengarnya sampai akhirnya Theo menutup telepon tersebut, setelah menutup telepon akhirnya Pearl pegang kedua tangan Theo.
“Sayang, kamu baik-baik aja?” tanya Pearl.
“Iya, aku baik-baik aja selama ada kamu di hidup aku, aku tidak perlu takut sama siapapun kan kamu yang bilang, benar tidak,” ucap Theo.
Pearl hanya tersenyum setelah selesai mencari angin, akhirnya mereka masuk ke dalam kelas setelah masuk melihat kedua anaknya tidur sembari mendekap satu sama lain.
“Lucu banget sih anak kita, Ivano punya sisi penyayang juga ya aku kira dia pria yang dingin nan cuek, kayak kamu,” ejek Pearl.
“Emangnya kalau pria dingin itu tidak bisa peduli ya,” sahut Theo.
“Yah, yang aku liat gitu sih,” ucap Pearl.
“Jadi aku tidak perhatian dan tidak penyayang di mata kamu,” tegas Theo.
Pearl terdiam sontak melarikan diri, Theo hanya tersenyum sembari meletakan kedua anaknya di kasur masing-masing, setelah selesai mengecup kedua anak dan mematikan lampu.
Theo kembali ke kamar bersama Pearl, Pearl pura-pura tidur agar tidak di gangguin oleh Theo, tidak lama Theo hanya senyum sembari menarik selimut.
“Sayang, kamu pura-pura tidur kan aku tau, kenapa harus pura-pura kalau bisa benaran tidur,” ujar Theo.
Pearl tetap diam dan tidak mau gegabah dengan semua aksi Theo, tidak lama Theo hanya mengecup kening Pearl tanpa berkata apa-apa.
__ADS_1
Pearl yang melihat sisi hangat Theo terkadang membuatnya salah tingkah serta bawa perasaan, walau udah mengenal dan menikah lebih dari 10 tahun pria ini tidak pernah berubah, selain ganteng pria ini juga selalu membuat salah tingkah menyebalkan tapi Pearl suka.